Kategori: SIMPLY DA FLORES

Secercah Cahaya Semesta -80
Bocah Angin-545
Literasi Laskar Semut

1.Aku coba menelusuri halaman almanakCatatan harian laskar semutyang ditulis dalam diam misteriDengan bisikan cinta saat berciumansetiap kali ada perjumpaanBukan dengan gadget untuk sosmedatau dengan komputer untuk kreasi digitalMereka berkelana di mana-manaentah di dalam gelap bawah tanahentah di pondok reot dan gedung bertingkatentah di dalam kendaraan hingga kapal laut dan...

Secercah Cahaya Semesta -79
Bocah Angin-545
Memulung Remah Kemanusiaan

1.Kawanan burung pipit bersukacitaTerbang di antara rerumputan hijaudipeluk pijar cahaya pagi ceriadisapa senyum butiran embun berkilauMereka memanen rezeki meski tidak menanamTelapak petani sahaja melangkahdigendong kerikil dan debu jalanan setapakmembawa rindu damba pasrahdatang menabur benih harapan di ladangYakin memanen cinta di ujung musimKarena bumi tumbuhkan doa yang ditanamKarena percaya langit...

Secercah Cahaya Semesta -78
Bocah Angin-545
Bencana Membawa Nikmat

1.Tidak ada yang mau berdoameminta suka lara derita itu datangmenimpa dirinya dan keluarganyaTak ada yang ceria bahagiasaksikan harta benda dan kampung halaman direnggut bencanaYang jadi korban lenyap dalam banjir lumpurYang melayang nyawa bisu dibawa lahar erupsiHanya tersisa kenangan pedihTinggal tanya mengapa tanpa jawabanMengapa mesti merekaApa salah dosa merekaKapan lara...

Secercah Cahaya Semesta -77
Bocah Angin-545
Mencoba Merayu Langit

1.Lidah bencana dipenuhi lumpurcoba bicara, tetapi tak ada suaraPekik rintihan pepohonan menikam tenggorokanLumpur tamak menyumbat mulutSampah berserakan menutup lubang hidungSemua terbawa arus selera kemunafikanDatang menerjang manusia, rumah perkampunganMembawa mereka menemui muara dan samudraJutaan tanya tak temukan jawabankarena alam tak bisa disogok atau dibohongi 2.Ada suara para pejabat munafikmencoba merayu...

Secercah Cahaya Semesta -76
Bocah Angin-545
Literasi Ombak Gelombang

1.Pada lembaran almanak pasir pantaiSiang malam tak pernah berhentiGelombang mencatat dan ombak menulisTentang kisah harapan nelayan menjala ikanTentang rindu pelaut pada pelabuhanTentang mimpi para penumpang berziarah kelanaTentang suka duka peradaban zamanyang selalu dibawa air sungai ke muaralalu disambut tanpa sortir bunda samudraMeskipun banyak manusia tak peduli membacakarena jiwa raga...

Secercah Cahaya Semesta -75
Bocah Angin-545
Musik Alam dan Tarian Semesta

1.Dawai langit dipetik para Dewataguntur petir kilat bunyikan melodi misterimengalun dalam rasa hati nurani menggetarkan pesona jiwa sanubariAngin berhembus gemulai dan lincahmengajak pepohonan rumput dan ilalang bergoyangSamudra bergemuruh padukan suarabergelora dalam ombak gelombang merayu pantai pasir dan karangEntah apa reaksi setiap pribadi manusia 2.Ketika burung-burung bernyanyimargasatwa pun berdendang riangAwan...

Secercah Cahaya Semesta -74
Bocah Angin-545
Kepak Sayap Imajinasi

1.Angin berhembus membelai wajahKupacu kudaku berlari kencangMenerjang hamparan padang ilalangMendaki bukit dan lintasi gunungIngin saksikan keindahan alam negerikuyang kaya akan sumber daya alamnyaBerharap menjumpai saudara sebangsakudengan beragam suku adat budayanyaMereka tersenyum ceria bahagia sejahterakarena saling menghargai dan sejahtera hidupnya 2.Damba membawa aku terbangRindu kepakkan sayap imajinasiMenyibak awan dan mega...

Secercah Cahaya Semesta -73
Bocah Angin-545
Di antara Serpihan dan Puing

1.Serpihan puing berserakanKetika bencana dasyat datang menerjangKorban nyawa terkapar dan hilangEntah bagaimana harus menanganiKorban harta hancur leburEntah siapa yang bisa diharapkanKorban yang terluka dan tak berdayaEntah kapan mendapat pertolonganTanya bergentayangan mencekam pilu“Apa salah dan dosa kamiMengapa harus kami yang jadi korbanMengapa alam ganas marah mengamukDi manakah Sang Ilahi Maha...

Secercah Cahaya Semesta -72
Bocah Angin-545
Mengais Serpihan Tumpah Darah

1.Kami tidak pernah meminta terlahir di tanah inidengan orangtua leluhur yang demikiandengan alam lingkungan yang seperti iniKami juga tidak menyuruh tali pusar dan darah tumpah terkubur di tanah inidengan warisan tradisi adat budaya iniPengalaman nyata ini semua tanya dan faktaIni semua ada dan terus terjadiEntah karena hukum alam semestaEntah...

Secercah Cahaya Semesta -71
Bocah Angin-545
Memburu Purnama dan Senja

1.Sudah seribu kali kupotret wajahmu Purnamatetapi tak pernah sekalipun sama hasilnyaTelah kutemui ratusan kesempatannamun pesonamu senja selalu berbedaApakah kalian berdua sudah janjianuntuk menipu matakuAtaukah memang sejatinya purnama dan senja itu bunglonMungkinkah itu salah kameraku atau tempat aku berdiri membidikKapan senja dan purnama mau bicara padaku?Jangan sampai tak boleh kagumi...

Secercah Cahaya Semesta -70
Bocah Angin-545
Menggugat Keadilan Bencana

1.Kepadamu hujan, banjir dan longsorJawablah kami yang jadi korban bencanaApakah keluarga kami yang mati dan hilangadalah pembabat hutan dan penggundul belantarasehingga tidak menahanmu sesuai hukum alam lingkunganApakah jemari kerakusan kami yang mengoyak tanah dan merampok isi mineral di perut bumiApakah kami rakyat jelata ini yang membuat perkebunan dan lakukan...

Secercah Cahaya Semesta -69
Bocah Angin-545
Serpihan Tanya dan Puing Doa

1.Dengan sisa asa yang meranaKami hanyutkan tanya pada banjirKami lepaskan harap pada lumpurKami pasrahkan nasib pada lahar dan apiKami tumpahkan lara derita pada ombak gelombang“Apa salah dosa kami pada alamApakah tangan kami yang mengundulkan hutan belantaraApakah jemari kami yang mengoyak perut bumiAdakah serakah kami yang memanggil bencanaDi mana mata...

Secercah Cahaya Semesta -68
Bocah Angin-545
Kawanan Lalat dan Aneka Parfum

1.Jangan paksa lalat menyukai wangi bungaatau bersahabat dengan kawanan burung pipitJangan ajari lalat menikmati manisnya madudan terbang bersama kawanan lebahMereka sama mempunyai sayapNamun habitat alaminya tetap berbedaLalat suka bangkai dan bau busukhabitatnya di tempat yang kotor 2.Wangi parfum semerbak di jalananbanyak orang berlalu lalangAku mengira itu parfum mahaldan dipakai...

Secercah Cahaya Semesta -67
Bocah Angin-545
Roda Kreasi Deru Imajinasi

1.Malam gemerlap mengantar langkahkulintasi trotoar metropolitanCahaya purnama sinari dambakusaksikan panorama jalan Thamrin SudirmanJelang tengah malam tak terdugaternyata ramai ribuan sepeda motor padati jalananpara generasi muda konvoi berkumpulKusebut roda kreasi deru imajinasi 2.Rupanya ada pertemuan pemilik sepeda motor satu merekmalam sabtu melintasi jalan protokolekspresikan gaya dan identitas“Kami ada dan kami...

Secercah Cahaya Semesta -66
Bocah Angin-545
Purnama Awal Desember

1.Wajah purnama merah padamtidak seperti biasanya penuh pesonadatang istimewa di awal DesemberMelerai tabir awan hitam pekatSaksikan bumi yang terluka parahsedang lara menjerit dan merintihkarena harus terima jasad para korban sahajaHarus menampung jenazah pohon pembalakan liarHarus terima lumpur nasib masyarakat korbanHarus membongkar belenggu ketidakadilan yang diderita rakyatWajah sendu pilu purnama...