1.Tidak ada pohon Natal berkilau megahTidak ada lagu dan instrumen Natal bergemaTidak ada paduan suara mempesonaTidak ada gedung megah, ruangan ber-AC dan pernak pernik hiasan indah NatalTidak ada ornamen kandang Natal istimewaTidak ada pakaian mahal dan aroma wewangian parfumTidak juga tersedia deretan kue dan hidangan lezat NatalHanya ada wajah lusuh galaubanyak yang tak mandi berbaju…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Secercah Cahaya Semesta -83
Secercah Cahaya Semesta -82
Bocah Angin-545
Melukis Sosok Ibu – Mama
Wahai Mama dan para IbuAku juga teringat akan dirimukarena ada perayan Hari IbuPadahal…dalam keseharian rutinitaskusering terlupa peran dan jasamudalam seluruh langkah nafasku Mama,Engkau tidak mengatur sosok hadirku dalam adamuEngkau pun tidak meminta jadi IbukuTetapi nyata ada dan terjadisebuah misteri abadi tak bertepi Selamat Hari Ibu, MamaInilah serpihan sadarkudan sehelai terima kasihku bagimuKucoba melukis sosok pribadimudan…
Secercah Cahaya Semesta -81
Bocah Angin-545
Ziarah Menyibak Mimpi
1.Pada mulanya adalah mimpiMimpi seorang gadis belia sahajamenginjak purnama dan nagamenelan mentari, planet dan angkasadan deretan bintang menari keliling raganyaSemesta jadi titik kecil di bola matanyaWaktu ditarik dalam desah nafasnyaDirinya didaulat menjadi Bunda sorga bumiIbu dari Sang Sabda dan Bunda segala bangsa manusiauntuk menulis sejarah Revolusi IlahiBukan dengan kekayaan dan kekuasaanBukan dengan harta benda dan…
Secercah Cahaya Semesta -80
Bocah Angin-545
Literasi Laskar Semut
1.Aku coba menelusuri halaman almanakCatatan harian laskar semutyang ditulis dalam diam misteriDengan bisikan cinta saat berciumansetiap kali ada perjumpaanBukan dengan gadget untuk sosmedatau dengan komputer untuk kreasi digitalMereka berkelana di mana-manaentah di dalam gelap bawah tanahentah di pondok reot dan gedung bertingkatentah di dalam kendaraan hingga kapal laut dan pesawat udaraentah di tempat sampah dan…
Secercah Cahaya Semesta -79
Bocah Angin-545
Memulung Remah Kemanusiaan
1.Kawanan burung pipit bersukacitaTerbang di antara rerumputan hijaudipeluk pijar cahaya pagi ceriadisapa senyum butiran embun berkilauMereka memanen rezeki meski tidak menanamTelapak petani sahaja melangkahdigendong kerikil dan debu jalanan setapakmembawa rindu damba pasrahdatang menabur benih harapan di ladangYakin memanen cinta di ujung musimKarena bumi tumbuhkan doa yang ditanamKarena percaya langit siapkan panenpada ayat-ayat pasrah di setiap…
Secercah Cahaya Semesta -78
Bocah Angin-545
Bencana Membawa Nikmat
1.Tidak ada yang mau berdoameminta suka lara derita itu datangmenimpa dirinya dan keluarganyaTak ada yang ceria bahagiasaksikan harta benda dan kampung halaman direnggut bencanaYang jadi korban lenyap dalam banjir lumpurYang melayang nyawa bisu dibawa lahar erupsiHanya tersisa kenangan pedihTinggal tanya mengapa tanpa jawabanMengapa mesti merekaApa salah dosa merekaKapan lara derita ini akan sirna? 2.Ada anomali…
Secercah Cahaya Semesta -77
Bocah Angin-545
Mencoba Merayu Langit
1.Lidah bencana dipenuhi lumpurcoba bicara, tetapi tak ada suaraPekik rintihan pepohonan menikam tenggorokanLumpur tamak menyumbat mulutSampah berserakan menutup lubang hidungSemua terbawa arus selera kemunafikanDatang menerjang manusia, rumah perkampunganMembawa mereka menemui muara dan samudraJutaan tanya tak temukan jawabankarena alam tak bisa disogok atau dibohongi 2.Ada suara para pejabat munafikmencoba merayu luas angkasaagar jangan katakan kisah penyebab…







