1.Berbagai kejahatan menikam jiwa ragaPerang dan ketidakadilan kejam mencabut nyawaTetapidebu tanah setia menggendong telapakUdara tak henti memeluk setiap nafasMentari dan bulan bintang tak henti membagi cahaya kasih sayangTersenyumlah…doakan semua pelakunya yang galaumereka adalah putra dahaga kasihmereka adalah putri lapar cintaDirimu terlahir sebagai putra-putri cahaya 2.Kekuasaan diperebutkan dengan segala caraKarena kewenangan rakus pada selera hartaKarena senjata…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Secercah Cahaya Semesta -48
Secercah Cahaya Semesta -47
Bocah Angin-545
Jeritan Pewaris Tanah Air
1.Hei,jangan banyak omong pintarmuKami tidak tahu pasal ayat hukumtentang tanah warisan leluhur kamiKami bukan pemilik ijazah sekolah tinggikami masyarakat buta huruf dan terlahir sederhanaDi sini kuburan para leluhur dan orangtua kamiDi sini tumpah darah dan tali pusat kamiKami terlahir dan hidup di tanah iniKami makan minun dari tanah inidan pasti terkubur juga di siniMengapa tanah…
Secercah Cahaya Semesta -46
Bocah Angin-545
Gadget, Kaulah Segalanya
1.Pikiran hasilkan kreasi dan inovasidalam kemajuan ilmu dan teknologiZaman melahirkan peradaban barujiwa ragaku dipandu energi digitalagar bisa efisien meraih kebutuhanBukan saja dalam relasi dengan sesamatetapi juga berjibaku memanfaatkan alam lingkunganBatas sekat ruang semakin dihalauJarak waktu terus dirangkulData digital jadi energi kehidupandengan segala tawaran kemudahanmerasuk segenap dimensi pribadi insani 2.Ketika coba hening menghitung jejakdalam kelana sepanjang…
Secercah Cahaya Semesta -45
Bocah Angin-545
Menyibak Kobar Ijazah Palsu
1.“Katakanlah benar itu benarKatakanlah salah itu salah”Petir menyambar hutan belantaraPercikan bara jadi kobar apiguntur menggelegar menggugat nuraniHujan turun deras basahi anak negeriBinatang jalang di padang berpesta riabermain lumpur terbahak tertawaKawanan burung pipit mencari tempat berteduhdari angin badai yang berontakMungkin ini musim pancarobasetelah sepuluh tahun api membakar sekamasap beterbangan menutup langitWajah negeri terselubung gulitaKerakusan dan korupsi…
Secercah Cahaya Semesta -44
Bocah Angin-545
Jeritan Galau Marsinah
1.Mendengar pengumuman gelar pahlawan nasionalJiwa Marsinah tunduk diam galauAir matanya menetes dan membanjirmenyelinap di antara hamparan lumpur LapindoDarahnya mengalir dan mendidihberpadu dalam lahar dan api vulkanikyang meletus dalam sanubari nasib para buruhSuara kaum buruh dan perempuanterbawa angin ke seluruh pelosok negeriMembaur dalam deru gemuruh ombak samudra“Biarkan alam semesta bicaratentang keadilan bagi nasib kamiKarena penguasa negeri…
Secercah Cahaya Semesta -43
Bocah Angin-545
Memotret Sosok Wajah Para Pahlawan
1.Ada yang berkumpul di Taman Makam Pahlawan NasionalAda yang di Taman Makam Pahlawan DaerahAda yang di pemakaman milik keluargaAda juga yang di tengah hutan belantaraAda lagi yang di jalanan kotaAda yang terhimpit di bangunan modernArwah para pahlawan berkumpulmenyambut Hari Peringatan Pahlawan NasionalTetapiekspresi wajahnya berbeda-bedakebanyak diam seribu bahasaEntah mengapa dan karena apa? 2.Ketika diwawancarai para reportermasing-masing…
Secercah Cahaya Semesta -42Bocah Angin-545Menyendiri Melerai Keramaian
1.Menyusuri trotoar kota iniribuan wajah sudah kutemuiMasing-masing pribadi sibuk dengan jejak telapaknyaBerbagai gedung dan tempat keramaianberagam sosok manusia kujumpaiMereka sibuk mengejar mimpi dan seleranyaTernyata kami sama sajaterbawa energi tanya meraih jawaban damba“Jadi apa dan siapa hari ini”Dalam derap waktu misteridan ajaibnya ruang membentang abadi 2.Ada yang terlahir di kota iniberkelana dalam tanya mengejar rindu dambaAda…







