Simply da Flores 1.Merah darah mengalir dalam tubuhTak peduli terlahir kaya atau miskinTak hiraukan terlahir di kampung udik atau di kota modernTak ada yang meminta terlahirtermasuk kita yang disebut rakyat Indonesia Putih tulang dalam raga initak pernah tanya warna kulitputih hitam coklat kuningPutih tulangku dan tulangmutidak mewariskan adat budaya berbeda-bedaSeperti semboyan bangsa “Bhinneka Tunggal Ikadan…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Secercah Sajak Semesta – 143
Secercah Sajak Semesta –
142 Bertandang ke Tugu Proklamasi
Simply da Flores 1.Ada lampu warna warni berhiasAda bendera Merah Putih berkibarAda aneka acara digelarUngkapan jiwa raga merayakanHUT 80 Kemerdekaan NKRIAngka umur istimewa bagi bangsa dan negaraSejenak mengenang jasa perjuangan para pahlawan bangsaSesaat mengakui pengalaman mengisi kemerdekaan NKRIWaktunya menyadari nasib rakyat warga negara Indonesia tercinta“Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan dan meninggalkan sejarahBangsa yang besar adalah bangsa…
Secercah Sajak Semesta – 141
80 Tahun Proklamasi NKRI
Simply da Flores 1.Hari Proklamasi NKRI terjadi17-08-1945 di JakartaSekarang dikenang anak bangsasebagai HUT NKRI ke-80sebentar lagi 17-08-2025Sebuah perjalanan yang penuh warnaAntara sejarah nostalgia dan cita-citadengan fakta dinamika patriotisme penuh tanyaAntara cita-cita luhur para pendiri bangsadan aneka cara dinamika keputusan mengisi kemerdekaanIndonesia Antara darah nyawa dan segala pengorbanandengan korupsi yang terus mencengkram nasib bangsa IndonesiaAntara ungkapan…
Secercah Sajak Semesta – 140
Menyadari Mulut dan Telingaku
Simply da Flores 1.Mulut itu satudengan dua bibir dan satu lidah tak bertulangTetapi bisa bicara banyak katadengan sejuta makna dan kepentinganbisa menghidupkan dan membunuhbisa mencelakakan dan menyelamatkan Aku diberi dua telingaberguna untuk mendengar bunyibermanfaat agar merekam suaraEntah bunyi suaraku sendiriEntah bunyi suara sesamaEntah bunyi aneka sarana dan alamdalam ziarah kehidupan pribadidi tengah alam dan sesama…
Secercah Sajak Semesta – 139
Kita Sesama Saudara
Simply da Flores 1.Aku, engkau, diaKita ditakdirkan terlahir ke duniamelalui peran kedua orangtuaDalam tanya tanpa jawabanDalam keharusan tanpa pilihanDalam keistimewaan dan keterbatasanKita terlempar dalam ruangyang membatasi jiwa ragaKita terbuang dalam waktuyang menyekat umur kitaKita sama sekaligus berbeda-bedadalam dinamika fakta dan misterisebagai tanya yang tak bertepi 2.Aku, engkau, dan merekaKita hadir dengan jiwa ragaKita hidup, karena…
Secercah Sajak Semesta – 138
Jejak Ziarah Kelana Nafas
Simply da Flores 1..Kudengar kisah awal nafaskudari bisikan cerita Ibuyang terima senyuman sinar pelangiyang rasakan gulita malam membelaiyang alami digendong Bunda PertiwiAwal nafas itu inkarnasi misterihadir dan ada terjaditanpa kompromi Ilahi dengan insaniAdakah yang peduli menyadariAtaukah ini hal biasa dan harus terjadi 2.Peluh keringat Ayah mencatat memoriDoa perjuangan Ibu merekam misteriHari demi hari terus dilaluidalam…
Secercah Sajak Semesta – 137
Balada Kekuasaan Nafsu Selera
Simply da Flores 1.Derai air mata meratapi nasibketika dahaga nafsu tak mampu dipuaskanRatap tangis lara derita bergemuruhsaat lapar selera tak bisa dikenyangkanKarena nafsu selera memang tak terbatas dan selalu lapar hausKarena jiwa raga manusia rohani dan jasmaniKarena manusia terlahir terbatas ruang dan waktuKarena setiap pribadi kodratnya tak sempurnaHidup bukan hanya untuk puaskan selera nafsu 2.Perjalanan…







