Simply da Flores I.Ibu Bumi – Bapa Langit Leluhur mewariskan dalam tradisiPengalaman sakral makna hakikianeka peristiwa dan refleksitermasuk menjawab pertanyaan asal diri“Dari mana aku datang ke bumiKe mana aku pulang setelah matiBagaimana harus menjalani kehidupan iniMengapa harus hadir sebagai pribadi insaniSiapakah dan apakah aku iniSiapakah saudara dan saudarikuSiapa Ibu dan Bapaku? Tradisi adat budaya menjawabdalam…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Secercah Sajak Semesta – 148
Secercah Sajak Semesta – 147
Trotoar, Kopi dan Daun Kering
Simply da Flores Angin malam membawa langkahku mengembaramenyusuri kisah suka dukamelintas belantara, kampung udik dan kotalewati malam temui terik siangSebuah kelana menyusuri waktuZiarah telapak menulis jejakangin menulis kisah desah nafastak ada yang bisa rakayasamembohongi paru-paru tanpa asupan udara Langkah penjual mengayuh roda dambamenyusuri lorong dan jalanan kotaTawarkan rasa selera dan maknaAneka jenis minuman dan asap…
Secercah Sajak Semesta – 146
Derap Langkah Literasi
Simply da Flores 1.Bunyi itu menyibak sunyibeterbangan bersama angin sepoiTanda itu mengungkap maknaterlukis di raga, batu, daun dan kayuSimbol biasa menggoreskan pesanpada mata yang melihatdengan kaca mata tradisiBunyi, tanda dan simbolLahir dan berlari bersama waktubersemi dalam dinamika kreasi insaniTermasuk berkomunikasi dengan literasi 2.Aku terlahir dalam bunyiEngkau datang dalam tandaDia hadir membawa simbolKita fakta yang ada…
Secercah Sajak Semesta – 145
Dalam Kilau Gemerlap Digital
Simply da Flores 1.Digital itu kreasi inovatif manusiadalam derap zaman berputarMenggilas kokohnya sekat batas kemarinMenyingkap banyak fakta tersimpandalam sejarah peradaban masa laludalam dinamika relasi masa kiniTetapiketerampilan manusia tidak samauntuk berubah dan memanfaatkan kilau gemerlap digitalyang menawarkan aneka kemungkinanEra digital bisa jadi bencana atau berkat 2.Kilau digital mendekatkan ruang dan jarakPancarkan cahaya infomasi dalam pikiranTak peduli…
Secercah Sajak Semesta – 144
Lembaran Hitam Teks Proklamasi
Simply da Flores 1.Beberapa kesempatan mengunjungi Taman Proklamasi NKRIterlihat ada yang menggelitik hatiSosok dua patung Proklamatordan lembaran teks Proklamasidicat berwarna hitam pekatMengapa pilihan warnanya demikianBerapa yang peduli pada fakta ituSiapa yang bisa membaca tulisan hitam ituApakah maknanya bagi setiap pengunjungApa artinya untuk seluruh bangsa dan NKRI? 2.Masih teringat teks Proklamasi ituyang dihafalkan saat di Sekolah…
Secercah Sajak Semesta – 143
Dalam Balutan Merah Putih
Simply da Flores 1.Merah darah mengalir dalam tubuhTak peduli terlahir kaya atau miskinTak hiraukan terlahir di kampung udik atau di kota modernTak ada yang meminta terlahirtermasuk kita yang disebut rakyat Indonesia Putih tulang dalam raga initak pernah tanya warna kulitputih hitam coklat kuningPutih tulangku dan tulangmutidak mewariskan adat budaya berbeda-bedaSeperti semboyan bangsa “Bhinneka Tunggal Ikadan…
Secercah Sajak Semesta –
142 Bertandang ke Tugu Proklamasi
Simply da Flores 1.Ada lampu warna warni berhiasAda bendera Merah Putih berkibarAda aneka acara digelarUngkapan jiwa raga merayakanHUT 80 Kemerdekaan NKRIAngka umur istimewa bagi bangsa dan negaraSejenak mengenang jasa perjuangan para pahlawan bangsaSesaat mengakui pengalaman mengisi kemerdekaan NKRIWaktunya menyadari nasib rakyat warga negara Indonesia tercinta“Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan dan meninggalkan sejarahBangsa yang besar adalah bangsa…







