Secercah Cahaya Semesta -20
Bocah Angin-545
Ayat-ayat Makna Air Mata
1.Aku kehabisan kata-kataKetika jiwa raga tak berdayaseperti sehelai kapas terbang tinggiterbawa angin beliung entah ke manaSaat fakta masa lalu dan damba hari esokmelebur dalam luasnya samudraterbawa ombak gelombang berkelanaWaktu pengalaman suka duka dihadirkanseperti menonton wajahku di depan cermintak mampu aku mendustai faktaAir mata menetes berlinangEntah rasa bersalah tak berdayaEntah...
Secercah Cahaya Semesta -19
Bocah Angin-545
Dasyatnya Energi Kata-kata
1.Ada mantra dalam ritual adat budayaKata-kata sakral didaraskan khusyukentah demi pujian syukurentah untuk permohonan maaf ampunentah untuk berbagai harapan kebutuhanBaik dengan segenap makhluk penjaga alamBaik kepada arwah para leluhurBaik kepada para DewataBaik kepada Sang Hyang IlahiPara Pemangku Adat Budaya diharapkan menjaga dan menjaminnya berwibawa 2.Dalam kehidupan agama pun sakralAda...
Secercah Cahaya Semesta -18
Bocah Angin-545
Dinamika Sosok Kata-kata
1.Di tepi malam sunyi sepiAngin semilir mendatangi pikiranmembawa karung besar kata-katayang terkumpul dari ucapanku waktu yang laluEntah di mana dan kepada siapaEntah saat serius dan santaiEntah saat waras gembira dan waktu emosi amarahAku perlahan melihat satu per satusambil tersenyum lucu dan malukarena rupanya angin nafasku setia merekamnyaDan debu tanah...
Secercah Cahaya Semesta -17
Bocah Angin-545
Parade Kata-kata
1.Sumpah ini berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esadiucapkan dengan lantang khidmatdidampingi tokoh agama oknum yang bersumpahdi atas Kitab Suci agama pemiliknyaEntah dalam urusan kenegaraanEntah dalam organisasi sosialEntah dalam partai politikEntah dalam lembaga agamaBahkan dibuat dengan berita acaraditandatangani juga surat keputusanDanZaman sekarang ada sarana digitalnya 2.Sering jadi ironi dan tanda tanyaMengapa...
Secercah Cahaya Semesta -16
Bocah Angin-545
Dasyatnya Energi Tanya
1.Aku, engkau, dia, merekaKita semua adalah putra-putri Sang Maha Tanyaatau entah apa nama-NyaKarena bahasa manusia tak cukup katauntuk merumuskan kepastian nama-NyaMungkin kumpulan semua namadalam bahasa umat manusiaMungkin kumpulan semua tanyayang pernah dimiliki semua manusiaAtau tak ada satu pun bahasa manusia yang mampuuntuk merangkul sebuah jawabantentang apa dan siapa Sang...
Secercah Cahaya Semesta -15
Bocah Angin-545
Tarian Pelangi Sang Pelukis
1.Pesona indah lukisan semestabisa terlihat ketika ada pelangiAda perpaduan aneka warna indahentah siapa yang jadi pelukisnyaKetika hadir bias cahaya matahariSaat ada rintik air mata angkasaWaktu hadir telapak awan berkelanaAda angin melangkah berhembus dan bersenandungNamun semuanya ajaib dan mengagumkankarena bukan kreasi pikiran manusiaSehingga tidak semua saat terjadi pelangijuga bukan di...
Secercah Cahaya Semesta -14
Bocah Angin-545
Mantra Diam Sang Pemahat
1.Saksikan publikasi seorang Seniman pemahat kayuentah langsung di bengkel kreasinyaentah lewat publikasi di sosial mediaSungguh mengagumkan dan menarik keinginan tahuJiwa raga yang sedang berkelanadalam diam sedikit suaratetapi mengatakan banyak pesanbagi setiap pribadi yang peduliuntuk melihat dengan jiwa raganya Sang pemahat berkata dalam diamTentang rindu damba jiwa sanubarinyaTentang kolam nilai...
Secercah Cahaya Semesta -13
Bocah Angin-545
Syair Penenun Kain Adat
Aku seorang penerus tradisi budayadalam menghasil aneka kain adatdengan beragam ukuran dan motifdengan aneka warna dan gaya hiasanEntah apa nama keterampilankuEntah disebut apa hasil karyaku Pada mataku terlukis mata Ibukusaat aku kecil hingga dewasaketika melihat kapas diubah jadi benangsaat saksikan benang ditata dan diikat motifKetika diwarnai hingga menenunhasilkan aneka...
Secercah Cahaya Semesta -12
Bocah Angin-545
Kreasi dan Imajinasi Wajah
1.Teringat ramalan seorang tokoh leluhuryang dibagikan dalam cerita lisanBahwa nanti ada zaman terbolak-balikPerempuan ingin jadi lelakidan lelaki jadi seperti perempuanitu terlihat dari cara berbicara dan berperilakudari cara berpakaian dan penampilan diriPara orangtua seperti anak remaja dan balitaAnak remaja dan balita seperti orangtuaAda banyak yang tertawa sendiridan lebih mencintai sepotong...
Secercah Cahaya Semesta -11
Bocah Angin-545
Terbang Menyusuri Pijar Kreasi -2
1.Jarak yang jauh kini jadi dekatkarena sarana transportasi memudahkanGambar dan suara makin mudah dipertemukankomunikasi lintas wilayah dan pribadi tersediaKegiatan berbagai bidang makin efisien dilakukankarena sarana canggih mampu menyediakanPerpindahan uang dan pasar terjadi di dunia mayaPertemuan jarak jauh mampu dilaksanakanUrusan kantor dan administrasi dapat dilayani dengan komputerPijar kreasi pikiran melintas...
Secercah Cahaya Semesta -10
Bocah Angin-545
Terbang Menyusuri Pijar Kreasi -1
1.Keagungan cahaya warna warnimembias dari wajah mentarisiang malam tak pernah berhentiAda yang abadikan dalam memorinyaterpatri dalam album hati sanubariEntah keindahan saat fajar pagidari atas gunung dan bukitlemah hijau bersorak gembiraaneka bunga bermadah sukacitaBurung-burung bernyanyi membahanaDan manusia sujud menyembah Sang Pencipta 2.Kreasi zaman berganti wajahnyaIlmu dan teknologi serba menjelmapikiran manusia...
Secercah Cahaya Semesta -9
Bocah Angin-545
Serpihan Sosok Generasi Milenial
1.Dinamika kreasi semesta bergemuruhdalam roda waktu berputarPenuh misteri bagi akal pikirantak pernah tuntas dikaji tersingkapMengapa manusia terus terlahirtidak meminta dan mengusulkanUntuk apa hidup dan berkelanaMengapa harus mati dan sirnaZaman berjibaku merumuskan jawabanPeradaban berkreasi menentukan kepastiandalam kata bahasa kisah ceritaBeraneka ragam berbeda-bedadalam fakta keterbatasan dan keterpaksaanWarna-warni peradaban silih bergantiHingga kini...
Secercah Cahaya Semesta -8
Bocah Angin-545
Melukis Surga dan Neraka
1.Semesta lahirkan putra-putri Surgamenyebar ke delapan penjuru bumiterbang berkelana ke angkasa rayaberenang melintasi tujuh samudraberziarah ke alam gaib sembilan lapisSemua menghadirkan pesona Surgalokamenari tak henti di hadapan mentariTetapi…peradaban insan menulis dalam pikirananeka kisah cerita Surga dan Nerakakarena yakin bahasa bisa merangkul faktadan kata-kata mampu penjarakan misteriMisteri diri semua manusiaMisteri...
Secercah Cahaya Semesta -7
Bocah Angin-545
Berjalan Pulang ke Dalam Diri
1.Langkah kaki mengajak berhentimenyapa angin di bawah rindang pepohonanKeringat perlahan rehat berlaridipeluk raga yang rapuh galauAku telah berkelana mengejar waktumengais cahaya antara bayangan dambaTernyata harapan tak sesuai kenyataanPikiran tak mampu menangkap gebyar gemerlapantara layar gadged dan fakta pengalamanMungkin perlu rehat dan pulang sejenakmenengok nurani dan sanubariyang terkulai terkapar larakarena...
Secercah Cahaya Semesta -6
Bocah Angin-545
Perempuan dan Ziarah Tanya
1.Kepada matahari perempuan berkelanameniti tangga cahaya pagimenabur doa sepanjang harihingga senja meninggalkan ruangDia telah terbiasa dipanggang api tungkudemi hidangkan rezeki bagi keluargaDia sudah bersahabat dengan api lilin, lampu dan kobaran bara kebakaranDia sudah ditikam petir kilat dan disiram letusan gunung apiApakah aku putri cahayayang hanya memberi tanpa menerimaMengapa aku...