Sering kali kita merasa lelah saat melayani, tapi sebenarnya di dalam pelayanan lah kita belajar tentang empati, kesabaran, dan syukur. Sahabat…, ingatlah, bahwa keinginan untuk dilayani itu adalah sifat dasar kita sebagai manusia. Tapi keberanian untuk mau melayani adalah tanda seorang pribadi yang sudah matang dan kualitas pemimpin sejati. Pada akhirnya, bukan jabatan yang akan…
Kategori: JLITHENG
Oase Hangat Idul Fitri
Jati Diri Sang Kurma: Kokoh Berprinsip, Lembut Berbudi “Jadilah pribadi layaknya pohon Kurma: Akar menghujam bumi dalam integritas yang tidak terbeli, batang tegak ke langit menantang badai, namun buahnya manis dan dahan-dahannya meneduhkan bagi sesama. Kemenangan sejati adalah saat keteguhan iman bertemu dengan kehangatan persaudaraan. Selamat merayakan Idul Fitri, hari di mana kita kembali jadi…
Oase Nyepi dalam Karya
Seperti Bapa Yusuf, diam dalam kata, besar dalam karya, dan tulus dalam cinta. Melaksanakan Catur Brata Penyepian: Menyepi untuk menemui diri, hening untuk mendengar nurani. Di balik gerbang yang tertutup dan api yang padam, biarkan batin ini menyala. Jadilah seperti samudra: tenang dan teduh di permukaan, namun menyimpan keteguhan yang tidak tergoyahkan di kedalaman.” Hal…
Oase di Tepi Kolam Sunyi:
Merajut Daya Keberagaman
Di tanah ini, kita diizinkan oleh Tuhan untuk menghirup napas yang sama dalam keberagaman di bumi Nusantara. Dimulai dengan heningnya Nyepi untuk menyucikan jiwa, diperkuat dengan fitrah Idul Fitri untuk saling memaafkan, dan disempurnakan oleh terangnya Paskah sebagai lilin pengharapan. Inilah oase spiritual kita; tempat di mana perbedaan itu ‘luluh jadi kemanusiaan sejati. Perbedaan acap…
Oase Rumah Allah
Terkadang, kita memang hanya butuh diingatkan, bahwa kita tidak harus memikul semuanya itu sendirian. Ada tempat untuk berhenti sejenak, dan ada ‘Pribadi’ yang selalu siap menerima segala keluh kesah kita tanpa menghakimi. Di sana, ia jadi oase; tempat jiwa yang kering meminum ketenangan. Ia adalah ‘Rumah Allah’, di mana setiap hamba dan jemaat boleh berteduh…
Buka Selaput Hati
Ketika mengakui, bahwa kita tidak melihat, di situlah cahaya kebenaran mulai terbuka. Buta mata itu hanyalah kehilangan penglihatan, namun membabi-buta dan cinta buta adalah kehilangan kesadaran. Mereka yang matanya terbuka namun nalarnya tertutup itu tidak hanya melangkah tanpa arah, tapi juga menciptakan kegelapan bagi orang-orang di sekitarnya. “Ya, Tuhan, bersihkanlah selaput kesombongan dari mataku. Karuniakanlah…
Samudra Ampunan:
Matahari Baru bagi Sesama
Lautan itu takkan keruh hanya karena satu ember limbah. Begitu pula hidup kita. Jika kebaikan dan amal kita telah seluas samudra, maka satu tetes kesalahan takkan mampu menenggelamkan kebaikan hati kita. Jika Tuhan begitu luas mengampuni, sudah sepantasnya kita juga melapangkan dada. Jangan biarkan hati kita jadi kolam sempit yang mudah keruh oleh kata-kata atau…







