1.Halaman kalender memotret kreasiManusia penjarakan derap waktudalam angka dan kataKarena yakin akan akal nalarnyabisa merangkul siang malam dengan bahasaseperti sudah pasti mampu menghitung jumlah rambutLalumisteri pengalamanterus diikat dan disiksadalam kepicikan selera dan kerdilnya pikiranBahasa tak pernah mampu merangkul pengalaman, fakta dan kenyataan apa adanyaApalagi hanya angka dan kataseperti debu di hadapan angin 2.Dalam lembaran setahun…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Secercah Cahaya Semesta -62
Secercah Cahaya Semesta -61
Bocah Angin-545
Merajut Syair Bulan Desember
1.November terbawa senja berlalumenyimpan nostalgia kisah ceritaAda kisah sedih bencana alamAda berseliweran saling mempersalahkanSedangkan waktu terus berputar tanpa angkaAlam terus berbenah tanpa kataManusia galau dipermainkan algoritmadalam aneka sarana digital canggihWaktu berseni Desember tiba 2.Kini telah datang bulan baruDi belahan Barat ada hujan saljumusim dingin putihkan alam dan manusiaDi sini ada musim hujanmembawa longsor, banjir dan…
Secercah Cahaya Semesta -60
Bocah Angin-545
Puing-puing Kearifan Lokal
1.Deru gemuruh mesin modernisasimelumat suara nurani komunitas di pelosok negeriterjadi dan makin menjadi-jadiDasyatnya bisa energi digitalisasimenikam dan merobek sanubari jiwaanak generasi pewaris bangsaTak peduli kasta dan lapar dahaga pribadinyaBanyak yang terbungkam dan diam dalam lara deritaBanyak lagi meregang nyawa merana tak berdayaHutan rimba gundul terbabat hilangKisah cerita adat budaya sirnaDemi angka-angka dibalut kata sakralEntah pembangunan…
Secercah Cahaya Semesta -59
Bocah Angin-545
Jeritan Doa dan Bencana Alam
1.Jerit tangis menghentak di pelosok negeriDuka lara merebak di mana-manaKarena bencana alam datang menimpaserpihan doa sayup terdengar“Ya, Allah Pencipta semesta alamApa salah dan dosa kamiBencana datang mengujam ganasLumpur dan banjir seperti buta matanyatak tahu bedakan wajah dan pangkatHarta benda hancur leburBanyak korban terluka menderitaAda juga yang meregang nyawaTolong hidup kami yang terluntaMengapa harus kami yang…
Secercah Cahaya Semesta -58
Bocah Angin-545
Pernak-Pernik Budaya Manusia
1.Kata memberi nama pada kreasi budi dayasetiap komunitas suku adat budayaAngka mencatat detak waktudinamika suka duka manusiadalam menyadari pengalaman hidupDari zaman kehidupan mengembara berpindahdan kelompok manusia memilih mulai menetaphingga kreasi pengetahuan dan teknologi terciptaMengantar ziarah peradaban silih bergantisampai tiba di zaman digital milenial iniMatahari tak berhenti bersinarOmbak gelombang samudra tidak mengeluh lelah bergerakMengapa nyatanya begini…
Secercah Cahaya Semesta -57
Bocah Angin-545
Wajah Peradaban dan Sosok Budaya
1.Angkasa menulis sosok peradabandengan pena waktu yang berlariBumi melukis sosok budayadengan warna pulau benua dan samudraManusia dipaksa menjawab pertanyaan hakikiuntuk merangkul fakta dan misteriMeskipun jawaban hanya sementaradan pertanyaan tak pernah habisPeradaban silih berganti bersemiseperti cahaya mentari siang malamAneka budaya laksana ombak gelombang samudra menghempas pasir pantai 2.Merah kuning hitam putihwarna kulit pribadi suku bangsa.yang dipeluk…
Secercah Cahaya Semesta -56
Bocah Angin-545
Menggapai Khasanah Warisan Budaya
1.Aku terlahir di TimurEngkau terlahir di BaratDia terlahir di UtaraMereka terlahir di SelatanKita semua sama tanya dan misteriMengapa harus terlahir dan seperti iniTidak ada yang meminta terlahirApalagi memaksa jadi manusiaMungkin kita putra dari aneka planet angkasaMungkin kita putri dari daratan dan samudraAtaukah kita miniatur dari jahat semestadalam dinamika misteri kreasi Sang Ilahi 2.Katanya kita sesama…







