Secercah Cahaya Semesta -65
Bocah Angin-545
Bencana Menggugat Harmoni Insani
1.Mengapa terjadi bencana di negeri ini?Banjir longsor dasyat melandamerenggut korban jiwa rakyat sahajamenghancurkan harta dan kampung halamanDerita lara yang tak mampu dibendungdatang sekonyong tak terdugaApakah ini karena musim pancarobaDari manakah kayu gelondongan serta lumpur dan sampah pabrikJawaban penuh galau diterima anak bangsadari para pejabat rakus dan politisi busukjuga dari...
Secercah Cahaya Semesta -64
Bocah Angin-545
HUT Negara Kerajaan Tikus
1.Para Tikus berpesta pora meriahRayakan HUT ke 111.000Mereka bangga bisa menguasai hutan belantara kampung dan kotaTidak ada yang mampu menandingiTermasuk kekuasaan yang dibuat manusiadengan kecanggihan ilmu dan teknologiMereka tunjukkan bukti bukan janjiMereka taat pada cita-cita proklamasiMereka setia teguh pada ideologi 2.Mereka taat pada Proklamasi Kerajaan TikusMereka yakin pada demokrasi...
Secercah Cahaya Semesta -63
Bocah Angin-545
Rintihan Bulan dan Tiga Kucing
1.Tengah malam sunyi sepiBulan lirih merintih sendiriTernyata awan mencengkram dan menyiksaWajah bulan dibalur arang nodaagar angkasa bisa dipaksamenangis sirami gulita bumi yang mirisdengan mantra kebijaksanaan semestauntuk perilaku insan yang butaManusia terus mengejar seleramenabur benih sirami bencanadengan gengsi dan nafsu kuasa 2.Dari pelataran gubuk bambuAku pandangi tiga kucing galauyang berdiri...
Secercah Cahaya Semesta -62
Bocah Angin-545
Menghitung Langkah Bulan Desember
1.Halaman kalender memotret kreasiManusia penjarakan derap waktudalam angka dan kataKarena yakin akan akal nalarnyabisa merangkul siang malam dengan bahasaseperti sudah pasti mampu menghitung jumlah rambutLalumisteri pengalamanterus diikat dan disiksadalam kepicikan selera dan kerdilnya pikiranBahasa tak pernah mampu merangkul pengalaman, fakta dan kenyataan apa adanyaApalagi hanya angka dan kataseperti debu...
Secercah Cahaya Semesta -61
Bocah Angin-545
Merajut Syair Bulan Desember
1.November terbawa senja berlalumenyimpan nostalgia kisah ceritaAda kisah sedih bencana alamAda berseliweran saling mempersalahkanSedangkan waktu terus berputar tanpa angkaAlam terus berbenah tanpa kataManusia galau dipermainkan algoritmadalam aneka sarana digital canggihWaktu berseni Desember tiba 2.Kini telah datang bulan baruDi belahan Barat ada hujan saljumusim dingin putihkan alam dan manusiaDi sini...
Secercah Cahaya Semesta -60
Bocah Angin-545
Puing-puing Kearifan Lokal
1.Deru gemuruh mesin modernisasimelumat suara nurani komunitas di pelosok negeriterjadi dan makin menjadi-jadiDasyatnya bisa energi digitalisasimenikam dan merobek sanubari jiwaanak generasi pewaris bangsaTak peduli kasta dan lapar dahaga pribadinyaBanyak yang terbungkam dan diam dalam lara deritaBanyak lagi meregang nyawa merana tak berdayaHutan rimba gundul terbabat hilangKisah cerita adat budaya...
Secercah Cahaya Semesta -59
Bocah Angin-545
Jeritan Doa dan Bencana Alam
1.Jerit tangis menghentak di pelosok negeriDuka lara merebak di mana-manaKarena bencana alam datang menimpaserpihan doa sayup terdengar“Ya, Allah Pencipta semesta alamApa salah dan dosa kamiBencana datang mengujam ganasLumpur dan banjir seperti buta matanyatak tahu bedakan wajah dan pangkatHarta benda hancur leburBanyak korban terluka menderitaAda juga yang meregang nyawaTolong hidup...
Secercah Cahaya Semesta -58
Bocah Angin-545
Pernak-Pernik Budaya Manusia
1.Kata memberi nama pada kreasi budi dayasetiap komunitas suku adat budayaAngka mencatat detak waktudinamika suka duka manusiadalam menyadari pengalaman hidupDari zaman kehidupan mengembara berpindahdan kelompok manusia memilih mulai menetaphingga kreasi pengetahuan dan teknologi terciptaMengantar ziarah peradaban silih bergantisampai tiba di zaman digital milenial iniMatahari tak berhenti bersinarOmbak gelombang samudra...
Secercah Cahaya Semesta -57
Bocah Angin-545
Wajah Peradaban dan Sosok Budaya
1.Angkasa menulis sosok peradabandengan pena waktu yang berlariBumi melukis sosok budayadengan warna pulau benua dan samudraManusia dipaksa menjawab pertanyaan hakikiuntuk merangkul fakta dan misteriMeskipun jawaban hanya sementaradan pertanyaan tak pernah habisPeradaban silih berganti bersemiseperti cahaya mentari siang malamAneka budaya laksana ombak gelombang samudra menghempas pasir pantai 2.Merah kuning hitam...
Secercah Cahaya Semesta -56
Bocah Angin-545
Menggapai Khasanah Warisan Budaya
1.Aku terlahir di TimurEngkau terlahir di BaratDia terlahir di UtaraMereka terlahir di SelatanKita semua sama tanya dan misteriMengapa harus terlahir dan seperti iniTidak ada yang meminta terlahirApalagi memaksa jadi manusiaMungkin kita putra dari aneka planet angkasaMungkin kita putri dari daratan dan samudraAtaukah kita miniatur dari jahat semestadalam dinamika misteri...
Secercah Cahaya Semesta -55
Bocah Angin-545
Perempuan Gentayangan Harkat Martabat
1.Di atas trotoar lengang sepikisah lara derita perempuan digelarcerita luka darah wanita dipamerkanAda buku tentang genderAda buku tentang feminisneAda kumpulan sajak tentang perempuanAda sejarah perjuangan perempuan duniaAda catatan air mata perempuan dan anak di pelosok negeriAda tulisan nasib buruh perempuanAda kumpulan tragedi buruh migran perempuanLampu jalanan menatap nanarSebuah spanduk...
Secercah Cahaya Semesta -54
Bocah Angin-545
Menulis dan Membaca Kebenaran Sejarah
1.Setiap orang adalah penulis sejarahFakta ditulis dengan jejak telapak dan rambut kepalaPengalaman ditulis dengan wajah dan jemari tanganKebenaran ditulis dengan rasa dan nurani jiwaSetiap pribadi adalah pemilik sejarahmeski tidak menghasilkan buku dan literasiNamun…ada juga sejarah keluarga dan sukuada sejarah adat budaya dan agamaada sejarah kerajaan dan bangsaAda sejarah negara...
Secercah Cahaya Semesta -53
Bocah Angin-545
Berlomba Mengejar Kepalsuan Diri
1.Karena saya berpikir palsu maka palsuBodoh amat dengan apa faktanyaTak peduli dengan argumen anda semuaKarena kebenaran adalah pikirankuKarena palsu atau asli harus sesuai kemauankuKarena pokoknya adalah argumentasi pribadikuJangan kalian tanya untuk apa dan siapa pikirankuInilah zaman kecanggihan digitalmari kita beradu pikiran di layar sosmedkarena kebenaran sesuai pikiran setiap pribadiAngin...
Secercah Cahaya Semesta -52
Bocah Angin-545
Topeng Solidaritas Kemanusiaan
1.Ada apa dengan matamu?Kuman di seberang lautan tampakBatu besar di depan mata tak kelihatanAtas nama kata suci imanmuengkau kotori wajahmu dengan kerakusanAtas nama solidaritas kemanusiaanengkau telanjangi harkat martabatkuBasuh wajahmu dan lihatlah di cerminGosok gigi bersihkan mulutmuBerkacalah pada bayanganmuLihatlah cahaya mentari di kepalamujawablah apa itu solidaritas sesamaPandanglah pijakan telapak kakimubacalah...
Secercah Cahaya Semesta -51
Bocah Angin-545
Wajah Ijazah dan Gelar Sekolah
1.Mulut membunyikan kata-kataagar maksud tersampaikan kepada pendengarBibir bicara mengucapkan ragam kalimatagar makna meraih telinga sesamaBahasa lahir sebagai bagian peradaban manusiaagar komunikasi terjalin dalam relasiAngin terus berhembus bagi lapar dahaga nafastanpa kata manis dan kalimat berbunga-bungaYang penting siang malam bersemibagi matahari dan bulan bintangMembiaskan sinar di tengah alam iniTanpa kreasi...