Jejak Kelana Nafas-88
Bocah Angin-545
Penguasa atau Pelayan

1.
Pesona Dua Sosok Raja

Kisah Sang Raja tanpa takhta
duduk di atas keledai memasuki kota
disambut damba rakyat jelata
Hossana… Hossana…!
tetapi segera sirna penuh tanya
mengapa harus menderita sengsara
wafat di salib serahkan nyawa

Lara derita dipatri dalam daun palma
harkat martabat dibentang dalam kain bicara
Ada rindu damba datangnya Ratu Adil berkuasa
sehingga menghapus lara derita air mata
Waktu menjawab tanya dan damba
hingga kini terus merajai manusia

Fakta zaman berbicara berbeda
banyak Raja Private Jet yang berkuasa
ada pasukan pengawal bersenjata
Ada takhta yang direbut dengan harta
sehingga rakyat jelata tak pantas mendekat padanya
Namun silih berganti dan sirna

Raja Penguasa gagah perkasa
kata dan angka ada padanya
Sering hanya terlihat di layar media
Dia bersabda semua bisa terlaksana
dengan kuasa dan aneka senjata
Entah demi apa dan siapa
Apakah kuasanya abadi selamanya

2.
Kata-kata dan Kenyataan

Sejarah mencatat kata dan fakta
tentang relasi rakyat dengan pelayan publik
dalam sebuah kerajaan atau negara
Entah di negara makmur sejahtera
Entah di negara yang sedang berkembang
Entah di negara yang masih miskin

Ada kata sakral dalam sumpah jabatan
Para pejabat publik lantang ucapkan
didengar rakyat sebagai janji kesetiaan
Mendapat mandat melayani dengan kepercayaan
namun sering berbeda dengan kenyataan
jabatan pelayanan jadi takhta kekuasaan

Jabatan untuk tugas pengabdian
ternyata berubah jadi takhta kekuasaan
yang lahirkan penindasan dan penderitaan
Kata-kata sakral jadi racun berbisa
Harapan rakyat tak sesuai fakta
justru lara menderita dan air mata
bahkan justru kehilangan nyawa

Sepertinya sejarah berulang anomali
Kata-kata jadi sandiwara misteri
Kekuasaan diperebutkan dan silih berganti
sedangkan nasib rakyat jadi mimpi
yang terombang ambing terus bersemi
Jabatan politik dibalut kata-kata sakti
demi kuasa, harta dan gengsi
Entah kapan kata keadilan terbukti