Kategori: MAS REDJO

Menepi dan Menyepi, lalu Menarilah untuk Cinta

“Sesibuk apa pun kita, seringlah menepi untuk memotivasi diri, karena hidup ini ungkapan kasih-Nya.” -Mas Redjo… Dengan sering menepi, saya diajak untuk kontrol diri, bersikap tenang, dan berpikir jernih. Karena seberat dan sesulit apa pun persoalan atau masalah yang dihadapi itu dapat diurai untuk diselesaikan dengan baik. Kebiasaan saya...

Melukisi Hati

“Libur bekerja itu tidak berarti untuk santai. Karena nafas bekerja adalah untuk maknai hidup.” -Mas Redjo Tidak berarti, karena toko tutup dan libur, saya lalu ngemall, melancong, atau bersantai ria. Sebaliknya saya dituntut makin produktif memaknai hidup ini. Maaf! Jangan salah interpretasi. Produktif ini tidak identik ke materi.Liburan, getol...

Bijak Menyimpan Uang

“Di manapun kita menyimpan uang itu selalu ada plus-minusnya.” -Mas Redjo Seorang teman, Aa sewot! Gara-garanya, sebagai seorang nasabah prioritas, ia dikecewakan dengan pelayanan bank itu. Ceqnya yang diberikan ke suplayer itu ditolak, karena saldonya kurang, dan tanpa pemberitahuan. Ia didenda Rp 125.000 dan diberi SP I. Padahal untuk...

Akhirnya Bang Toyib pun Mudik

“Tidak ada guna membius dengan janji semanis madu. Lebih baik kita menghidupi rencana itu dengan aksi nyata.” -Mas Redjo Bagi saya pribadi, berjanji itu ibarat hutang yang harus direalisasikan jadi bukti. Jika tidak, permalukan diri sendiri, dan aib itu sulit dicuci. Jika banyak orang ingkar janji itu urusan mereka,...

Jiwa yang Disegarkan

“Saya tidak mau melihat halaman rumah yang kering, sebagaimana dengan keadaan jiwa sendiri.“ -Mas Redjo Jika tidak turun hujan, saya selalu membiasakan menyiram halaman rumah itu pagi sore, sebelum dan setelah toko tutup. Halaman kering yang disiram itu jadi basah, pepohonan menghijau segar, dan aneka bunga bermekaran. Sehingga didatangi...

Teror

“Meski orang yang menyampaikan kebenaran itu dapat dibungkam. Tapi kebenaran yang diungkapnya itu tidak bisa dipasung, karena kebenaran itu milik-Nya.” -Mas Redjo Teror itu tidak mengenal kasta. Bisa terjadi pada orang baik atau jahat, apalagi pada mereka yang vokal dan konsisten dalam menyuarakan kebenaran, mengkritisi KKN atau kepincangan kebijaksanaan....

Sang Penerang

“Hidup dalam terang, semua jadi terlihat benderang, karena tidak ada yang disembunyikan.” -Mas Redjo… Untuk jadi baik dan hidup dalam terang itu tidak harus dilakukan revolusi mental secara serentak, terstruktur, serta sistematis. Tapi yang utama dan penting adalah perubahan itu dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. Resepnya juga...

Karena Aku Mau, Tuhan Memampukanku

“Tidak ada kata terlambat untuk memulai. Karena yang terlambat itu mereka yang malas dan tidak mau melakukannya.” -Mas Redjo… Sadar diri, karena saya banyak kekurangan dan kelemahan itu yang memotivasi saya untuk berani mencoba hal-hal baru. Kuncinya adalah, saya mau maka Tuhan memampukankan. Ketika saya memuliakan Tuhan, anugerah-Nya berkelimpahan,...

Dengan Mengasihi Sesama, Kita Diselamatkan

“Tanpa kerendahan hati untuk mengasihi sesama, hidup ini kehilangan makna.” -Mas Redjo … Selalu untuk mengedepankan kasih di atas segalanya, karena Tuhan adalah kasih agar kita saling mengasihi dan bahagia. Citra kasih adalah sifat yang harus melekat erat pada pribadi Kristiani, karena Yesus telah mencurahkan darah kasih-Nya disalib. Kedepankan...

Tradisi Mengalah dan Memahami

“Menghidupi tradisi mengalah dan memahami orang lain agar kita jadi pribadi yang peduli, rendah hati, dan tulus.” -Mas Redjo Nasihat Bapak itu tidak sekadar berkata-kata, tapi dihidupi dengan tindakan nyata. “Jika orangtuamu bisa makan tahu dan tempe, tidak usah kau belikan daging untuk lauknya.” Makna dan tujuan nasihat Bapak...

Berbuat Salah, karena Melanggar Sendiri

“Berbuat baik dan memotivasi orang lain untuk menerapkannya itu tidak salah. Yang salah itu mereka yang keliru menerapkannya.” -Mas Redjo Saya tidak marah, kecuali senyum, ketika disalahkan. Istilah mereka, senjata makan tuan, karena saya dikhianati oleh anak buah sendiri. Jika saya disalahkan itu urusan mereka yang menilainya. Bagi saya...

Bersyukur dan Terima Kasih

“Saya tidak menolak kehendak-Mu. Kecuali mengucap syukur dan terima kasih.” -Mas Redjo Karena saya percaya dan mengimani, sehingga ainul yakin, bahwa rencana serta anugerah-Mu luar biasa. Hanya mereka yang mengandalkan diri sendiri itu yang berbeban berat. Mereka mudah menyalahkan orang lain, bahkan saking konyolnya itu berani menyalahkan Engkau Yang...

Bekerja Sepenuh Hati

“Buah dari perjuangan adalah kerendahan hati, tidak yang lain.” -Mas Redjo “Melakukan dengan sepenuh hati yang jadi tanggung jawab kita dan menyukurinya,” nasihat (alm) Ibu itu amat berharga bagi saya, sehingga harus dihidupi untuk diwariskan ke anak cucu. Maksud Ibu adalah kami, anak-anaknya agar jadi pribadi yang mudah bersyukur,...

Aku Mengasihi-Mu

“Menghidupi semangat berkorban untuk keluarga dengan tulus hati, karena Tuhan mengasihi kita.” -Mas Redjo “Aku mengasihi engkau.” Tiga kata ajaib Tuhan Yesus itu tidak sekadar menggugah jiwa, tapi mengispirasi dan memotivasi saya untuk mewujudkannya dalam hidup berumah tangga. Tuhan Yesus rela berkorban untuk menebus dosa dan menyelamatkan umat-Nya agar...

Diam itu Bom Waktu

“Tidak selamanya diam itu emas. Ada kalanya diam itu bom waktu yang siap diledakkan.” -Mas Redjo Jujur, saya paling berhati-hati dan waspada terhadap pribadi yang pendiam. Saya takut menyinggung perasaan dan melukainya. Saya takut, jika diterkam dan dicabik-cabiknya. Berbeda halnya, jika berhubungan dengan orang yang ceplas ceplos, terbuka, dan...