Menjadi Orang Samaria yang Murah Hati

Sudah pantaskah kita menempatkan kualitas kepribadian yang dimiliki oleh orang Samaria yang baik itu dalam diri ini?
Dalam Injil, untuk suatu kebaikan, orang Samaria itu menunjukkan banyak pengorbanan, yaitu waktu, uang, dan seluruh perhatiannya.
Dia mengambil semua tanggung-jawab itu untuk memberi perhatian dan merawat dengan baik orang yang ditolongnya. Bahkan, dia tetap memantau orang itu hingga benar-benar pulih dan sembuh.
Totalitasnya dalam membantu itu adalah: material – spiritual. Dia sungguh baik dan murah hati.
Kisah ini sungguh menyentuh saat dibaca dan direnungkan. Kita seperti dievaluasi dan dikoreksi kembali tentang pertolongan dan perbuatan baik kita perbuat selama ini. Sungguhkah kita membantu orang dengan totalitas? Membantu seseorang hingga sungguh pulih dan sembuh: tubuhnya, mentalnya, dan spiritualnya.
Mengawali hari ini, kita hendak berbuat baik, tapi siapa yang akan beruntung untuk menerima kebaikan itu? Tuhan yang akan menuntun dan menunjukkannya. Jika menemukannya, hendaknya kita tidak berpura-pura tak tahu dan membuat banyak alasan. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan emas, meskipun banyak pengorbanan.
Ok, selamat mempraktekkan diri untuk menjadi orang Samaria yang baik hati.
Rm. Petrus Santoso SCJ
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.