1.Wahai…Matamu angkasa sorotlah ragakuagar aku bisa berkaca pada debu tanahAku sudah sujud mencium debuAku telah rebah memeluk tanahTetapi…mataku tak bisa melihat wajahku 2.Wahai…Senyummu purnama dan gemintangSibakkah sayap gulita yang heningDatanglah belai tubuhku miskin sepiagar bisa bercermin pada wajah bumiAku telah menyusuri gelap malam galauuntuk mencari sosok wajahkutetapi tanyaku hanya bertemu diam beku 3.Wahai…telaga, kolam, sungai…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Jejak Kelana Nafas-51
Jejak Kelana Nafas-50
Bocah Angin-545
Bicara, Diam, Bicara dalam Diam
1.Bicaralah…Selama masih engkau punya mulutmuSelagi masih ada emosi rasamuKetika masih sehat waras pikiranmuJika memang ada hati nuranimuKarena sungguh ada sanubari jiwamuKatakan berani seribu katamuLantangkan tegas sejuta kalimatmuNyatakan apa dan siapa pribadimuGaungkan sosok sejati harkat martabatmu“Katakan benar itu benar…Lantangkan salah itu salah…Hentakkan kaki di dada bumiArahkan wajahmu menatap mentariJangan diamJangan bisuJangan takut! 2.Diam…Jangan coba buka mulutmuJangan…
Jejak Kelana Nafas-49
Bocah Angin-545
Dasyatnya… ‘Sekarang’
1.Wow… dasyatnya sekarangAku masih sadar akan waktuAku sekarang sedang ada dan menjadiAku sungguh alami fakta dasyatbahwa sekarang nyata terjadidan kemarin tak pernah kembaliEntah apakah bisa sampai besok nantiEntah ada waktu dan tempat bersemiEntah terus ada dan menjadi?Aku tak tahu dan tak mau pedulikarena dasyatnya itu sekarangApa pun yang terjadi… 2.Wow… dasyatnya sekarangAku masih bisa bernafasAku…
Jejak Kelana Nafas-48
Bocah Angin-545
Korupsi Menggugat Jiwa Raga
1.Korupsi sudah menggurita dan membudayaDibanggakan pelaku dengan senyum tawameskipun tangan dirantai dan berbaju oranyedi hadapan wartawan dan di kamera sosmedHukum sepertinya tumpul tak berdayakarena oknum penegaknya bisa butaoleh kekuatan kuasa dan senjataapalagi kalau kebagian jatah uangnyaEntah siapa menangkap siapaEntah ini salah siapaTetapifaktanya korupsi terus merajalelamengisap nasib generasi bangsa 2.Korupsi itu maling uang rakyatKorupsi itu merampas…
Jejak Kelana Nafas-47
Bocah Angin-545
Gebyar Kuda-kuda Merah
1.Kuda-kuda merah berpacuLintasi wajah padang sabana gersanghindari deru debu tanah berlubangLewati ratapan hutan belantarayang sedang dibabat gundul meranaEntah siapa yang punya kuda-kudaEntah mengapa berpacu mengembaraRakyat kecil hanya mampu bertanyakarena nasibnya pun diinjak kawanan kudaPadang belantara adalah milik negaraHutan belantara dicaplok para pengusahaKisah lara nasib rakyat berhadapan dengan senjata 2.Kuda-kuda merah berpacumenerjang ombak gelombang samudraTinggalkan sampah…
Jejak Kelana Nafas-46
Bocah Angin-545
Di Hadapan Debu Tanah
1.Ritual agama dengan debu tanahSebutannya Hari Rabu AbuAbu dari daun dioleskan pada dahi kesadarandisertai doa sakral dan dijawab: amin“Engkau diciptakan dari debu tanahmaka engkau pasti kembali pada debu tanah”Mengapa mau dikotori wajah dengan abu hitamUntuk apa ditandai palang abu tanahApakah memang tak tahu pasti matiAdakah ritual doa ini adalah jawaban tanyayang dikembalikan kepada Sang PenciptaAtaukah…
Jejak Kelana Nafas-45
Bocah Angin-545
Dalam Kata dan Angka
1.Imlek – Tahun Baru ChinaItu kata yang dilahirkan bahasaDitetapkan dengan hitungan angkaSudah terjadi berulang-ulang sebagai tradisiMengapa ada yang melakukannyaApakah arti dan maknanyaAda aneka sarana dan kegiatannyabagi mereka yang menjalankannyaTahun ini pun dirayakan di mana-manaBeragam informasi gebyar di dunia mayaWarna merah penuh pesona makna 2.Ada masa Pra PaskahIni juga kata dan ada angkanyadiatur dalam kalender kegiatan…







