Secercah Cahaya Semesta -50
Bocah Angin-545
Dinamika Senandung Harnoni
1.Kawanan pipit merenda helai cahaya pagiButir embun dan hujan semalam masih manja memeluk hijau rerumputan dan daun pohonPara petani kampung mengayun semangat membawa mimpiSawah ladang hendak ditanami rindu dambakarena musim hujan sudah tibaKehidupan mengikuti irama musik alam semestaBukan berdasarkan teori dan debat kusir di sosmedApalagi dengan pertandingan saling mengalahkan...
Secercah Cahaya Semesta -49
Bocah Angin-545
Parade Musim Hujan
1.Padang savana kering gersangperlahan tersenyum didandani musimHujan datang basahi akar dan sirami pepohonanHutan rimba kembali hijau segarBurung dan margasatwa beraksi sesuaikan kehidupanManusia di dusun kampung mengatur irama langkahOrang kota pun beradaptasi menggubah syair kelanaAlam semesta mempunyai hukum dan sistemnyasemua makhluk ciptaan belajar mengelola kehidupan 2.Zaman berganti dan wajah alam...
Secercah Cahaya Semesta -48
Bocah Angin-545
Tersenyumlah, Jangan Takut!
1.Berbagai kejahatan menikam jiwa ragaPerang dan ketidakadilan kejam mencabut nyawaTetapidebu tanah setia menggendong telapakUdara tak henti memeluk setiap nafasMentari dan bulan bintang tak henti membagi cahaya kasih sayangTersenyumlah…doakan semua pelakunya yang galaumereka adalah putra dahaga kasihmereka adalah putri lapar cintaDirimu terlahir sebagai putra-putri cahaya 2.Kekuasaan diperebutkan dengan segala caraKarena...
Secercah Cahaya Semesta -47
Bocah Angin-545
Jeritan Pewaris Tanah Air
1.Hei,jangan banyak omong pintarmuKami tidak tahu pasal ayat hukumtentang tanah warisan leluhur kamiKami bukan pemilik ijazah sekolah tinggikami masyarakat buta huruf dan terlahir sederhanaDi sini kuburan para leluhur dan orangtua kamiDi sini tumpah darah dan tali pusat kamiKami terlahir dan hidup di tanah iniKami makan minun dari tanah inidan...
Secercah Cahaya Semesta -46
Bocah Angin-545
Gadget, Kaulah Segalanya
1.Pikiran hasilkan kreasi dan inovasidalam kemajuan ilmu dan teknologiZaman melahirkan peradaban barujiwa ragaku dipandu energi digitalagar bisa efisien meraih kebutuhanBukan saja dalam relasi dengan sesamatetapi juga berjibaku memanfaatkan alam lingkunganBatas sekat ruang semakin dihalauJarak waktu terus dirangkulData digital jadi energi kehidupandengan segala tawaran kemudahanmerasuk segenap dimensi pribadi insani 2.Ketika...
Secercah Cahaya Semesta -45
Bocah Angin-545
Menyibak Kobar Ijazah Palsu
1.“Katakanlah benar itu benarKatakanlah salah itu salah”Petir menyambar hutan belantaraPercikan bara jadi kobar apiguntur menggelegar menggugat nuraniHujan turun deras basahi anak negeriBinatang jalang di padang berpesta riabermain lumpur terbahak tertawaKawanan burung pipit mencari tempat berteduhdari angin badai yang berontakMungkin ini musim pancarobasetelah sepuluh tahun api membakar sekamasap beterbangan menutup...
Secercah Cahaya Semesta -44
Bocah Angin-545
Jeritan Galau Marsinah
1.Mendengar pengumuman gelar pahlawan nasionalJiwa Marsinah tunduk diam galauAir matanya menetes dan membanjirmenyelinap di antara hamparan lumpur LapindoDarahnya mengalir dan mendidihberpadu dalam lahar dan api vulkanikyang meletus dalam sanubari nasib para buruhSuara kaum buruh dan perempuanterbawa angin ke seluruh pelosok negeriMembaur dalam deru gemuruh ombak samudra“Biarkan alam semesta bicaratentang...
Secercah Cahaya Semesta -43
Bocah Angin-545
Memotret Sosok Wajah Para Pahlawan
1.Ada yang berkumpul di Taman Makam Pahlawan NasionalAda yang di Taman Makam Pahlawan DaerahAda yang di pemakaman milik keluargaAda juga yang di tengah hutan belantaraAda lagi yang di jalanan kotaAda yang terhimpit di bangunan modernArwah para pahlawan berkumpulmenyambut Hari Peringatan Pahlawan NasionalTetapiekspresi wajahnya berbeda-bedakebanyak diam seribu bahasaEntah mengapa dan...
Secercah Cahaya Semesta -42Bocah Angin-545Menyendiri Melerai Keramaian
1.Menyusuri trotoar kota iniribuan wajah sudah kutemuiMasing-masing pribadi sibuk dengan jejak telapaknyaBerbagai gedung dan tempat keramaianberagam sosok manusia kujumpaiMereka sibuk mengejar mimpi dan seleranyaTernyata kami sama sajaterbawa energi tanya meraih jawaban damba“Jadi apa dan siapa hari ini”Dalam derap waktu misteridan ajaibnya ruang membentang abadi 2.Ada yang terlahir di kota...
Secercah Cahaya Semesta -41
Bocah Angin-545
Million Dreams – Jutaan Mimpi
1.Angin berhembus wartakan pesan semestaSetiap detik terlahir anak manusiamembawa cahaya anugerah IlahiSetiap waktu membias generasi insanipancarkan sinar berkah Sang Maha MisteriBukan saja yang terlahir normalNamun yang datang cacat dan miskin papaTersebar di berbagai pelosok bumiHadir di tengah gemerlap kilau zaman 2.Mereka dengan tanya dan misteridisambut dengan senyum tawaMereka hadir...
Secercah Cahaya Semesta -40
Bocah Angin-545
Serpihan Keadilan – Puing Perdamaian
1.Angin bertiup di padang gersang kehidupanJejak telapak rindu mengembaradahaga mencari mata air keadilanBekas kaki damba berkelanalapar mencari remah roti perdamaianZaman silih berganti dalam roda waktuKeadilan seperti hanya milik segelintir orangPerdamaian ibarat mengejar untuk menangkap sosok pelangiSelalu antara mimpi dan fakta 2.Kawanan burung pipit bernyanyirayakan panenan keadilan di padang belantaraMereka...
Secercah Cahaya Semesta -39
Bocah Angin-545
Kepada Para Pahlawan Nasional
1.Wahai, Para PahlawanKeluarga selalu datang nyekarpersembahkan doa pada pusaramuAnak cucu generasi mudadatang ke makamtumpahkan bangga rindu dambaNamun,banyak sosok pahlawan bangsatak tahu di mana pusaranyatak dikenal di mana makamnyaEntah oleh sanak keluargaapalagi oleh masyarakat luasKalian semua sosok Kusuma Bangsa Negara Indonesia 2.Pada Peringatan Hari Pahlawan NasionalPara pejabat berwenang lakukan upacaraEntah...
Secercah Cahaya Semesta -38
Bocah Angin-545 Literasi Surat Cinta
1.Kata-kata cinta bergeloraantara rasa ingin tahu dan keraguanantara imajinasi dan mencoba pengalamanMulai dirajut dalam pijar anganberpadu dalam kalimat dan baittemukan judul dan dibacaAda sebuah sajak terciptaAda serangkai puisi digubahAda kisah cerita sudah tertulisDengan doa, cinta dan tekad belajarternyata aku bisa hasilkan karya 2.Ini pengalaman pertamaku menulisbelajar berliterasi sebagai remajaBukan...
Secercah Cahaya Semesta -37
Bocah Angin-545
Menyibak Cakrawala Mimpi
1.Bocah-bocah lugu tertawadebu tanah menggelitik jiwa raganyamereka bercanda ria dalam bahasa ajaibBerpelukan mesra tanpa cemasada kuman racun atau ancamanMereka terjemahkan mimpi dalam kenyataanMereka mengubah tanya jadi jawabanMereka lelap tertidur di pelukan debu tanahAlam adalah Ibu, Bapa dan saudarabahasa pun baru mulai diperkenalkandengan warisan budaya yang belum dipahami 2.Anak-anak berlari...
Secercah Cahaya Semesta -36
Bocah Angin-545
Gemuruh Samudra Kata-kata
1.Jangan tanya pada angkasamengapa ada ombak gelombangJangan tanya pada lidahsudah berapa kata terucapJangan tanya pada bibirsudah berapa kalimat dikatakanAngkasa hanya tersenyumketika ditanyakan berapa jumlah ombakyang telah membasahi hamparan pasir pantaiAngin terus berdesir berhembusdi dalam nafas dan lintas buanaSaksikan manusia jadi samudra kata 2.Ada jutaan kata dalam bahasamelukis aneka pribadi...