Dengarkan dan Ikuti Suara Hatimu
“Hati-hati dengan suara-suara dari dunia kegelapan agar tidak terseret dan kita dipenjara di dalamnya. Tapi dengarkan dan ikuti suara hati untuk memerdekakan jiwamu.” -Mas Redjo … Memohon rahmat kebijaksanaan itu setiap hari saya lafalkan pada Allah untuk menafasi hidup ini agar saya jadi pribadi yang rendah hati. Saya mohon...
Membangun Keluarga Bahagia
“Sesukses-suksesnya membangun karier, lebih hebat itu mereka yang sukses membangun keluarga bahagia.” -Mas Redjo … Apa artinya kita sukses berkarier, jika keluarga berantakan? Apa artinya pula seseorang memiliki dunia, tapi kehilangan nyawanya? (Mat 16: 26) Sesungguhnya, keluarga bahagia itu dambaan setiap insani, tidak terkecuali saya. Untuk mewujudkan keluarga bahagia...
Berjuang Menuju Yerusalem Baru
“Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Untuk sukses mencapai hasil akhir itu adalah milik mereka yang taat dan setia pada kehendak-Nya.” -Mas Redjo Menyangkal diri, memanggul salib, dan mengikuti Yesus (Mat 16: 24) adalah komitmen pengikut-Nya. Hal itu yang harus dijalani sepenuh hati dengan menomorsatukan Dia di atas segala-galanya di...
Natal yang Teristimewa
“Dalam kerendahan hati, jiwaku mengagungkan, Natal itu sungguh teramat istimewa.” -Mas Redjo … Bagi saya, Natal adalah peristiwa yang sangat luar biasa, membawa terang bagi jiwaku untuk ke luar dari kegelapan dan dosa. Jiwa yang diterangi cahaya Natal itu sudah semestinya dijaga agar nyalanya tidak meredup, apalagi padam. Kita...
Ikhlas Hati itu Melancarkan Rezeki
“Langkah cerdas untuk menyiasati dunia usaha yang makin lesu itu adalah, bersikap ikhlas hati agar rezeki kita dilancarkan.” -Mas Redjo … Ketika dunia usaha terseok-seok dan anjlok, semangat ikhlas hati itu saya pompakan ke relasi yang datang sesambat atau mengeluh kepada saya. Tujuan saya agar mereka itu tidak menyerah....
Idealis: Mandiri dan Bermakna
“Idealis itu baik, ketika hidup ini dimaknai demi kemaslahatan sesama.” -Mas Redjo Ketika remaja, saya ingin jadi seorang idealis yang berpegang teguh pada prinsip untuk mewujudkan ide besar itu jadi kenyataan. Tapi seiring perjalanan waktu, ternyata saya adalah seorang pemimpi yang malas. Ide besar itu sekadar di angan-angan, karena...
Izinkan Kami untuk Tidak Tersenyum
“Maaf! Jika saya tidak tersenyum itu jangan diartikan sedang sakit gigi atau, karena senyuman itu mahal harganya. Saya prihatin, bahkan bersedih hati, karena para orangtua kehilangan kepedulian pada anak-anaknya sendiri dan para pemimpin membutakan hati dengan penderitaan rakyatnya akibat ketamakan kroninya yang merusak alam. Memiliki komitmen untuk tidak tersenyum,...
Ikuti Arus menuju ke Tepian Harapan
“Jual diri itu mengingkari hati nurani. Tapi berjualan komuditas secara cerdas itu untuk menangguk cuan.” -Mas Redjo Untuk selalu bersyukur dan cepat beradaptasi itu yang saya lakukan guna menyiasati persaingan dunia usaha yang makin komplek, berat, dan kompetitif ini. Saya sadar sesadarnya, kemajuan teknologi yang dahsyat itu harus diikuti,...
Berjiwa Besar, karena Mengasihi
“Sepandai-pandainya seseorang itu menutupi aibnya, pasti tercium juga baunya.” Ternyata berani bersikap jujur itu berat dan sulit. Tragisnya banyak orang menanam pohon ketidak-jujuran itu untuk memanen buah-buah kekecewaan, penyesalan, dan aib. Hal itu pula yang terjadi pada anak Ibu Aa, yaitu PR. Ibu Aa meminta PR untuk jujur dan...
Akulah si Pemberontak itu
“Maaf! Jangan salah interpretasi. Saya jadi pemberontak itu tidak terpaksa, tapi sadar. Karena saya harus mengalahkan ego sendiri.” –Mas Redjo Sejatinya saya tidak memusuhinya, tapi yang tepat dan benar adalah, mengalahkan dan mengendalikan si ego itu agar tidak menguasai dan memenjarakan saya dalam benteng kebahagiaan semu. Saya tidak mau...
Orang Benar itu Berlimpah Berkat-Nya
“Kebenaran harus diungkap, meski kenyataannya itu pahit.” -Mas Redjo Belajar untuk meneladani Yohanes Pembaptis, kita diajak untuk makin merunduk dan merendahkan diri serendah-rendahnya agar orang lain tidak bisa merendahkan kita lagi. Pengalaman itu terjadi, ketika saya menagih teman yang berhutang barang. Tidak dibayar, sebaliknya saya didampratnya sebagai orang yang...
Wasiat Cinta
“Ibarat lampu, wasiat itu harus diisi minyak agar tetap menyala dan jadi penerang hidup.” -Mas Redjo … Hal itu yang saya lakukan dalam hidup keseharian agar cinta kami tidak padam, meski suami telah mendahului berpulang ke hadirat-Nya. Saya sentimental? Tidak! Saya juga tidak cengeng, dihanyutkan emosi atau romantisme kisah...
Hidup Bakti
“Jadi anak berbakti pada orangtua itu membahagiakan hati Ayah dan Ibunya. Teristimewa lagi adalah, jika kita taat dan setia pada kehendak Allah.” –Mas Redjo Tidak ada orangtua di dunia yang mengharapkan anaknya itu hidup menderita dan sengsara, apalagi Allah yang anugerahi hidup ini. Saya sungguh terinspirasi dan termotivasi dengan...
Siapa Bilang, Orang Baik itu Dimusuhi…
Lho?! Yang bener. Jangan tendesius dan berprasangka buruk, ah. Kau ini sok tahu. Apa benar orang baik itu dimusuhi, dicaci, atau difitnah?! Dasarnya apa, ngomong seperti itu. Coba kendalikan diri dan kontrol emosi. Jangan ‘gusra-gusru’, dan mulut ini asal ngejeblak. Ntar malu sendiri, kan tengsin. Coba tanya yang bersangkutan....
Menanak Nasi Dijadikan Bubur itu Pembiaran
Menanak nasi, kok dijadikan bubur. “Apa kau menanak nasinya di ketel itu kebanyakan air, lalu diaduk terus?” tanya Guru Bijak. Cantrik itu salah tingkah. “Menurut Guru, kenapa penyesalan itu selalu datang terlambat?!” “Lho?! Kau ke luar dari subtansi, Ngger. Kau berbuat salah itu tidak nyadar, disengaja, atau…?!” Cantrik ini...