“Dalam sunyi yang paling dalam, biarkan beban hidup itu luruh jadi doa, dan ketenangan itu membentuk kita jadi pribadi yang baru.” Memang, sesungguhnya saya tidak sangat paham dengan saya mengerti, tapi percaya, bahwa Tuhan memberi yang saya butuhkan yakni sebuah keberanian besar, keberanian untuk menerima kehendak-Nya. Itu tandanya kita sudah berani meletakkan beban berat yang…
Kategori: JLITHENG
Kekuatan Sejati
Memang benar, kerendahan hati adalah bahasa yang tidak perlu diterjemahkan. Ia tidak diteriakkan melalui kata-kata, tapi dirasakan lewat kehadiran. Kerendahan hati itu melambangkan sikap ilmu yang rendah hati. Ia selalu siap menerima ilmu baru, masukan, dan mengakui, bahwa diri ini tidak selalu tahu segalanya. Kerendahan hati itu melambangkan kekuatan jati diri. Rendah hati bukan berarti…
Mengosongkan Diri dari Keangkuhan
“Kebaikan yang sulit itu akan jadi kebiasaan yang mudah, jika dikelilingi oleh lingkungan yang mendukung.” Saya pun sangat didukung, bukan hanya oleh istri, anak, cucu, sedulur, sahabat, melainkan juga oleh lingkungan. Tetaplah berproses. Selama ada pilar yang menjaga kita, dan sesulit apa pun itu akan tetap bisa dilalui. Benar sekali! Di tengah perjalanan yang melelahkan,…
Melukiskan Kesetiaan Cinta Allah
Halaman 24 Buku Putih: Melukiskan Kesetiaan Cinta Allah. Hidup yang biasa adalah kanvas putih di mana Tuhan melukiskan kesetiaan cinta-Nya setiap hari. Jalani dengan tegak, karena di mata-Nya, kesetiaan kita dalam hal kecil adalah prestasi yang abadi. Tuhan, terima kasih untuk hari yang biasa ini. Aku tidak meminta panggung yang megah atau nama yang besar….
Pasangan Selaras
Halaman 23 Buku Putih: Pasangan Selaras. Pasangan yang benar-benar selaras itu memahami, bahwa di balik tawa yang nyaring, selalu ada duka yang hening. Ia tidak hanya menyapa dengan ceria, tapi juga memeluk sisi rapuh kita. Baginya, suka dan duka itu adalah dua sayap yang membawa jiwa terbang bersama kepada-Nya; mensyukuri tawa sebagai berkah, dan memeluk…
Halaman 22 Buku Putih:
Membangun Iman dengan Jujur
Halaman 22 Buku Putih: tentang Membangun Iman dengan Jujur. “Hari ini saya senang betul, Pak. Tuhan masih pelihara saya,” kata seorang Ibu yang semalam bersama suaminya ke rumah, sekadar ‘uluk salam’, karena sudah sangat lama tidak bertemu. Dia memberi tahu, kalau pagi ini (kemarin) mau ketemu Romo M untuk membaptiskan anaknya yang kecil. “Apa bisa…
Notifikasi Cinta Keluarga
Halaman 21 Buku Putih: tentang Notifikasi Cinta Keluarga. Dari sudut meja kerja, aku membalas surat anakku. Sayangku, Surat kecilmu yang tertinggal di sudut kamar itu terasa lebih panas dari baterai ponsel mana pun yang pernah Papa dan Mama genggam. Membacanya membuat jantung kami berhenti berdetak sejenak, jauh lebih mengejutkan daripada dering telepon sepenting apa pun….







