1.Pada lembaran almanak pasir pantaiSiang malam tak pernah berhentiGelombang mencatat dan ombak menulisTentang kisah harapan nelayan menjala ikanTentang rindu pelaut pada pelabuhanTentang mimpi para penumpang berziarah kelanaTentang suka duka peradaban zamanyang selalu dibawa air sungai ke muaralalu disambut tanpa sortir bunda samudraMeskipun banyak manusia tak peduli membacakarena jiwa raga dikuasi tamak seleradan lupa akan hakikat…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Secercah Cahaya Semesta -76
Secercah Cahaya Semesta -75
Bocah Angin-545
Musik Alam dan Tarian Semesta
1.Dawai langit dipetik para Dewataguntur petir kilat bunyikan melodi misterimengalun dalam rasa hati nurani menggetarkan pesona jiwa sanubariAngin berhembus gemulai dan lincahmengajak pepohonan rumput dan ilalang bergoyangSamudra bergemuruh padukan suarabergelora dalam ombak gelombang merayu pantai pasir dan karangEntah apa reaksi setiap pribadi manusia 2.Ketika burung-burung bernyanyimargasatwa pun berdendang riangAwan berderet kibaskan selendang gemulaidisoraki cahaya mentari…
Secercah Cahaya Semesta -74
Bocah Angin-545
Kepak Sayap Imajinasi
1.Angin berhembus membelai wajahKupacu kudaku berlari kencangMenerjang hamparan padang ilalangMendaki bukit dan lintasi gunungIngin saksikan keindahan alam negerikuyang kaya akan sumber daya alamnyaBerharap menjumpai saudara sebangsakudengan beragam suku adat budayanyaMereka tersenyum ceria bahagia sejahterakarena saling menghargai dan sejahtera hidupnya 2.Damba membawa aku terbangRindu kepakkan sayap imajinasiMenyibak awan dan mega mendungMeraih angkasa memetik bintangagar nanti kubawa…
Secercah Cahaya Semesta -73
Bocah Angin-545
Di antara Serpihan dan Puing
1.Serpihan puing berserakanKetika bencana dasyat datang menerjangKorban nyawa terkapar dan hilangEntah bagaimana harus menanganiKorban harta hancur leburEntah siapa yang bisa diharapkanKorban yang terluka dan tak berdayaEntah kapan mendapat pertolonganTanya bergentayangan mencekam pilu“Apa salah dan dosa kamiMengapa harus kami yang jadi korbanMengapa alam ganas marah mengamukDi manakah Sang Ilahi Maha Adil?” 2.Serpihan puing berserakanmengotori wajah seluruh…
Secercah Cahaya Semesta -72
Bocah Angin-545
Mengais Serpihan Tumpah Darah
1.Kami tidak pernah meminta terlahir di tanah inidengan orangtua leluhur yang demikiandengan alam lingkungan yang seperti iniKami juga tidak menyuruh tali pusar dan darah tumpah terkubur di tanah inidengan warisan tradisi adat budaya iniPengalaman nyata ini semua tanya dan faktaIni semua ada dan terus terjadiEntah karena hukum alam semestaEntah karena doa orangtua dan rindu damba…
Secercah Cahaya Semesta -71
Bocah Angin-545
Memburu Purnama dan Senja
1.Sudah seribu kali kupotret wajahmu Purnamatetapi tak pernah sekalipun sama hasilnyaTelah kutemui ratusan kesempatannamun pesonamu senja selalu berbedaApakah kalian berdua sudah janjianuntuk menipu matakuAtaukah memang sejatinya purnama dan senja itu bunglonMungkinkah itu salah kameraku atau tempat aku berdiri membidikKapan senja dan purnama mau bicara padaku?Jangan sampai tak boleh kagumi senja dan memburu purnama 2.Menyusuri pantai…
Secercah Cahaya Semesta -70
Bocah Angin-545
Menggugat Keadilan Bencana
1.Kepadamu hujan, banjir dan longsorJawablah kami yang jadi korban bencanaApakah keluarga kami yang mati dan hilangadalah pembabat hutan dan penggundul belantarasehingga tidak menahanmu sesuai hukum alam lingkunganApakah jemari kerakusan kami yang mengoyak tanah dan merampok isi mineral di perut bumiApakah kami rakyat jelata ini yang membuat perkebunan dan lakukan penambangan?Kami tunggu jawaban adilmu 2.Kepadamu gempa…







