Jejak Kelana Nafas-25
Bocah Angin-545
Parade Kebebasan di Layar Maya
1.Jemari begitu lincah menoreh layar mayaAda aneka sosok ditampilkan vulgarAda berbagai wajah kreasi dipertontonkanAda jutaan kisah cerita fiktif dan rekayasaAda beragam berita dipublikasikanEntah untuk apa dan siapaEntah sesuai kenyataan atau imajinasiEntah demi kepentingan apa dan mengapaMungkin inilah parade kebebasan zamanMungkin inilah puncak emas kecerdasan pikiranAtaukah ini fakta keterasingan manusia...
Jejak Kelana Nafas-24
Bocah Angin-545
Potret Anomali Zaman
1.Inikah Zaman Edan Edan itu sering berarti gilaGila itu artinya pikiran tak warasPikiran tak waras artinya pribadinya sakitDanjika banyak pribadi sakit bertambahmaka terjadi situasi tidak normalBagi kehidupan para edan itubagi komunitas adat budayabagi masyarakat secara sosial dan politikMungkin juga satu bangsa dan negaraMungkin juga seluruh bangsa manusiaApakah ini takdir...
Jejak Kelana Nafas-23
Bocah Angin-545
Tangan-tangan Misterius
Gemerlap kecanggihan zamantelah butakan jutaan mata ragaagar tidak mampu bedakan warnaTelah membunuh mata nurani dan jiwa manusiaAgar tak tahu soal benar dan salahApalagi tentang tangan siapa pelakunya Tabir raksasa bertenaga saktitelah membungkam ribuan mulut generasiagar jangan katakan kenyataanluka lara derita nasibyang terus mendera penuh kuasa kerakusanKarena mereka pemilik kebenaran...
Jejak Kelana Nafas-22
Bocah Angin-545
Dalam Geliat Alam Lingkungan
Jutaan panah air menikam bumidiiringi gulungan angin badai menerjangHujan desas banjir melandaLongsor dan aneka bencanaEntah itu amarah angkasaEntah itu berkah langitEntah itu jawaban atas air mata para korbanEntah itu hukuman semesta Kreasi manusia terus bergeloramau kuasai sesama dan alam lingkungandengan kecanggihan iptekBumi dikoyak isi perutnyaHutan belantara terus digunduliSamudra pun...
Jejak Kelana Nafas-21
Bocah Angin-545
Denting Melodi Misteri
1.Sajak Abadi Angin Aku tidak punya gedung dan istanaAku juga tidak punya rumah atau pondokAku berkelana ke mana-manatak ada milik untuk meletakkan kepalaEntah…apa dan siapa akuEntah…mengapa manusia berikan aku banyak namaEntah…mengapa aku ada dan tercipta Aku dengarkan kisah ceritatentang semua isi semestaAku rekam berbagai peristiwatentang jagat raya dan manusiaTetapientah...
Jejak Kelana Nafas-20
Bocah Angin-545
Dari Tepi Gemerlap Sunyi
1.Janganlah… Janganlah…kau coba berkata benciKarena angin tak ada rumahnya Janganlah…kau selalu berkata cintakarena aku tak tahudan kau tak perlu Janganlah…kau selalu marah padakukarena air samudra pasti asin dan berombak Janganlah…kau katakan suka atau dukaKarena selalu ada siang dan malam 2.Senja yang Horor Pada garis batas senjaRibuan sosok wajah terkaparpenuh...
Jejak Kelana Nafas-19
Bocah Angin-545
Nasib Para Pemilik Semesta
Bayi-bayi sahajamembasahi wajah peradaban dengan air matanyaMenangisi nasib sejarah kelana manusiayang dipeluk luka lara deritakarena lupa pada amanah Pencipta Bocah-bocah generasiMatanya menyinari buana dan angkasaSenyumnya menyejukkan terik damba semestaKetawa cerianya menghibur kemiskinan nalaryang melukis terus sejarahdalam tuli nalar dan buta jiwa Anak-anak tunas beliamenghembus nafas segarkan udarabergerak lincah mengurai...
Jejak Kelana Nafas-18
Bocah Angin-545
Luka, Lara, Derita
Aku …membawa luka berkelanaAku …rasakan lara dalam darahAku …hirup dan hembuskan derita dalam nafasAku…datang berziarah di padang tanyadengan luka lara derita Aku …Apakah putera luka dan puteri laraApakah aku generasi pewaris derita? Wahai luka dan laraJawablah akuInikah warisan kearifan peradaban leluhur? Wahai derita …Katakan kepadakuApakah ini kehendak Sang Pencipta?...
Jejak Kelana Nafas-17
Bocah Angin-545
Mercusuar Paradoks
Mata-Mubercahaya tak hentibagi semua isi semesta tanpa kecualiWajah-Mubertabur bintang dan sinar purnama Tangan-Mu penuh kasihdalam gulitamerangkul semuatanpa membedakan dan memilih Cinta-Mu tak bertepialirkan udara bagi nafas semua makhlukKesetiaan-Muadalah debu tanahyang selalu menggendong dan menyusuisetiap lapar dahaga manusia Kebijaksanaan-Muadalah samudradengan ombak gelombang kemurahantak bertepi mengabdi pasir pantai Tetapi …sadarkuhanya serpihan...
Jejak Kelana Nafas-16
Bocah Angin-545
Tanyaku Mencari-Mu
Ketika aku biasa bertanyaEngkau Sang Maha Tanyabagi damba pikiranku yang papa Ketika aku coba bersujudEngkau melebur di debu tanahyang tak cukup jemariku memeluk Ketika aku menatap angkasaEngkau mentari, bulan, bintang dan awanyang luasnya tak terjangkau angan Ketika aku pejamkan mataEngkau gulita, pekat, kelam kesunyiandalam diam abadi kedalaman Ketika aku...
Jejak Kelana Nafas-15
Bocah Angin-545
Perjumpaan Makna
Energi api tersenyummenuntun jemari dan telapak tangankuBibirku erat setiamemeluk gulungandambamenanti sebagai pribadi berkuasa dan saktiproklamirkan kesombongan diridan kebodohan dikuasai gengsitanpa nitani dan jiwa sanubari Api dan gulungan damba berjumpaBara dan asap bercumbu mesralalu berkelana dengan sayap dambaTak peduli api ke mana sirnakarena aku berkelana meraih selerasebagai sosok penguasa semesta...
Jejak Kelana Nafas-14
Bocah Angin-545
Menyibak Hitam Putih
1.Hitam, Pekat, Gulita, Kelam Mata tertikam faktaPikiran mengurai kenyataanPengalaman terbang mengembaraAntara hitam dan putihAntara pekat dan terangAntara gulita dan siangAntara kelam dan warna-warni Hitam itu ada dan terjadiPekat itu kenyataan bersemiGulita itu pengalaman penuh artiKelam itu dinamika refleksiAntara mata dan pikiranAntara kenyataan dan pengetahuanAntara kata dan pengalamanAntara tanya dan...
Jejak Kelana Nafas-13
Bocah Angin-545
Inikah Sandiwara Kehidupan
1.Yang lara nestapa tak berdayasemakin bertambah banyak jumlahnyaEntah memang terlahir untuk menderitaEntah harus jadi korban sesamaEntah sudah takdir alam semestaEntah ini hanya lakon sandiwara zamanTanya tanpa suara dan tiada jawaban pastiKenyataan pengalaman tetap misteriyang merebak di seluruh pelosok negeri iniYang juga terjadi di berbagai belahan dunia iniYang diberitakan media...
Jejak Kelana Nafas-12
Bocah Angin-545
Di Hadapan Kobar Ganas Bencana
1.12 Desember 1992Gempa dan tsunani dasyat menerjang pulau FloresBeribu korban nyawa direnggutapalagi kehilangan harta bendaTak terbayangkan bencana ituTak ada yang meminta datangnyaTak satu pun korban senyum menyambutnya Sudah 33 tahun jadi memori hitamAneka reaksi menyibak tabir misteriMasing-masing mencari makna bagi diriMereka yang hilang nyawa pergiYang hidup pun mencari hikmah...
Jejak Kelana Nafas-6
Bocah Angin-545
Belajar Malu pada Udara
1.Bernafas…Menghirup udaraMelepas udaraTerjadi beribu dan jutaan jumlahnyaJarang kusadari ada dan terjadiPadahalLuar biasa dan sedemikian dasyatkarena tak ada nafas terjadihidupku juga tak terjadisegalanya sia-sia belakakarena jiwa raga pasti sirna Banyak kesempatan berlalutak pernah kuhiraukan adamuKetika batuk pilek mengganggusempat aku sibuk mencari obatKetika paru-paru bermasalahaku panik mencari bantuanSaat aktivitas nafas berhentiaku...