Kategori: SIMPLY DA FLORES

Jejak Kelana Nafas-55
Bocah Angin-545
Warna-warni Perubahan

1.Parade Dinamika Desah nafas sering meranatanpa kawan terus mengembaraDesir darah terbiasa kesepianberlari tak ada temanTetapi…dalam diam terus menagih pribadidalam sunyi selalu menggugat diri Telapak kaki seperti pantaiselalu diterpa ombak gelombangSiang malam setiap haribercanda dengan debu tanah yang terbangRindu damba terus memacu berlariKehidupan menantang untuk terus berjuangmenjawab tanya asali diri...

Jejak Kelana Nafas-54
Bocah Angin-545
Merekam Desah Suara Alam

1.Pesona Kembang dan Kuncup Bunga Cahaya mentari merangkai cerita kembang-kembang mekar mempesonaSenyum purnama hening dalam gulitamemeluk kuncup yang lelah berkelana Angkasa menyaksikan tanpa suaraEntah berapa yang peduli pada merekaEntah siapa yang menyimak maknanyaEntah berapa yang dengarkan kisahnya Tarian jagat raya lestariNanyian alam semesta abadiIni kreasi agung Sang Seniman IlahiSungguh...

Jejak Kelana Nafas-53
Bocah Angin-545
Menelisik Sosok Wajah Kemiskinan

1.Kemiskinan…Apa dan siapakah engkauDi mana pun beradanya engkauAku sekarang bertanya padamukarena sering kudengar cerita tentangmubahkan aku pun disebut anak cucumubahkan kampung halamanku dicap wilayahmubahkan suku bangsaku dikatakan generasimuTunjukkan dirimu kemiskinanApa dan siapakah engkauBenarkah engkau makhluk misterius serta sosok ganas pengisap darah dan sang pencabut nyawa? 2.Hai kemiskinan…Dari mulut para...

Jejak Kelana Nafas-52
Bocah Angin-545
Harmoni Kasmaran Melodi(antara Cello dan Piano)

Jemari rindu membelai dawaipada bentangan samudra menariDenting damba memetik tali besipada atap langit tak bertepi Ada hati yang terus mencarikarena lapar kasih itu abadiAda jiwa yang selalu merintihkarena dahaga cinta itu lestari Waktu dihiasi bunyi harmoniagar pribadi ada dan menjadiRuang didandani irama melodiagar diri memeluk makna hakiki Pada pelangi...

Jejak Kelana Nafas-51
Bocah Angin-545
Bercermin pada Debu Tanah

1.Wahai…Matamu angkasa sorotlah ragakuagar aku bisa berkaca pada debu tanahAku sudah sujud mencium debuAku telah rebah memeluk tanahTetapi…mataku tak bisa melihat wajahku 2.Wahai…Senyummu purnama dan gemintangSibakkah sayap gulita yang heningDatanglah belai tubuhku miskin sepiagar bisa bercermin pada wajah bumiAku telah menyusuri gelap malam galauuntuk mencari sosok wajahkutetapi tanyaku hanya...

Jejak Kelana Nafas-50
Bocah Angin-545
Bicara, Diam, Bicara dalam Diam

1.Bicaralah…Selama masih engkau punya mulutmuSelagi masih ada emosi rasamuKetika masih sehat waras pikiranmuJika memang ada hati nuranimuKarena sungguh ada sanubari jiwamuKatakan berani seribu katamuLantangkan tegas sejuta kalimatmuNyatakan apa dan siapa pribadimuGaungkan sosok sejati harkat martabatmu“Katakan benar itu benar…Lantangkan salah itu salah…Hentakkan kaki di dada bumiArahkan wajahmu menatap mentariJangan diamJangan...

Jejak Kelana Nafas-49
Bocah Angin-545
Dasyatnya… ‘Sekarang’

1.Wow… dasyatnya sekarangAku masih sadar akan waktuAku sekarang sedang ada dan menjadiAku sungguh alami fakta dasyatbahwa sekarang nyata terjadidan kemarin tak pernah kembaliEntah apakah bisa sampai besok nantiEntah ada waktu dan tempat bersemiEntah terus ada dan menjadi?Aku tak tahu dan tak mau pedulikarena dasyatnya itu sekarangApa pun yang terjadi…...

Jejak Kelana Nafas-48
Bocah Angin-545
Korupsi Menggugat Jiwa Raga

1.Korupsi sudah menggurita dan membudayaDibanggakan pelaku dengan senyum tawameskipun tangan dirantai dan berbaju oranyedi hadapan wartawan dan di kamera sosmedHukum sepertinya tumpul tak berdayakarena oknum penegaknya bisa butaoleh kekuatan kuasa dan senjataapalagi kalau kebagian jatah uangnyaEntah siapa menangkap siapaEntah ini salah siapaTetapifaktanya korupsi terus merajalelamengisap nasib generasi bangsa 2.Korupsi...

Jejak Kelana Nafas-47
Bocah Angin-545
Gebyar Kuda-kuda Merah

1.Kuda-kuda merah berpacuLintasi wajah padang sabana gersanghindari deru debu tanah berlubangLewati ratapan hutan belantarayang sedang dibabat gundul meranaEntah siapa yang punya kuda-kudaEntah mengapa berpacu mengembaraRakyat kecil hanya mampu bertanyakarena nasibnya pun diinjak kawanan kudaPadang belantara adalah milik negaraHutan belantara dicaplok para pengusahaKisah lara nasib rakyat berhadapan dengan senjata 2.Kuda-kuda...

Jejak Kelana Nafas-46
Bocah Angin-545
Di Hadapan Debu Tanah

1.Ritual agama dengan debu tanahSebutannya Hari Rabu AbuAbu dari daun dioleskan pada dahi kesadarandisertai doa sakral dan dijawab: amin“Engkau diciptakan dari debu tanahmaka engkau pasti kembali pada debu tanah”Mengapa mau dikotori wajah dengan abu hitamUntuk apa ditandai palang abu tanahApakah memang tak tahu pasti matiAdakah ritual doa ini adalah...

Jejak Kelana Nafas-45
Bocah Angin-545
Dalam Kata dan Angka

1.Imlek – Tahun Baru ChinaItu kata yang dilahirkan bahasaDitetapkan dengan hitungan angkaSudah terjadi berulang-ulang sebagai tradisiMengapa ada yang melakukannyaApakah arti dan maknanyaAda aneka sarana dan kegiatannyabagi mereka yang menjalankannyaTahun ini pun dirayakan di mana-manaBeragam informasi gebyar di dunia mayaWarna merah penuh pesona makna 2.Ada masa Pra PaskahIni juga kata...

Jejak Kelana Nafas-44
Bocah Angin-545
Menelisik Sosok Para Seniman

1.Seniman itu nafas dan desir darahMereka adalah anugerah istimewadari Sang Seniman AgungMereka adalah jantung dan paru semestaberkah sakral dari Sang PenciptaMereka memang mempunyai kebutuhan manusiawiTetapi mereka terlahir bukan untuk mengejar dan menimbun materiApalagi hanya untuk jadi hamba uangAtau dimanfaatkan penguasa dan orang kaya sebagai topeng-topeng 2.Seniman itu angin berhembusMereka...

Jejak Kelana Nafas-43
Bocah Angin-545
Derap Parade Laskar Tanya

1.Orang-orang bisu bangkit bicaraBukan dengan mulutnyatetapi dengan nurani jiwanyayang kini terus menggerakkan jari jemarinyaKarena sadari nasib tragisnyadan menuntut harkat martabatnyaNasib harus direbut dan diraihHidup terasa kejam dan tak adil 2.Orang-orang terpasung dan terbungkamBangun dari gulita lara nestapatinggalkan dusun udik terpencilBukan turun ke kota dan metropolitantetapi lintasi benua dan samudraMereka...

Jejak Kelana Nafas-42
Bocah Angin-545
Valentine Day: Kasih Sayang Digital

1.Air mata balita makin saktikarena semakin ditakuti orangtuanyadan hanya bisa dijinakkan dengan gadgetJeritan anak-anak bukan saja minta jajantetapi susi dan makanan adalah game di gadgetBahkan bayi dalam kandungansudah dimanjakan dengan lagu dari gadgetKarena ibunya pun ‘sibuk berkas’ dengan sosmedZaman mengajari kasih sayang digitalkarena mereka generasi milenialAtas nama kasih sayang...

Jejak Kelana Nafas-41
Bocah Angin-545
Kisah Cerita Jari Jempolku

1.Wahai kalian sesama saudarakuLihatlah…Aku acungkan jempolku memujimuEmpat jari kudekap erat di telapakkuJari jempol kuarahkan padamuEntah di mana tanganku yang satuEntah mengapa aku memujimuHanya aku yang pasti tahu 2.Wahai sesama saudarakuIni jempolku berikan pengakuan padamuBahwa ketika aku coba memujimusejatinya hanya tegaskan kepentingankuEmpat jariku mengarah padakuJempol pujian juga milikkuSehinggaaku hanya menagih...