Halaman 20 dan 21 Buku Putih: Surat Kecil dari sudut kamar untuk Papa dan Mama tersayang, dan balasannya. Mungkin Papa dan Mama kaget mendengar jawabanku kemarin. Saat ditanya ingin jadi apa, aku menjawab: “Aku ingin jadi sebuah ponsel.” Maafkan aku, jika itu terdengar aneh. Namun, izinkan aku membisikkan alasannya dari lubuk hatiku yang paling dalam….
Kategori: JLITHENG
Kesetiaan setelah Pesta Berakhir
Halaman 19 Buku Putih: tentang Kesetiaan setelah Pesta Berakhir. Lagu “Ku Mau Ikut Yesus Selamanya” adalah deklarasi iman yang sangat relevan untuk merenungkan masa transisi dari ‘puncak emosional’ (seperti pesta atau perayaan) kembali ke rutinitas hidup yang sering kali terasa datar. Dalam hidup rohani, ‘pesta’ sebagai lambang momen-momen berkat melimpah, perasaan sukacita yang meluap, atau…
Halaman 18 Buku Putih:
Bahasa Cinta Seorang Pemimpin
Halaman 18 Buku Putih: tentang Bahasa Cinta Seorang Pemimpin Atasanku menjalani peran pemimpin yang tidak dengan meninggikan diri, sebaliknya dengan sapaan, bahkan cium tangan Tim Seniornya. Walau tidak lazim lagi di zaman ini, tapi ‘cium tangan dan membasuh kaki’ adalah Bahasa Cinta yang tertinggi seorang pemimpin; sebuah keberanian merunduk paling rendah agar dapat mengangkat martabat…
Halaman 17 Buku Putih:
Tim Berkat
Halaman 17 Buku PutihTentang: Keberanian Tim Berkat (Imam, Kaling, SSL ) untuk tebas batas stigma pantas dan tidak pantas itu membuat umat yang berpredikat pinggiran (tidak aktif, tidak jelas kerjanya, jarang nampak, hidup susah, karena itu jarang ikut ibadat dan terima berkat), telah diselamatkan oleh keputusan Tim ini. Tim ini terbangun secara alami. Seorang Imam,…
Halaman 16 Buku Putih:
Madah Fajar Syukurku
Halaman 16 Buku Putih: “Madah Fajar Syukurku.” “Tuhan yang Maha Pengasih, di ambang pagi yang bening ini, aku bersimpuh mengucap syukur. Terima kasih atas nafas yang masih berhembus, serta raga dan jiwa yang Engkau jaga dalam kesehatan yang utuh. Di hari yang baru ini, tuntunlah langkahku agar setiap inci diriku jadi saluran berkat-Mu. Bagi pikiranku:…
Halaman 15 Buku Putih:
Senandung Hidup Tenteram
Halaman 15 Buku Putih: “Senandung Hidup Tenteram” Disenandungkan seperti lagu kepala, pundak, lutut, kaki, daun telinga, sambil olahraga atau meditasi. “Lidah, tangan, pundak, hati, pundak, hati, jadilah tenteram”. Lidah tak berdusta,Tangan tak serakah,Pundak siap memikul,Hati jadi tenteram. Lidah Tak Berdusta (Kejujuran): Mengacu pada pilar mengatakan yang benar. Lidah yang terjaga dari dusta menjauhkan kita dari…
Halaman 13 Buku Putih:
Bertukar Berkabar dan Saling Mendoakan
Halaman 13 Buku Putih tentang ‘ngaruhke’, sarana perekat yang memastikan, bahwa api persaudaraan tetap bernyala. Istilah ‘ngaruhke‘ (Jawa) secara harfiah berarti perhatian pada orang lain. Khabar- Kinabharan (saling berkabar), sebagai wujud paling sederhana, tapi kuat dampaknya, karena alasan berikut: Dengan menyapa atau sekadar tanya kabar, seseorang mengakui adanya orang lain, wujud penghormatan paling dasar persaudaraan…







