Kategori: MAS REDJO

Memotong Rantai Karma

“Orang yang menanam itu bakal memanen perbuatannya. Orang yang bertobat dan mohon belas kasih Tuhan, diampuni-Nya.” -Mas Redjo Tidak ada cara lain untuk memotong rantai karma, jika kita tidak melewati jalan pertobatan dan hidup makin baik serta berkenan bagi Tuhan. Karena Tuhan adalah kasih agar kita saling mengasihi dan...

Pura-pura Pikun

“Perbuatan baik dan amal kasih yang diingat-ingat itu pamrih. Tapi perbuatan dosa yang dilupakan itu penyakit jiwa yang mematikan.” -Mas Redjo Karena tidak ingin dicap pamrih, pura-pura, atau berkamuflase, saya dengan senang hati mengganti nama jadi: Ikhlas. Tujuannya agar hidup saya berguna bagi sesama. Hidup yang bermakna. Setiap kali...

Terasing di Rumah Sendiri

“Menghidupi komunikasi dua arah yang baik dengan anggota keluarga agar kita tidak asing di rumah sendiri.” -Mas Redjo Sejatinya peristiwa yang terjadi itu tidak harus disesali, tapi lebih bijak disyukuri dan dimaknai agar kita mengambil hikmat Tuhan. Tidak ada kata terlambat, apalagi sulit, asal kita mau membuka hati untuk...

Sang Gembala yang Baik Hati

“Tuaian banyak, tapi pekerjanya sedikit. Fakta itu yang membuat hati ini jadi sedih dan miris.” -Mas Redjo Bagaimana hati ini tidak miris? Karena di Hari Minggu Panggilan Sedunia ini tidak banyak orang muda yang terpanggil untuk hidup membiara; jadi biarawan-biarawati. Padahal tuaian melimpah. Begitu pula di Kerawan (Kerasulan Awam)....

Visioner dalam Bermisi

“Karena bermisi, saya dituntut untuk visioner agar yang hendak dicapai itu jadi terarah jelas, fokus, dan makin mudah.” -Mas Redjo Bermisi adalah tiang fondasi untuk mewujudkan impian itu jadi nyata. Dengan bermisi, saya mengatur strategi dan termasuk langkah antisipasi, jika menemui hambatan. Karena hidup ini tidak selamanya mulus sesuai...

Pribadi yang Bertanggung Jawab

“Hidup ini harus menginspirasi, karena sumbernya dari Sang Ilahi.” -Mas Redjo … Sesungguhnya, hidup yang tidak direfleksikan itu tidak layak dihidupi. Saya teringat dengan nasihat Guru bijak, bahwa kehidupan dan waktu adalah 2 Guru yang terbaik. Hidup ini mengajarkan pada kita untuk memanfaatkan waktu, dan waktu mengajarkan kita nilai...

Di Setiap Tantangan ada Peluang

“Kesuksesan itu dapat dicapai, ketika kita mengedepankan sikap rendah hati untuk selalu perbarui diri.” -Mas Redjo … Malu pada diri sendiri, jika kita tidak mau berubah untuk jadi makin baik. Kita tidak boleh mengecewakan harapan orangtua, terlebih lagi Tuhan yang anugerahi hidup ini. Memotivasi untuk mengingatkan diri sendiri itu...

Jangan Berdialog dengan Si Jahat

“Stop! Jangan pernah berdialog dengan si Jahat agar kita tidak diperdaya oleh bujuk rayunya.” -Mas Redjo … Mengingatkan diri sendiri itu baik dan bijaksana agar kita tidak jatuh ke jurang penyesalan. Caranya adalah dengan selalu berpikir positif dan berprasangka baik pada sesama agar pikiran dan hati ini senantiasa dipenuhi...

Dipilih, Dimurnikan, dan Diutus-Nya

“Dipilih untuk dimurnikan, lalu kita diutus-Nya.” -Mas Redjo … Siap atau tidak siap, kita harus semangat, ketika diutus Tuhan. Jawaban kita adalah: ya dan melakukan-Nya. Ketika kita menolak permintaan orangtua, mereka jadi kecewa dan sedih. Terlebih lagi, jika kita menolak perintah Tuhan. Kita dibaptis, berarti dipilih Tuhan dan siap...

Katekese Kasih

“Keteladanan hidup baik dan amal kasih adalah nafas seorang katekese kasih sejati.” -Mas Redjo … Yesus yang meminta kepastian Petrus, bertanya hingga diulang 3 kali itu sungguh meluluh-lantakkan jiwaku. Adalah manusiawi, ketika ditanya oleh pasangan kita: “Apakah kau mencintai saya?” Kita bersedih hati, ketika kurang dipercaya atau cinta kita...

Tanpa Harus Meminta, Kita Diberi-Nya!

*Tidak ada peristiwa di dunia ini yang terjadi secara kebetulan, tapi semua itu adalah ketetapan-Nya.” -Mas Redjo … Ainul yakin! Saya yakin seyakinnya. Tidak sebatas melihat peristiwa itu terjadi pada orang lain, tapi saya juga mengalami sendiri. Jika Tuhan hendak mengambil atau memberi kepada kita, yang utama dan pertama...

Lukisan Spiritual

“Mentatoo bagian tubuh sebagai peristiwa iman untuk ingatkan diri sendiri agar hidup makin baik dan berkenan bagi Tuhan.” -Mas Redjo Pangling! Itu kesan pertama saya pada keponakan, W yang tubuhnya makin tinggi melebar, dan dipenuhi tatoo, setelah 6 tahunan tidak muncul ke rumah. Ternyata W sibuk bekerja. Karena jabatannya...

Mental Pejuang

“Perubahan hidup itu harus dimulai dari pola pikir sendiri, jika kita ingin jadi pejuang yang tangguh dan pemenang kehidupan.” -Mas Redjo Fakta itu yang saya maknai pada hari Buruh. Ketimbang jadi buruh Tuan, lebih bijak saya jadi Bos diri sendiri. Sadar diri itu yang membuat saya batal untuk mudik...

Ketika Si Ego Tidak Berkutik

“Kejarlah dengan pertanyaan yang memojokkan agar Ego itu diam dan tidak berkutik, untuk akhirnya kita menjawab: ya, dan jadilah baik!” -Mas Redjo Hidup ini pilihan, tapi untuk jadi baik itu keputusan, dan itu anugerah Tuhan! Karena itu saya tidak mau dinina-bobokan ke jurang kemalasan dan derita oleh Ego. Saya...

Pembekalan Ketrampilan

“Ketimbang memberi umpan itu cepat habis, lebih bijak memberi kail agar dimanfaatkan untuk mencari rezeki.” -Mas Redjo Saya salut-sesalutnya dan hormat pada pengurus Lingkungan M-1 yang didominasi keluarga muda itu. Tanpa banyak bicara, mereka lebih mendulukan bekerja, dan memberi bukti nyata. Mereka memberi pelatihan pada OMK dan umat Lingkungan...