Di Gerbang Yerusalem
“Di gerbang Yerusalem, saya diam termangu, melihat Engkau dielu-elukan. Pantaskah saya menyambut-Mu?” -Mas Redjo … Saya memejamkan mata. Tanpa sadar, air mata ini mengalir di pipi. Kugigit bibir bagian bawah hingga pedih nyeri. “Hossana Putra Daud!” Berjuta orang mengelu-elukan-Mu, tapi hatiku pilu-sepilunya. Saya merasa tidak pantas-sepantasnya untuk menyambut-Mu. Bagaimana...
Kendali Diri
“Berani berdamai dengan diri sendiri itu anugerah Tuhan agar kita menjalani hidup ini dengan rendah hati dan ikhlas.” -Mas Redjo Berusaha untuk meminimali konflik dengan siapa saja itu yang tengah saya coba jalani. Caranya dengan mengendalikan diri sendiri, karena sadar diri, manusia itu mempunyai kehendak bebas dan tidak bisa...
Perpanjangan Waktu
“Hidup ini adalah perpanjangan waktu. Kesempatan untuk perbaiki diri agar hidup kita jadi makin baik.” -Mas Redjo Jangan menunda pekerjaan, karena membuang-buang waktu itu rugi sendiri. Hutang waktu itu harus dilunasi. Jika tidak, dijamin kita jadi malas. Pekerjaan makin menumpuk.Kita juga tidak bakal mampu untuk melunasi waktu yang terbuang...
Habis Manis Sepah Dibuang
“Habis manis sepah dibuang itu kuno. Yang modern itu, sepah itu tetap berguna, apalagi, jika didaur ulang.” -Mas Redjo Karena semua ciptaan Tuhan itu sempurna dan amat berguna bagi kehidupan ini. Sampah, apa pun macamnya itu tetap mempunyai manfaat, jika kita jeli berkreasi dan berinovasi untuk mendaya-gunakannya, termasuk untuk...
Petruk Ogah Jadi Lurah
“Meski memperoleh dukungan dari masyarakat luas, tapi pendirian Petruk keukeh. Ia ogah dicalonkan jadi Lurah. Alasannya, ia takut lupa diri.” -Mas Redjo Bagi Petruk yang orang kampung, meski jabatan Lurah itu prestise, tapi tidak membuat ia silau. Ia tidak mau terpenjara dalam kekuasaan. Ia orang merdeka. Ia takut disorot,...
Hidup Bahagia itu Untuk Memberi
“Semua orang ingin bahagia, tapi mereka yang berbahagia itu adalah hidup untuk memberi.” -Mas Redjo Coba amati dan resapi saat kita mampu berbagi pada orang lain. Dipastikan orang yang dibantu itu wajahnya sumringah dan bahagia. Hati kita pun langsung mengharu biru dan nyes. Hidup untuk memberi itu sederhana dan...
Ibu, Engkau adalah Matahariku
Pandangan saya terhadap figur Ibu, banyak mendapat komentar dari teman. Salah satu komentarnya adalah, “Kita yang tidak mempunyai Ibu lagi berarti matahari itu juga ikut hilang, ya?”Saya terperangah dan merasa sangat prihatin dengan sudut pandangnya yang dangkal dan sempit itu. Kenapa? (Maaf) Ternyata sosok Ibu digambarkan begitu sederhana dan...
Perbuatan Baik itu Diberkati Tuhan
“Sangat bersyukur, karena merasa beruntung dan diberkati Tuhan. Dari tabungan uang koin itu, akhirnya saya mampu membeli rumah.” -Mas Redjo Saya sungguh tidak menyangka, tapi semua ini fakta. Perbuatan baik itu diberkati Tuhan, bahkan Dia memberi kita yang terbaik. Awalnya adalah musibah banjir di sekitar Ciledug, 2008. Rumah saya...
Masa Tua itu Harus Disiapkan dengan Baik
“Jangan sia-siakan masa muda, karena hidup ini amat berharga.” -Mas Redjo Masa tua itu harus disiapkan dengan baik dan saksama agar kita tidak kecewa, nelangsa, dan menderita. Syarat utamanya adalah jangan berpikir bergantung pada anak, tapi kita berani mempercayakan diri untuk bergantung dan mengandalkan Tuhan. Tidak merepoti anak pula,...
Aksi Nyata itu Spontanitas
“Mendidik diri sendiri untuk peduli dengan aksi nyata pada sesama, karena urip kuwi urup.” -Mas Redjo Tidak hanya salut dan respek, tapi saya bangga-sebangganya dengan aksi nyata kepedulian teman-teman alumi SMP. Tanpa dikomando, mereka cepat tanggap membantu rekan yang kesusahan, sakit, mengunjungi mantan Guru, dan bahkan berziarah kubur bagi...
Berkarya untuk Bersyukur dan Menikmati Hidup
“Jika menulis sebagai nafas hidup, tetaplah bernafas dengan normal agar hidup kita tidak tersengal-sengal.” -Mas Redjo … Hidup untuk menulis itu profesi dan jalan takdir saya. Dengan menulis, saya memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani agar saya bahagia. Menulis yang tidak sekadar asal-asalan, tapi menulis dengan hati untuk dimaknai sebagai...
Jangan Lelah Untuk Mengasihi
“Niat untuk berbuat baik itu tidak cukup. Jika diwujudkan dengan hati itu anugerah Tuhan.” -Mas Redjo … Memperlakukan orang lain seperti pada diri sendiri. Hukum tabur tuai ini yang harus jadi nafas hidup umat beriman. Sederhana, tapi sulit untuk dijalani. Ketika kita berhenti diangan-angan dan niat baik semata. Kita...
Mudik
“Menghidupi tradisi mudik itu tujuannya agar kacang tidak lupa kulitnya; sekaligus ingatkan kita agar tidak lupa mudik ke jatidiri.” -Mas Redjo Karena tanpa direfleksikan, hidup ini tidak layak dihidupi. Bahkan, ketika kita melupakan jatidiri sendiri, hal itu aib dan tragis! Seberapa dalamnya ilmu dan hasil pencapaian diri ini, hendaknya...
Membangun Kebersamaan Keluarga
“Menikmati liburan itu tidak identik dengan bermalas-malasan atau bersantai-ria, tapi yang utama adalah membangun keakraban dalam keluarga.” -Mas Redjo Bagi saya pribadi, liburan itu adalah suatu kemewahan! Karena sejak menikah saya ini maniak kerja. Hidup untuk bekerja. Saya harus memenuhi kebutuhan keluarga! Prinsip hidup berumah tangga saya adalah kami...
Peraturan itu Dibuat Untuk Ditaati
“Menerapkan peraturan dalam keluarga itu antara Ibu dan Bapak harus kompak agar anak tidak bingung, apalagi jadi ngelunjak.” -Mas Redjo Saya tidak pernah malu bercerita atau, jika teman mananyakan perihal orangtua saya. Sebaliknya saya bangga, karena jasa beliau berdua itu saya jadi mandiri dan mapan. Peraturan atau tata tertib...