Membangun Rumah Iman Keluarga
“Membangun rumah mewah itu hebat. Tapi membangun hidup beriman dalam keluarga itu yang berkenan bagi Allah.” -Mas Redjo Semula saya berpikir, mempunyai rumah mewah dan seisinya yang serba lux itu keren. Tapi melihat tetangga yang kaya raya, tapi keluarganya berantakan itu membuat saya berefleksi. Saya seperti diingatkan dengan nasihat...
Melayani dengan Hati
“Aturan dibuat supaya jadi mudah dan teratur. Ketika aturan itu untuk menyulitkan orang lain berarti keliru dalam menerapkan atau kita tidak memahaminya.” -Mas Redjo Sederhana, amat sederhana. Tapi prakteknya di lapangan tidak sesederhana itu. Ada pameo, jika bisa mudah, mengapa dipersulit? Atau penerapannya yang kaku dan sesuai SPK, sehingga...
Kasih itu Sumbernya dari Salib Kristus
“Mengasihi murah hati, karena mengimani Kristus.” -Mas Redjo … Berani tampil beda dan sukses itu luar biasa. Tapi berani memberikan yang terbaik dari iman kita akan Kristus itu anugerah-Nya. Mengikuti dan meneladani Tuhan Yesus itu tidak boleh biasa-biasa saja, atau suam-suam kuku. Tapi totalitas! Karena dosa kita ditebus-Nya, dan...
Budaya Saling Mengingatkan
“Orang yang mudah menyalahkan sesamanya adalah mereka yang lupa dengan dirinya sendiri.” -Mas Redjo Ketimbang menyalahkan orang lain, lebih baik kita saling mengingatkan. Kita jadi bijak, jika hidup ini sebagai ungkapan teladan kebaikan dan rendah hati. Faktanya, berjuta orang mudah diguncang dan ditaklukkan ‘flexing’, sehingga tidak berkutik dan keok....
Calon Mempelai
“Kita dikenalkan orangtua dengan calon pasangan itu biasa, tapi dipersatukan dalam kasih Allah itu anugerah terindah.” -Mas Redjo … Ketika dikenalkan dengan calon pilihan orangtua, saya menghargai pilihan dan etiket baik mereka. Hal ini tidak identik saya langsung acc. Karena kecocokan itu soal hati, dan Allah yang menyatukan. Jika...
Bermakna dalam Terang-Nya
“Hidup sebagai ungkapan syukur untuk jadi makin baik dan berkenan bagi Tuhan.” Selalu bertanya pada diri sendiri, “Apakah hidup ini menuju arah yang benar dan makin baik?” Jika kita ragu menjawab dan belum merasa yakin dengan diri ini, berarti kita hidup dalam dunia yang abu-abu, kelam, atau bahkan bisa...
Diribeti oleh Pikiran Sendiri
“Jangan menilai orang dari tampilan luar agar kita tidak dipermalukan oleh realita.” -Mas Redjo … Untuk kedua kali ini saya melihat tetangga rumah, Pak AA memesan nasi goreng memakai nasi sendiri. Istilahnya, nitip menggoreng supaya harga jadi murah? Kasak-kusuk tetangga beberapa hari lalu itu mendenging di telinga saya lagi....
Permohonan Terakhir
“Seandainya menjelang akhir hidup kita diberi kesempatan oleh Allah untuk sebuah permohonan, apa yang mau diminta?” Maaf, jika pertanyaan itu dianggap lancang. Tapi tidak ada salahnya, jika direfleksikan dalam hidup ini. Karena sesungguhnya hidup adalah kesempatan terbaik yang diberikan Allah untuk mewujudkan cita-cita, impian, dan harapan kita. Bagi orang...
Antri? Di-Online saja…
Ada sebagian orang bilang, budaya antri itu kuno dan sudah tidak zamannya. Katanya, mengantri itu membuang-buang waktu dan energi. Lebih keren itu ‘online’. Tidak ribet, cepat, dan praktis. Apa pun barang yang dibutuhkan, di jagat maya itu mudah ditemukan dan diperoleh. Barang yang kita terima itu juga bisa dikomplain...
Ikhlas Hati itu Meluaskan Rezeki
“Pekerjaan yang dijalani ikhlas hati itu meluaskan rezeki.” -Mas Redjo … Saya salut sesalutnya dengan Pak TP pelanggan toko. Usianya menjelang 70 tahun, tapi semangat hidupnya luar biasa. Setiap dua-tiga hari sekali, Pak TP belanja plastik ke toko untuk membungkus peyek, lalu peyek buatan istrinya itu dititipkan ke warung-warung...
Jangan Dianggurkan Gudang itu
“Melihat gudang yang berantakan bagai kapal pecah itu adalah cerminan hati saya sendiri.” -Mas Redjo … Jangan kaget! Jujur, fakta itu real dan benar! Karena ketidakpedulian, gudang itu dipenuhi banyak barang keluarga dan ‘tetek bengek’. Selain berdebu, sumpek, dan juga ngap! Saya membuka gudang itu, karena mau dibenahi, setelah...
Berpikir Sederhana dan Bahagia
“Hidup terasa berat dan sulit itu sumbernya dari pikiran, tapi beban yang terberat dari hidup ini adalah jiwa yang dicengkeram dosa.” -NN Senantiasa membiasakan diri untuk berpikir sederhana, karena hidup ini sederhana. Sedang hidup jadi berat dan rumit itu, ketika kita dikalahkan oleh keegoan diri dan dicengkeram si Jahat...
Memudahkan Orang lain,
Memuluskan Rezeki Sendiri
“Pengalaman membuktikan! Ketika mempersulit orang lain, sejatinya kita menutup rezeki sendiri.” -Mas Redjo … “Bukan hanya kapok, melainkan jadi titik awal perubahan hidup saya secara benar dan makin baik,” aku DD membagikan kisahnya. Kilas balik perubahan sikap DD itu bermula, ketika usaha yang diwariskan orangtuanya itu hancur gara-gara ia...
Nilai Sebuah Kepercayaan
“Hilang uang itu bisa dicari, tapi kepercayaan yang hilang itu sulit didapatkan kembali.” -Mas Redjo … Kepercayaan itu ibarat selembar kertas putih bersih. Jika kita khilaf dan curang, kertas itu jadi kotor. Kita tidak bisa menutupi kesalahan itu, meskipun disetip, ditip-ex, atau bahkan dicuci. Jikapun kita dimaafkan atas kekhilafan...
Menuju Hidup Kekudusan
“Hidup dalam pernikahan itu agar kita mempunyai keturunan. Tapi jadi mempelai Tuhan agar kita hidup kudus.” -Mas Redjo … Ketika saya hendak meneruskan ke Seminari, Ibu melarang. Alasannya, saya anak tunggal, dan dianggap tidak berbakti, jika tak meneruskan garis keturunan. Ibu keukeh dan tidak mau menerima penjelasan saya. Meski...