Jejak Kelana Nafas-94
Bocah Angin-545
Memaknai Fakta Hidup

1.
Lara Derita dan Kematian

Ibu adalah sosok paling memahami
Luka, lara dan derita kehidupan
Perempuan adalah sosok paling bersahabat
dengan darah, problema dan ajal kemanusiaan

Luka lara dan derita adalah kata
Darah problema dan kematian juga kata
Kehidupan dan kemanusiaan hanya bahasa
Tetapi
Pengalaman ternyata lebih dalam dan lebih luas adanya
Tak cukup kata bahasa bicara

Realitas semesta adalah fakta penuh misteri makna
Kata bahasa tak mampu merangkul semua
Nalar pikiran tak tuntas mencerna
Apakah lara derita kematian adalah kutukan atau berkat cinta

2.
Tarian Inkarnasi

Angin menari diiringi irama jagat raya
Samudra menari dengan lagu gelombang
Pepohonan hutan dan padang menari
ditemani musik margasatwa
Zaman menari dalam kreasi insani dan irama waktu

Manusia menari dirasuki pesona selera aneka kebutuhan
Pikiran menari dalam sejuta tanya
Angkasa menari dengan selendang awan dan cahaya
Semesta raya adalah kreasi inkarnasi lestari
Sang Seniman Ilahi Maha Penari abadi

3.
Berguru kepada Laba-laba

Aku kagum menelisik keajaiban laba-laba
Dalam dirinya ada benang jembatan
sehingga mampu membangun jaring di mana-mana
demi kebutuhan hidup dan identitas diri
Entah belajar dari siapa gurunya

Mungkin hidupku adalah kelana membangun jaring laba-laba
Pikiran membangun jembatan mimpi dan imajinasi
Kesadaran menjembatani pengalaman dan makna
Sanubari jiwa menjembatani fakta dan misteri

Jejak langkah menghubungkan ruang dan waktu
Jemari tangan memeluk aneka sosok dan obyek
Desir darah menjembatani hampir semua anggota tubuh
Nafas menyatukan jiwa dan raga
Entah siapa penghubung semua isi semesta

4.
Menjadi Kupu-kupu

Aku ingin jadi kupu-kupu
biar mempunyai aneka warna
biar mampu terbang ke mana-mana
agar bisa menikmati pesona aneka bunga
Tetapi…
aku tak mau jadi kepompong
yang mesti diam dan bertapa

Aku kagum pada kupu-kupu
tetapi…
tak mau bertapa jadi kepompong
Apalagi mesti jadi ulat
yang perlu memakan dengan rakus
sebelum melewati tapa dan perubahan

Mungkin hidup adalah kupu-kupu
sebuah perjalanan takdir berinkarnasi
dalam aneka suka duka
Yang tak bisa dirangkul kata bahasa
antara misteri dan fakta
antara harapan manusia dan kehendak Pencipta