Kategori: SIMPLY DA FLORES

Serpihan Jejak Musyafir – 150
Wejangan Sang Bocah Tanpa Alas Kaki

Simply da Flores … Beberapa waktu yang lalutersiar rekaman kisah nyataSeorang bocah tanpa alas kakimenerobos kerumunan ribuan massaSang Bocah berhasil menghampiri Presiden NKRIyang dijaga ketat para pengawalnyaLalu dia berjalan melangkah pastiseolah didampingi Presiden dan dikawal aparatnyaketika sedang berkunjung di daerah NTT Meskipun dijaga ketat para pengawalnyaBocah lelaki tanpa alas...

Serpihan Jejak Musyafir – 149
Jutaan Petisi Tanpa Nama

Simply da Flores … Awal Februari 2024Ku baca di media sosial tentang petisiProklamasi sanubari jiwa atas faktaDeklarasi hati nurani atas kenyataanPekik suara amanat penderitaan rakyatGugatan nalar pikiran atas masalahUngkapan rasa terhadap persoalan bangsaAksi jiwa raga rakyat turun ke jalan“Di mana Pancasila dan merah putihUntuk siapa undang-undang dan peraturanDi manakah...

Serpihan Jejak Musyafir – 148
Parade Laskar Orang-orang Mati

Simply da Flores … Kembali ke Jakartamataku masih melihat polusipedis di mata pedih di hatiCerita suka duka terus bersemidengan balutan kreasi inovasidari kecanggihan sarana digital zaman ini“Yang kaya semakin kayabangga dan terus berpesta poraYang miskin bertambah miskinlara menderita mati merana” Roda zaman menggilas jiwa ragaorang-orang mati bercandakarena sudah selesai...

Serpihan Jejak Musyafir – 147
Jakarta di Akhir Januari 2024

Simply da Flores … 1. Jakarta, Aku Kembali Jakarta, salam jumpa kembalisetelah beberapa tahun aku pergimengunjungi kampung halamanBerlari menghindari covid19yang dasyat merenggut nyawadan tinggalkan tanya abadidalam hati sanubari insani Jakarta aku kembalimenyusuri jalanan kota inidengan wajah warna-warnihasil pembangunan dan inovasiMeskipun…semakin bertambah macet dan polusiMasalah sosial terus terjadigelandangan dan pengangguran...

Serpihan Jejak Musyafir – 146
Tembang-tembang Metropolitan

Simply da Flores … Dari bunyi halus melankolishingga dentuman bising menggelegarSemuanya terdengar di seantero jejak metropolitanAda tembang-tembang ibukotaTembang para pebisnis kaya rayaTembang para pejabat berkuasaTembang para politisi butaTembang para koruptor dan mafiaTembang para rakyat jelataTembang para buruh sederhanaTembang para penjual jasaTembang para pegawai biasaTembang para pemulung sampahTembang pembantu rumah...

Serpihan Jejak Musyafir – 145
Di Pelataran Tugu Proklamasi

Simply da Flores … Senja ini aku datangi lagiTaman bersejarah Tugu ProklamasiAda banyak suasana berubahPenataan taman dan penjagaannyalayak sebagai situs penuh maknatonggak sejarah lahirnya NKRITidak lagi kumuh terlupakanTidak lagi jadi hutan yang angkerTidak lagi sarang kucing dan tikusTidak lagi parkiran gerobak pemulungTidak lagi rumah para gelandanganTidak terlupakan dan diremehkan...

Serpihan Jejak Musyafir – 144
Berlomba Meraih Kemenangan Tahta

Simply da Flores … Tahta kekuasaan jumlahnya terbatastetapi pribadi yang mendambajumlahnya tak terbatasOmbak gelombang samudra seleramenghempas pantai siang malamNasib jutaan rakyat jelatamembaur di hamparan pasir pantaiditikam terik dicakar dinginAngin perubahan mengiringi waktusuka duka terus berpacumenghancurkan karang bisu galau Saat gong kemenangan ditabuhPeminat tahta kekuasaan berpacuSegala cara dan daya dipakaiagar...

Serpihan Jejak Musyafir – 143
Pucuk Awan & Telapak Angkasa

Simply da Flores … Deru mesin kreasi pikiranmembawa ragaku ke pucuk-pucuk awanmelihat satu halaman keajaiban“Aku hanya setitik debu tanahpada hitam putih wajah kesadaranTentang diriku di tengah alam semesta” Angin terbangkan jiwa ragakumenggapai pelataran telapak angkasauntuk bisa bercermin diriuntuk mampu menatap wajah pribadiDanbisa berdandan menata jejak langkah melukis sosok jiwa...

Serpihan Jejak Musyafir – 142
Dari Api Kembali ke Api

RIP Om Ignas Kleden Simply da Flores … Pikiranmu itu sinar nyala apikajian nalarmu energi bara apiMembakar jiwa nurani sesama insaniPijarkan sinar cahaya hakikiuntuk menemukan jawaban tanya kodratiApa makna sejati setiap pribadiApa artinya ada dan menjadiMengapa manusia datang dan pulang dalam misteriApa hakikat factum, verum, bonum dan misterium Engka...

Serpihan Jejak Musyafir – 141
Pesona Seribu Bunga

Simply da Flores … Bunga-bungaPutih…Oranye…Merah…KuningDanberaneka warna-warninya Bunga-bungaBesar Kecil aneka rupaDengan aneka namanyaPenuh pesona semerbak aromaBunga-bunga pribadi manusiamekar bersemi di tengah alam semesta Bunga-bunga kasihBunga-bunga cintaBunga-bunga jiwa ragaBunga-bunga rindu dambaBunga mekar berseridan layu gugur dan mati Bunga-bungaBagi yang peduliBagi yang mengagumiMisteri semesta bersemidalam sosok seribu bungamenghiasi taman peradaban manusiamelukis wajah...

Serpihan Jejak Musyafir – 140
Sang Penabur di Ladang Nalar

RIP Om Ignas Kleden Simply da Flores … Berdiri di pucuk Awankulihat tetesan air mata berderaiiringi langkahnya pulang kembalimemeluk cahaya mentari“Sang ajal tak bisa diajak kompromidatangnya selalu pastidalam energi misteri” Duduk termenung di telapak langitkudengar kabar dukacitaseorang saudara telah tiadaZiarahnya usai untuk berkarya berbagiDia seorang penabur di ladang nalarDia...

Serpihan Jejak Musyafir – 139
Titik-titik Noda

Sajak cinta untuk Jokowi Simply da Flores … Pada wajah mataharikau buang sampah dengan sumpahPada pesona purnamakau lumuri lumpur dan comberanbau tengik janji manismu Kau sebar titik-titik nodapada jiwa sanubari rakyatHabis secercah cahaya harapanKau tutup tirai hitam pertanyaanamanat penderitaan rakyat diabaikan Entah untuk apa dan siapabaju putihmu kau nodaiPadang...

Serpihan Jejak Musyafir – 138
Serpihan Puing Rindu

Simply da Flores … Bibir ombak tersenyumhempaskan buih-buih rindumembelai wajah pasir pantaiAdakah rinduku seperti ombak?Mungkin samudra bisa menjawab Lidah api nyala membakarpada tungku damba sanubariKayu hangus menjadi arang dan abuAdakah rinduku api atau arang debu?Mungkin tungku bisa bercerita Ranting pohon kering dan patahmenjelma bersama daun keringgugur di padang dan...

Serpihan Jejak Musyafir – 137
Menyusuri Perjalanan Nafas

Simply da Flores … Ada awal,ayunan langkah pertamaAda jeda,saat rehat tenang sejenakAda jatuh bangunAda tanjakan,Ada kelokan dan terjalAda akhirketika waktunya pulangkembali menjumpai awaldari angin kepada anginnafas melebur dalam jagat Perjalan hidupadalah kelana nafasadalah ziarah desir darahdalam ruang dan waktuAda batas dan misteriAngin itu ada meski tak terlihatAngin dirasakan, tak...

Serpihan Jejak Musyafir – 136
Diam, Bisu, Boneka dan Topeng

Simply da Flores … Potret dan lukisanmemang tidak berbicaraTetapi tidak bisu dan tulikarena ungkapkan ribuan katadari Sang Pemotret dan Sang PelukisLalusetiap pemirsa berdialog tanpa kata Diam dan tidak bicaraternyata mengatakan banyak haltermasuk yang dibungkam haknyadan dijahit lantang suaranyaEntah oleh senjata dan uangEntah oleh kekuasaan jabatanEntah oleh kebodohan dan ketakberdayaan...