Cinta Sejati

Dalam dunia percintaan, sering kali kita mendengar ungkapan romantis, “Dari mata turun ke hati.” Tapi cinta sejati itu sebenarnya melibatkan suatu pergerakan yang lebih jauh. Bukan hanya sampai ke hati, melainkan seharusnya dari mata turun ke kaki. Artinya, jika mata kita melihat orang menderita, tidak cukup hati kita merasa iba. Kaki kita harus segera melangkah mendekati dan menolongnya.
Cinta sejati itu ditampilkan oleh orang Samaria yang baik hati. Jika cinta kasih itu hanya berhenti di mata, itu hanyalah ‘suka’, yang timbul karena melihat penampilan fisik. Jika cinta itu bergerak ke hati, ia sudah lebih mendalam, tapi masih hanya melibatkan perasaan. Kita bisa merasakan kesedihan seseorang, bahkan mungkin bisa ikut menangis bersamanya. Itulah cinta pada tahap hati. Tapi cinta sejati yang dituntut oleh Yesus untuk dimiliki itu tidak cukup sampai di situ. Jika kita tahu orang lain sedang menderita, kemudian kita merasa iba, bahkan mampu turut merasakan penderitaan atau kesedihannya, lantas apa yang bisa kita lakukan untuk meringankan penderitaan itu?
Inilah cinta kasih sejati itu: “Suatu tindakan konkret!” Semoga kita lebih banyak bertindak daripada sekadar memberi nasihat moral atau hanya mendoakan sesama kita yang sedang menderita.
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.