Kategori: SIMPLY DA FLORES

Serpihan Jejak Musyafir – 335
Memotret Sosok NKRI-79 – I

Simply da Flores … 1.Jika NKRI -79 adalah sosok sepasang lelaki dan perempuan tuayang umurnya sudah manula dan sepuhMungkin mempunyai sederetan anakserta puluhan cucu ratusan cicitWajah yang mungkin keriputdan rambut yang sudah ubanan Pasangan yang tua sahaja ituMemiliki banyak pengalaman suka dukaMempunyai segudang kisah ceritaTentang perjuangan mengisi ruang nafas...

Serpihan Jejak Musyafir – 334
Berguru Kepada Para Pelukis – 2

Simply da Flores … 4.Lukisan Obyek Mistik – Gaib Seorang satria memegang keris dan menikam raganyaBarong yang mistis memberi energiDanseekor naga menggeliat di samudramenjadi kendaraan seorang perempuan cantikberhias mahkota dan penuh pesonaentah siapa nama dan pangkatnyaentah ratu penguasa samudraentah Srikandi pemilik nagaLaludi langit yang bertabur cahaya ajaibada dua tangan...

Serpihan Jejak Musyafir – 333
Berguru Kepada Para Pelukis – 1

Simply da Flores … 1.Senandung Jemari Pelukis Terima kasih kepada para pelukisyang tergabung dalam Sanggar Garajasyang merayakan ulang tahun emasberkarya dari 1974-2024dengan membuat Pameran Seni Rupadi Balai Budaya Jakartapada tanggal 1-9 Agustus 2024Mereka adalah para guru kehidupanyang berkarya dalam diam heningMereka jemari Sang Seniman Agungyang sering terlupakan dan jarang...

Serpihan Jejak Musyafir – 332
Pelangi Kisah Awal Agustus

Simply da Flores … 1.Hujan Rindu Awal Agustus… Sejak soreAir mata langit mengalir derasTerpaksa aku berteduh di warung kopinikmati pahitnya perjalanan nasibketika sendiri melerai gulita arahdalam kelana mengejar cahaya fajarmelintasi belantara ruang Nusantara Aku seruput hitam kopikuaku jadikan nikmat pahitnya nasibDanderasnya rinduku berlari bersama hujanentah nanti mengalir ke manaentah...

Serpihan Jejak Musyafir – 331
Potret Sanubari Anak-anak Nusantara

Simply da Flores … 1.Wajah lugu sahaja diterpa cahaya fajarberlari bersenda gurau dengan debu tanahLintasi semak dan hutan kampungTelanjang badan dimandikan kolam sungaiBerhamburan di pantai pasir digendong ombakDari Merauke sampai SabangDari Mianggas hingga Rotegenerasi pewaris Merah PutihMerahnya darah keberanian sejatiPutihnya jiwa suci hakikiPenuh rindu damba dan kebanggaanmelihat kibar Sang...

Serpihan Jejak Musyafir – 330
Tiang Rindu Menikam Kathulistiwa

Simply da Flores … Para pendiri NKRI membawa bambu runcingmenikam waktu mengusir penjajahtancapkan tiang-tiang harapan di seluruh negeriagar merah putih berkibar di jiwa ragaPutra-putri pewaris bangsa berbedaada yang berkelahi memperebutkan jabatandengan halalkan segala caraentah untuk apa dan siapaTetapiderai air mata membasuh wajah nusa bangsakisah panjang duka lara deritaLalulahirlah bocah-bocah...

Serpihan Jejak Musyafir – 329
Selamat Datang Pesona Agustus

Simply da Flores … Di pelataran malam hening sepimereka berpelukan mesra tanpa katamerayakan pertemuan dan perpisahanuntuk abadikan di dinamika perubahanAgustus mengantar Juli ke pesisir pantaiuntuk berlayar mengarungi samudralalu Agustus kembali ke puncak gunungmenanti datangnya mentari hari baruPertemuan dan perpisahan seperti dua sisi mata uangdalam dinamika roda perubahan waktu Dari...

Serpihan Jejak Musyafir – 328
Bocah-bocah Merah Putih

Simply da Flores … Panas terik memeluk seperti sahabatkarena jalanan adalah rumah merekaAngin debu malam kelam membelai seperti saudarakarena mereka tidur beralaskan koran dan beratap langitMereka anak-anak gelandangan kotaMereka bocah-bocah di lampu merah MetropolitanAneka alasan beragam kisah nasibmenghadirkan mereka di jalanan dan lampu merah MetropolitanJadi tontonan dan cibiran sesamakarena...

Serpihan Jejak Musyafir – 327
Senja di Pelataran Monas

Simply da Flores … Riuh ramai kendaraan hilir mudikBanyak yang bergegas pulang sesuai kerjadi trotoar keliling Monas agak sepihanya beberapa yang melintas menuju halte kendaraan umumyang lain sedang berolahragaada berapa yang sedang berposeAngin bertiup lembut menanti malamlangit satu ditutup awan dan polusiMentari senja tak nampakkan wajah seperti biasanya Beberapa...

Serpihan Jejak Musyafir – 326
Dari Pelataran Tugu Proklamasi – 2

Simply da Flores … Dalam hening sepi dan sejuknya siang iniSempat kutulis sepenggal doa syukuratas karya Allah menganugerahkan kemerdekaan kepada bangsa IndonesiaSempat aku nyatakan terima kasih kepada para Proklamator dan segenap Pahlawan Kusuma Bangsayang korbankan jiwa raga dan hartademi meraih kemerdekaan bagi bangsa dan lahirnya NKRIDanSaat ngantuk lalu terlelap...

Serpihan Jejak Musyafir – 325
Dari Pelataran Tugu Proklamasi – 1

Simply da Flores … Siang ini lengang sepi di Taman Tugu Proklamasiangin semilir melerai terik mentaridaun-daun hijau tersenyum ramahdisirami air bening sang perawat tamanDijaga disiplin para petugasGema suara pembacaan teks Proklamasi mengiangdari pelataran Tugu ProklamasiSosok kedua Proklamator tegak berdirimengapit prasasti teks ProklamasiDi sinilah Pintu Gerbang kemerdekaan NKRIDi sinilah saksi...

Serpihan Jejak Musyafir – 324
Parade Merah Putih Juli-Agustus

Simply da Flores … Sudah terjadi belasan tahun di Metropolitansekitar pertengahan Juli hingga awal AgustusSemarak ramai di jalanan kota inipara pedagang menjajakan ornamen merah putihAda bendera berbagai ukuranAda umbul-umbul beragam gayaAda kayu dan bambu untuk tiangAda bahan plastik, kain dan kertasSemua dijual dan harapan jadi rezekiperjuangan pewaris negeri di...

Serpihan Jejak Musyafir – 322
Memoar Tujuh Pertemuan -4
Meraih Makna Harkat Martabat Bangsa -2

Simply da Flores … Mentari pagi biaskan cahayabangunkan insan dari pelukan malamSatu hari baru lagi terjadimelukis kisah menulis cerita realitaAntara fakta dan misteribagi dinamika ziarah manusiaAngin semilir membawa Srikandi Penjelajahdari laut selatan ke Tugu ProklamasiAku sudah menantinya di bangku pelataranPagi yang cerah disambut nyanyian burung dan tarian dedaunan hijau...

Serpihan Jejak Musyafir – 321
Memoar Tujuh Pertemuan -4
Meraih Makna Harkat Martabat Bangsa-1

Mentari pagi biaskan cahayabangunkan insan dari pelukan malamSatu hari baru lagi terjadimelukis kisah menulis cerita realitaAntara fakta dan misteribagi dinamika ziarah manusiaAngin semilir membawa Srikandi Penjelajahdari laut selatan ke Tugu ProklamasiAku sudah menantinya di bangku pelataranPagi yang cerah disambut nyanyian burung dan tarian dedaunan hijau Setelah meneguk kopi dan...