Secercah Cahaya Semesta -35
Bocah Angin-545
Perempuan Sejuta Mawar
1.Sebuah taman abadi mawartertata dari kaki hingga kepalanyaterawat dalam ruang rasa dan pikirannyasemerbak mewangi di hati nurani dan jiwanyaTerpatri pada namanya “Sang Ratu MawarSang Mawar Ajaib”Membagi jawaban segala tanyaberkelana ziarah melintas zamanmemeluk dan membelai setiap insanLaksana cahaya mentari dan hembusan anginuntuk setiap bijak langkah kehidupan 2.Duri-duri mawar menusuk wajah...
Secercah Cahaya Semesta -34
Bocah Angin-545
Balada Keadilan dan Perdamaian
1.Keadilan terkapar di mana-manaentah di kota hingga dusun dan hutan rimbaTerluka parah sekuyur tubuhpenuh nanah bahkan berulatbau busuk penuh nanah dan darahNafas tersengal nyawa sekarattanpa harapan bagi jutaan para korban malangPemilik kekuasaan, senjata dan modalmelakukan apa saja kehendaknyademi meraih kepuasan dan kesombongan merekaTidak ada keadilan dalam pikiran, nurani dan...
Secercah Cahaya Semesta -33
Bocah Angin-545
Melati, Purnama dan Malam
1.Langkahku menyusuri jalanan kompleksSunyi, sepi menemani lelah seharianNamunsekejab terpana pemandangan ajaibcahaya purnama membelai ratusan kembang melatiaroma wanginya menyibak wajah gulitaLangkahku terhenti mengagumi panoramaInikah misteri alam terpenuhyang selalu terjadiApakah ini sabda semesta yang selalu menggema? 2.Jiwa ragaku larut dalam pesonaseperti saksikan sebuah ritual sakralRatusan kembang putih melatilantunkan syair pujian ke...
Secercah Cahaya Semesta -32
Bocah Angin-545
Berkelana ke Alam Arwah
1.Ombak berdebat siang malamBuihnya membelai pasir pantaiLalu lenyap hilang seketikaentah ke mana tinggalkan basahSilih berganti tak pernah usaiMungkin seperti kisah manusiaLahir, hidup, matiterus terjadi tanpa hentiBerputar antara fakta dan tanya lestaridalam sejarah peradaban insani 2.Semua yang terlahir pasti kembaliEntah mengalami metamorfosaEntah kembali dalam moksaEntah berubah ajaib berinkarnasiEntah pergi penuh...
Secercah Cahaya Semesta -31
Bocah Angin-545
Merayu Relung Kesadaran
1.Kepulan asap rokok berlari pergisetelah tinggalkan semangkuk nikmat di nafaskuPercik bara kretek bergurau dengan kelip bintang-bintangLangit cerah setelah seharian hujan mengguyurbanyak kisah cerita nasibketika angkasa menangis curahkan perasaanAku teguk energi kopi pahitkudari penjual bersepeda mengayuh nasibDi wajah metropolitan yang pandai bersolekseperti perempuan cantik berdandanan menorditerpa gemerlap cahaya inovasi milenial...
Secercah Cahaya Semesta -30
Bocah Angin-545
Meretas Harmoni di Zaman Milenial
1.Gemerlap kreasi digital mempesonaEntah di layar gadget dan komputerEntah di tampilan televisi dan panggungEntah di papan iklan kendaraanEntah di halaman iklan jalan dan dinding gedungBerbagai inovasi iptek ditampilkanagar mata terpuaskan dan rasa dimanjakanagar pikiran terpana dan dijeratagar hati nurani terpikatagar sanubari jiwa terus melekatBermacam ragam keindahan diciptakandemi menjawab rindu...
Secercah Cahaya Semesta -29
Bocah Angin-545
Iman dan Gemerlap Digital
1.Pada wajah ada aneka warnasetiap pribadi melukis harapanPada mulut ada kisah ceritasetiap diri menulis sanubari jiwanyaPada jemari tangan dan kakipilihan tindakan pribadi patrikan amalApa dan siapa sujud sembahkuJadi apa dan siapakah aku inidi hadapan sesama dan Sang Maha IlahiZaman kreasikan beragam inovasiyang bisa membuat galau dilemaakan semua warisan tradisi...
Secercah Cahaya Semesta -28
Bocah Angin-545
Di Hadapan Pancaroba Musim
1.Duduk di pondok ladang sepiditemani asap kayu basahSaksikan hujan sepanjang haridisertai angin yang tak ramahTak ada nyanyian burung pipitTak ada senandung ayam bekisarSenja pergi tanpa jejak langkahGulita pun tiba tak terdugakarena alam diselimuti awan hitam dan guyuran hujanApakah sudah tiba musim hujanHaruskah bermalam di pondok inisedangkan di rumah keluarga...
Secercah Cahaya Semesta -27
Bocah Angin-545
Akal Budi Menelisik Iman
1.Dahaga membawa kebodohan ke samudraingin puaskan kehausan nalardengan meminum air asin lautan hingga keringKelaparan berkelana ke hamparan kebun ladangingin kenyangkan keserakahan seleradengan memakan habis semua panenandan menelan semua isi lumbung petaniKebodohan dan kerakusan terus berlombameraih kepuasan tanpa batas 2.Para ahli teknologi digitalberjuang pindahkan seluruh isi semesta dalam bank data...
Secercah Cahaya Semesta -26
Bocah Angin-545
Senandung Makna Perdamaian
1.Udara berlari pergi dan datangsinggah di wajah, hidung dan paru-paruAda segelintir peduli menyapadan berjuang memeluk bersahabatNamun umumnya tak pedulikarena bernafas itu biasa-biasa sajabagi yang hidup dan berkaryaberjibaku meraih aneka kebutuhanNada dan irama nafas mengalunsyair desahnya kisahkan energi“Pribadi panik ketika nafas tergangguHidup berakhir saat nafas berhenti”Adakah itu nada lagu perdamaian?...
Secercah Cahaya Semesta -25
Bocah Angin-545
Menggugat Iman Pribadi
1.Jedah di tepi senja harimengantar cahaya mentari pergiKutitipkan tanyaku pada nafas yang lelahBerapa banyak jejak langkahyang telah terpatri di bawah terik mentariAda berapa ayat tentang iman pribadiyang terbang bersama debu ditiup anginAda berapa bait cerita direkam Ibu bumiAda berapa kata amal yang dipotret angkasaAdakah syair senyum kepada sesama saudaraApakah...
Secercah Cahaya Semesta -24
Bocah Angin-545
Makna Sumpah Pemuda vs Generasi Digital
1.Sejarah mencatatkan sebuah faktaSumpah Pemuda 28-10-1928yang jadi tonggak perjuangan pahlawanAgar terlahir kemerdekaan dari penjajahPara putra-putri bersatusepakati tekad bulatkan perjuanganMenjadi Satu tanah air IndonesiaMenjadi Satu bangsa IndonesiaMenjadi Satu bahasa IndonesiaDi hadapan bangsa asing yang menjajahdengan catatan panjang kisah ceritaKarena harta bangsa dan harkat martabatterus dikuras dan dicaplokterus mendera dan membelengguMendorong...
Secercah Cahaya Semesta -23
Bocah Angin-545
Menelisik Sosok Keadilan
1.Membuka lembaran kisah lampauada samar wajah keadilantergores dalam warisan tradisiBahwa Sang Ratu Adil pasti datangmenegakkan hukum amanah semestamenjamin hak dan kewajiban asasibagi setiap insan di bumisebagai putra-putri cahaya Ilahidengan tongkat kasih sayang persaudaraandengan takhta wibawa cinta hakikiManusia terlahir untuk membawa damaiManusia adalah Nur Ilahi 2.Terpatri dalam ritual adat budayadengan...
Secercah Cahaya Semesta -22
Bocah Angin-545
Komunikasi Bunyi dan Irama Musik
1Bunyi dan irama ternyata bicaraEntah dengan syair atau instrumen sajaAda kisah sedih duka laraAda kisah cinta yang romantisAda cerita heroik perjuanganAda cerita patriotik kebangsaanAda aliran energi kehidupanAda rindu damba sejati insaniAda mantra doa jiwa raga pribadiKomunikasi dalam nada dan irama musik 2.Alat musik yang hasilkan bunyidan irama yang berbicaraTernyata...
Secercah Cahaya Semesta -21
Bocah Angin-545
Dialog Ajaib Gerak Penari
1.Mata nanar memandang takjubRasa terpesona saksikan gerakAda mantra apa wahai penaridalam lincah gesit tubuhnmudalam balutan rias dan kostummudalam pesona gemerlap energimuAku kagum menyaksikanbahkan ingin belajar menari 2.Ketika terbius aksi penariEntah di atas panggung pentasEntah di acara adat budayaEntah dalam ritual sakralEntah dalam tayangan sosial mediaEntah tari individu atau berkelompokAda...