1.Di atas trotoar lengang sepikisah lara derita perempuan digelarcerita luka darah wanita dipamerkanAda buku tentang genderAda buku tentang feminisneAda kumpulan sajak tentang perempuanAda sejarah perjuangan perempuan duniaAda catatan air mata perempuan dan anak di pelosok negeriAda tulisan nasib buruh perempuanAda kumpulan tragedi buruh migran perempuanLampu jalanan menatap nanarSebuah spanduk tulisan terikat di sepeda motor“Gentayangan Pustaka”Beberapa…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Secercah Cahaya Semesta -55
Secercah Cahaya Semesta -54
Bocah Angin-545
Menulis dan Membaca Kebenaran Sejarah
1.Setiap orang adalah penulis sejarahFakta ditulis dengan jejak telapak dan rambut kepalaPengalaman ditulis dengan wajah dan jemari tanganKebenaran ditulis dengan rasa dan nurani jiwaSetiap pribadi adalah pemilik sejarahmeski tidak menghasilkan buku dan literasiNamun…ada juga sejarah keluarga dan sukuada sejarah adat budaya dan agamaada sejarah kerajaan dan bangsaAda sejarah negara dan dunia 2.Ketika ada budaya membaca…
Secercah Cahaya Semesta -53
Bocah Angin-545
Berlomba Mengejar Kepalsuan Diri
1.Karena saya berpikir palsu maka palsuBodoh amat dengan apa faktanyaTak peduli dengan argumen anda semuaKarena kebenaran adalah pikirankuKarena palsu atau asli harus sesuai kemauankuKarena pokoknya adalah argumentasi pribadikuJangan kalian tanya untuk apa dan siapa pikirankuInilah zaman kecanggihan digitalmari kita beradu pikiran di layar sosmedkarena kebenaran sesuai pikiran setiap pribadiAngin itu pasti, tetapi tak ada yang…
Secercah Cahaya Semesta -52
Bocah Angin-545
Topeng Solidaritas Kemanusiaan
1.Ada apa dengan matamu?Kuman di seberang lautan tampakBatu besar di depan mata tak kelihatanAtas nama kata suci imanmuengkau kotori wajahmu dengan kerakusanAtas nama solidaritas kemanusiaanengkau telanjangi harkat martabatkuBasuh wajahmu dan lihatlah di cerminGosok gigi bersihkan mulutmuBerkacalah pada bayanganmuLihatlah cahaya mentari di kepalamujawablah apa itu solidaritas sesamaPandanglah pijakan telapak kakimubacalah arti kemanusiaan yang beradabApa dan siapakah…
Secercah Cahaya Semesta -51
Bocah Angin-545
Wajah Ijazah dan Gelar Sekolah
1.Mulut membunyikan kata-kataagar maksud tersampaikan kepada pendengarBibir bicara mengucapkan ragam kalimatagar makna meraih telinga sesamaBahasa lahir sebagai bagian peradaban manusiaagar komunikasi terjalin dalam relasiAngin terus berhembus bagi lapar dahaga nafastanpa kata manis dan kalimat berbunga-bungaYang penting siang malam bersemibagi matahari dan bulan bintangMembiaskan sinar di tengah alam iniTanpa kreasi tulisan dan kertasTanpa ijazah untuk polemik…
Secercah Cahaya Semesta -50
Bocah Angin-545
Dinamika Senandung Harnoni
1.Kawanan pipit merenda helai cahaya pagiButir embun dan hujan semalam masih manja memeluk hijau rerumputan dan daun pohonPara petani kampung mengayun semangat membawa mimpiSawah ladang hendak ditanami rindu dambakarena musim hujan sudah tibaKehidupan mengikuti irama musik alam semestaBukan berdasarkan teori dan debat kusir di sosmedApalagi dengan pertandingan saling mengalahkan dan menghakimiatas dasar selera dan gengsi…
Secercah Cahaya Semesta -49
Bocah Angin-545
Parade Musim Hujan
1.Padang savana kering gersangperlahan tersenyum didandani musimHujan datang basahi akar dan sirami pepohonanHutan rimba kembali hijau segarBurung dan margasatwa beraksi sesuaikan kehidupanManusia di dusun kampung mengatur irama langkahOrang kota pun beradaptasi menggubah syair kelanaAlam semesta mempunyai hukum dan sistemnyasemua makhluk ciptaan belajar mengelola kehidupan 2.Zaman berganti dan wajah alam pun menjelmaManusia makin meledak populasinyadengan aneka…







