Jejak Kelana Nafas-5
Bocah Angin-545
Kucoba Menghitung Desah Nafas
1.Goresan Desah Nafas -1 Desah nafasku berlarimemburu roda-roda peluangyang jatuh dari istana Sang Waktudan tak pernah bisa menungguApalagi datang mengulang kembali Sering nafasku kecewakarena kecepatan langkahnya kalahdari derap waktu yang angkuhpada aneka keterbatasan insanInilah tanya tanpa jawabanmengapa terlahir dalam kehidupan Aku coba menenangkan nafasagar setia terus berhembusagar tabah temani...
Jejak Kelana Nafas-4
Bocah Angin-545
Menyibak Warna Langit
1.Ketika awan berarak menari gemulaikusebut itu pesona putih gaun bidadari langitSaat tabir hitam pekat menutupi langitkuyakin itu jubah kemarahan penjahat angkasaWaktu hujan mengucur deras membasahi mataku dan wajah bumikukatakan pasti angkasa menangis meratapi cakar kejam peradabanBerbeda saat melintasi tingkat angkasamelampaui awan, kabut pekat dan hujan derasApakah mataku salah membaca...
Jejak Kelana Nafas-3
Bocah Angin-545
Jika Samudra tak Asin
1.Bocah-bocah telanjang badanbersukaria mengejar ombak pantaiDipeluk mesra jemari pasirdiajak menggali lubang keringkan samudraTetapigelombang sadarkan mimpi merekadengan menyapu halaman khayalannyadan basahi lidah mereka dengan rasa asinnya lautDi sekolah para bocah diajarkan bernyanyi“Nenek moyangku orang pelaut… “Hidup adalah berlayar menerjang ombak gelombang samudra 2.Para Ibu dengan tanah berjuangmembuat tungku dapur menyalamemasak...
Jejak Kelana Nafas-2
Bocah Angin-545
Membaca Almanak Debu Tanah
1.Aku debu tanahtidak punya kata dan bahasaapalagi memutar balik kata-katauntuk sembunyikan fakta kejadianAku debu tanahtidak punya deretan angkauntuk membuat perhitungan jumlahentah tambah dan kurangentah perkalian dan pembagiantentang harta kekayaan dan jabatanAku debu tanahtidak punya lipstik dan parfumtidak miliki alat kosmetik untuk bersolekAku tidak punya semuanyatetapi semua kepunyaan manusia dari...
Jejak Kelana Nafas-1
Bocah Angin-545
Memburu Mentari dan Melumpuhkan Cahaya
1.Jarum waktu membekali nafasaku belajar berjalan dengan langkah mimpimembangun tangga awan ke angkasauntuk mendirikan pondok di awanAku berlari dengan kaki imajinasimemasang jerat damba dan jala rinduIngin kutangkap seribu kaki cahaya suryaagar bisa penjarakan mentariBiar sang maha cahaya berhenti bersinar 2.Kesaktian data dan angkasekarang menjelma dalam dataKecanggihan algoritma dalam aneka...
Secercah Cahaya Semesta -90
Bocah Angin-545
Menulis Akhir dan Awal Tahun
1.Deretan pengalaman dalam angka dan kata kalenderterpatri alami dalam catatan debu tanahterekam pasti dalam potret angkasaEntah kita sempat mengingat dalam memoriEntah sempat diabadikan dalam rekaman foto dan videoEntah mampu ditulis dalam catatan dan bukuEntah dikenang dalam sejarahSemua ada dan terjadi dalam ruang dan waktu 2.Pada akhir tahun kalenderberbagai cara...
Secercah Cahaya Semesta -89
Bocah Angin-545
Menghitung Derap Roda Waktu
1.Detik-detik harapan menikam jejak kakimenusuk seluruh bagian tubuhagar berlari meraih kebutuhanmeskipun tidak semua bisa digapaiMenit-menit jarum menjahit desah nafasseakan bisa menahan derap roda waktuAku tertipu bunyi, kata dan angkaseolah-olah pasti bisa mengurung laju mentariuntuk menulis seluruh isi jagat semestadengan penampilan cahaya misterijadi jutaan halaman buku sabda abadi 2.Jarum jam...
In Memoriam:
Rm. FX Mudji Sutrisno, SJ
Sebagai satu ungkapan terima kasih, dan pamit kepada Romo Mudji, berikut saya goreskan ayat kagum dan syair bangga pada ‘Sketsa Nafas’ beliau Sketsa Ziarah NafasRIP Rm. FX Mudji, SJ Pada mulanya tanya menjelma nafasLangkah bersemi semaikan benihdi hamparan sawah ladangTumbuh abadi bersama ombak gelombangMenyulam rindu di lembaran pasirdicatat angin...
Secercah Cahaya Semesta -88
Bocah Angin-545
Suara Sumbang Para Gembala
1.Sudah sekian kali aku saksikan kandang NatalSelain ada patung bayi mungil Yesusdidampingi Ibu Maria dan Yosefada juga Malaikat dan bintang tergantungPasti ada para gembalayang kagum, galau dan penuh tanyasaksikan peristiwa ajaib maha dasyatSeperti mendengar dongeng atau mimpipadahal nyata diliihat, didengar dan dialamimeski tak mampu mengatakan apa punMemang mereka hanya...
Secercah Cahaya Semesta -87
Bocah Angin-545
Membaca Catatan Palungan
1.Bukan air yang dituangkanuntuk minuman bagi domba-dombaBukan rumput yang ditempatkanuntuk makanan hewan-hewanTetapiTangan seorang perempuan sahajaLembut membersihkan dan membalut lampinlalu membaringkan seorang bayi mungilEntah siapa yang memberitakanEntah siapa yang kemudian menulisEntah siapa yang pandai berkhotbahbahkan menjelaskan dengan aneka teori dan bukuPadahal tidak mengalami dan menyaksikan peristiwanyaNatal terus dirayakan beragam gaya...
Secercah Cahaya Semesta -86
Bocah Angin-545
Menantikan Datangnya Para Raja
Bencana ini telah lahirdatang menerjang dan merenggut korbanDuka lara derita ini terus datang meradangterlantar, dibiarkan dan galauDi manakah para Raja itumembawa emas, dupa dan murKapankah datang para Raja itumembawa solidaritas, bantuan dan pertolongan? Lapar dan haus tak bisa ditundaHujan terus mengguyur, karena musimTetapi lara derita itu bukan karena musimKami...
Secercah Cahaya Semesta -85
Bocah Angin-545
Laskar Hujan dan Roda Kereta
1.Anganku terbang gelora berpacuantara menangkap guyuran literasi hujandan derap roda kereta menggilas rel nafasKemarin aku telah mencatat seribu jejakSekarang coba kubaca dalam memoarada perjumpaan dan perpisahanAda harapan dan kenyataanAda suka duka dalam kisah ceritaAku ada dalam gerbongKereta terus berlari bergeloraHujan terus mengguyur kata 2.Pada lembaran almanak nafaskutak mampu berdusta...
Secercah Cahaya Semesta -84
Bocah Angin-545
Remah Puing Makna Kelahiran
1.Di Kandang Hewan Itu Malam sunyi senyap sepimisteri mengembara dan berhentiMimpi jadi kisah cerita abadidalam inkarnasi kreasi dan inovasi insaniRibuan sosok wajah silih bergantijutaan makna arti terus bersemiantara yang Ilahi dan insaniantara kandang hewan dan derap zaman ini Kandang hewan jadi saksiepisode kreasi Revolusi IlahiHanya seorang perempuan jadi saksiperistiwa...
Secercah Cahaya Semesta -83
Bocah Angin-545
Seandainya Ada Revolusi Natal 2025
1.Tidak ada pohon Natal berkilau megahTidak ada lagu dan instrumen Natal bergemaTidak ada paduan suara mempesonaTidak ada gedung megah, ruangan ber-AC dan pernak pernik hiasan indah NatalTidak ada ornamen kandang Natal istimewaTidak ada pakaian mahal dan aroma wewangian parfumTidak juga tersedia deretan kue dan hidangan lezat NatalHanya ada wajah...
Secercah Cahaya Semesta -82
Bocah Angin-545
Melukis Sosok Ibu – Mama
Wahai Mama dan para IbuAku juga teringat akan dirimukarena ada perayan Hari IbuPadahal…dalam keseharian rutinitaskusering terlupa peran dan jasamudalam seluruh langkah nafasku Mama,Engkau tidak mengatur sosok hadirku dalam adamuEngkau pun tidak meminta jadi IbukuTetapi nyata ada dan terjadisebuah misteri abadi tak bertepi Selamat Hari Ibu, MamaInilah serpihan sadarkudan sehelai...