“Idealis itu baik, ketika hidup ini dimaknai demi kemaslahatan sesama.” -Mas Redjo Ketika remaja, saya ingin jadi seorang idealis yang berpegang teguh pada prinsip untuk mewujudkan ide besar itu jadi kenyataan. Tapi seiring perjalanan waktu, ternyata saya adalah seorang pemimpi yang malas. Ide besar itu sekadar di angan-angan, karena saya tidak berusaha dan berjuang untuk…
Kategori: MAS REDJO
Izinkan Kami untuk Tidak Tersenyum
“Maaf! Jika saya tidak tersenyum itu jangan diartikan sedang sakit gigi atau, karena senyuman itu mahal harganya. Saya prihatin, bahkan bersedih hati, karena para orangtua kehilangan kepedulian pada anak-anaknya sendiri dan para pemimpin membutakan hati dengan penderitaan rakyatnya akibat ketamakan kroninya yang merusak alam. Memiliki komitmen untuk tidak tersenyum, saya lalu memplester mulut sendiri. Jika…
Ikuti Arus menuju ke Tepian Harapan
“Jual diri itu mengingkari hati nurani. Tapi berjualan komuditas secara cerdas itu untuk menangguk cuan.” -Mas Redjo Untuk selalu bersyukur dan cepat beradaptasi itu yang saya lakukan guna menyiasati persaingan dunia usaha yang makin komplek, berat, dan kompetitif ini. Saya sadar sesadarnya, kemajuan teknologi yang dahsyat itu harus diikuti, dicermati, dan diantisipasi agar saya tidak…
Berjiwa Besar, karena Mengasihi
“Sepandai-pandainya seseorang itu menutupi aibnya, pasti tercium juga baunya.” Ternyata berani bersikap jujur itu berat dan sulit. Tragisnya banyak orang menanam pohon ketidak-jujuran itu untuk memanen buah-buah kekecewaan, penyesalan, dan aib. Hal itu pula yang terjadi pada anak Ibu Aa, yaitu PR. Ibu Aa meminta PR untuk jujur dan berterus terang. PR bukannya mengaku, melainkan…
Akulah si Pemberontak itu
“Maaf! Jangan salah interpretasi. Saya jadi pemberontak itu tidak terpaksa, tapi sadar. Karena saya harus mengalahkan ego sendiri.” –Mas Redjo Sejatinya saya tidak memusuhinya, tapi yang tepat dan benar adalah, mengalahkan dan mengendalikan si ego itu agar tidak menguasai dan memenjarakan saya dalam benteng kebahagiaan semu. Saya tidak mau dicekoki dengan segudang kemudahan, karena bagi…
Orang Benar itu Berlimpah Berkat-Nya
“Kebenaran harus diungkap, meski kenyataannya itu pahit.” -Mas Redjo Belajar untuk meneladani Yohanes Pembaptis, kita diajak untuk makin merunduk dan merendahkan diri serendah-rendahnya agar orang lain tidak bisa merendahkan kita lagi. Pengalaman itu terjadi, ketika saya menagih teman yang berhutang barang. Tidak dibayar, sebaliknya saya didampratnya sebagai orang yang tidak tahu diri. Karena usaha saya…
Wasiat Cinta
“Ibarat lampu, wasiat itu harus diisi minyak agar tetap menyala dan jadi penerang hidup.” -Mas Redjo … Hal itu yang saya lakukan dalam hidup keseharian agar cinta kami tidak padam, meski suami telah mendahului berpulang ke hadirat-Nya. Saya sentimental? Tidak! Saya juga tidak cengeng, dihanyutkan emosi atau romantisme kisah kasih masa lalu. Semua ini saya…







