Diuji untuk Jadi Tangguh
“Lakukan kewajiban dulu agar hak kita dipenuhi. Jika kita menuntut sebaliknya itu salah alamat.” -Mas Redjo Bagi saya, memperoleh pekerjaan itu adalah kesempatan emas yang harus disyukuri, sekaligus peluang untuk mengasah kemampuan agar kita makin terampil dan teruji. Karena itu saya jadi kaget, ketika melihat peristiwa tragis dan miris...
Estafet Pelayanan
“Memiliki usaha sendiri untuk diwariskan pada keluarga itu biasa. Yang luar biasa itu, jika kita sukses meneruskan estafet pelayanan kasih itu pada sesama.” -Mas Redjo … “Bagaimana caranya?!” Pertanyaan itu menggedor pintu hati ini membuat saya terhenyak dalam keraguan, bimbang, dan kurang percaya diri. Bagaimana tidak? Karena saya sadar...
Salah Persepsi
“Diingatkan secara baik, tapi tidak diterima, bahkan ngeyel. Lebih baik yang waras itu mengalah daripada salah persepsi.” -Mas Redjo Bagi saya, ribut hal sepele itu tidak ada gunanya, membuang energi, dan malu sendiri. Saya memilih diam, dan mengalah. Jika sudah mengalah, tapi diinjak dan dilecehkan? Hal itu terjadi pada...
Dari Tuhan, Kembali juga Kepada Tuhan!
*Hidup ini sederhana, amat sederhana. Karena yang ribet dan membuat kepala jadi pusing itu si Ego yang mempunyai segudang keinginan.” -Mas Redjo Pagi tadi, saya diajak main tebak-tebakan oleh pelanggan di toko. “Berapa banyak DJ menyumbang untuk membangun mushola?” tanya A. Saya tersenyum. DJ itu juga pelanggan baik saya....
Maaf, TV dan HP Tidak Diizinkan di Kamar
“Komitmen itu harus dihidupi dan konsekuensi itu didisplinkan agar kita tidak dininabobokan ke dalam jurang kemalasan.” -Mas Redjo Ketika anak menyarankan agar kamar tidur kami dilengkapi dengan Tv komplet, dengan halus dan tegas, saya menolak. Alasan saya, kamar tidur itu privasi untuk istirahat. Jika nonton tv untuk hiburan itu...
Mendaur Ulang Sampah Hati
“Fakta membuktikan: Banyak orang lebih jijik melihat sampah yang berbelatung dan berbau, ketimbang sampah di hati sendiri.” -Mas Redjo Padahal, jika jeli dan kreatif, kita dapat mendaur ulang sampah itu. Dengan memilih dan memilah, lalu menyulapnya jadi barang yang berguna serta mempunyai nilai keekonomian tinggi. Bahkan dari sampah itu...
Kok Ribet, Sih!
Seorang Guru Bijak tersenyum arif mendengar keluh kesah muridnya. Ia diam dan manggut-manggut, tapi tidak mengomentari, sehingga muridnya itu bertambah kesal. “Kenapa Guru diam?” “Diam itu menghargai. Menyimak itu untuk menyikapi. Membuka hati itu untuk memahami. Mengapa mesti reaktif, jika tidak ditanggapi atau tidak sepaham. Seharusnya kita belajar menerima...
Tetaplah Berbuat Baik
“Bukan tidak peduli, melainkan izinkan dia mengenali diri sendiri dan mandiri.” -Mas Redjo Jadi kau tidak peduli dengan teman yang sedang sakit dan diopname itu? Untuk kesekian kali pertanyaan itu menggedor pintu sadar hati ini membuat saya terhenyak ragu untuk menentukan sikap. Bagaimana tidak. Maksud saya memberi kail pada...
Melayani itu Komitmen Hati
“Tidak seorang pun bisa menolong diri sendiri, jika tidak membangun jembatan kebaikan itu dengan sesamanya.” -Mas Redjo … Ketika lahir dan mati, kita tidak bisa menolong diri sendiri. Kita membutuhkan bantuan orang lain. Sadar diri adalah kebijaksanaan. Hidup ini hanya sementara, ‘mung mampir ngombe’ agar tidak lupa srawung, karena...
Bermakna, karena Dibangkitkan-Nya
“Dari tiada ke ada, lalu kembali ke tiada agar kita sadar diri. Hidup yang tidak dimaknai adalah kesia-siaan.” -Mas Redjo Yesus wafat membuka mata batin kita agar paham, bahwa hidup yang dimaknai itu berbuah pengharapan, karena kita dibangkitkan-Nya. Hidup dalam pengharapan adalah kredo iman untuk senantiasa sadar diri agar...
Hidup Baru Menuju Kekudusan
“Terharu dan bersimpati dengan derita orang lain itu tidak cukup. Yang utama itu kepedulian kita untuk meringankan derita mereka, sekaligus untuk ringankan beban hidup sendiri.” -Mas Redjo… Nasihat agung Yesus pada banyak perempuan yang menangis dan meratapi-Nya, ketika IA memanggul salib ke Golgota itu menggedor jiwa, sekaligus menyadarkan saya....
Memberikan yang Terbaik dan Ikhlas
“Awali hari untuk memberikan yang terbaik dari diri sendiri dan ikhlas hati, karena Tuhan memberi kita senantiasa yang terbaik.” -Mas Redjo “Memberikan yang terbaik dari yang dimiliki, sebelum orang lain melakukan hal yang sama.” Nasihat bijak Mbah Singaredja itu mengajar saya untuk hidup prihatin. Meski tidur larut malam, tapi...
Apakah Engkau Mengasihi Aku?
“Hidup adalah pertanyaan dan jawaban untuk dipahami: hidup bahagia adalah ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan.” -Mas Redjo Selalu bertanya pada diri sendiri sepanjang hidup untuk dijawab sendiri: “Apakah kita mengasihi Tuhan?” Pertanyaan itu sederhana, tapi sulit untuk menjawabnya, apalagi untuk dijabarkannya, dihidupi secara nyata dan gamblang agar mudah...
Reuni Pelayan Kasih
“Banyak undangan reunian dengan teman sekolah itu biasa. Tapi yang luar biasa itu reuni antar pelayan kasih.” -Mas Redjo Jika reunian dengan teman sekolah itu umumnya yang dibicarakan kisah sukses, anak-anaknya yang hebat, teman yang telah berpulang, hingga penyakit yang diderita di masa tua. Tidak heran, jika ada sebagian...
Semangat Pembaharuan Diri
“Bukan Tuhan tidak mengasihi kita. Melainkan kita yang tidak peduli dan bersikap cuwek kepada-Nya.” -Mas Redjo … Coba, jika kita mau membuka hati, peka, dan peduli. Sesungguhnya, setiap peristiwa yang terjadi pada kita itu anugerah Tuhan. Kasih dan hikmat-Nya dinyatakan! Saya tidak sependapat dengan pendapat banyak orang, bahwa penyesalan...