“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku” (Yoh 15: 9).
Ada seorang tukang kebun yang setiap pagi menanam bunga di kebunnya. Suatu hari, seorang anak datang dan bertanya, “Pak, kenapa Bapak selalu menyiram bunga yang hampir layu, padahal besok pasti layu lagi?” Tukang kebun itu tersenyum, “Karena bunga itu butuh air sekarang, bukan nanti. Kasih yang kuberikan hari ini membuatnya tetap hidup hari ini.”
Begitulah kasih Kristus kepada kita. Dia mengasihi kita saat kita lemah, bersalah, atau takut, tanpa menunggu kita jadi sempurna. Tinggal dalam kasih-Nya berarti membiarkan diri kita ‘disiram’ setiap hari mendapat kekuatan, pengampunan, dan damai.
Hari ini, seperti bunga yang menerima air, kita dipanggil untuk menerima kasih Kristus dan menyalurkannya. Senyum bagi yang sedih, kata penghiburan bagi yang kecewa, atau bantuan bagi yang membutuhkan itulah cara tinggal dalam kasih-Nya. Setiap tindakan kecil adalah air yang membuat hati orang lain tetap hidup.
“Tuhan, ajar aku untuk tetap tinggal dalam kasih-Mu. Biarkan kasih-Mu mengalir melalui setiap perkataan dan perbuatanku hari ini. Amin.”
Sr. M. Odilia, P. Karm
Kamis, 07 Mei 2026
Kis 15: 7-21 Mzm 96: 1-3.10 Yoh 15: 9-11
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

