Kategori: SIMPLY DA FLORES

Secercah Sajak Semesta – 55
Melukis Wajah Keadilan

Simply da Flores 0.Dalam sebuah musyawarah alamuntuk mengajari perilaku zaman manusia sekarangUnsur alam lingkungan semestamemberikan pendapat tentang keadilanagar didengarkan dan dilakukan manusia 1.Batu-batu angkat bicaraKeadilan itu harus keras kokohdalam sanubari jiwa manusiaagar jadi landasan berpikiruntuk membuat keputusan yang benar dan tepat 2.Sungai, danau, dan hujan tidak setuju“Keadilan harus lentur...

Secercah Sajak Semesta – 54
Conclave: Habemus Papam

Simply da Flores … 1.Kawanan merpati menjadi saksijutaan jejak rindu damba insaniyang berziarah mencari jawaban rohaniDi pelataran Basilika St. Petrus – RomaSimpul sejarah iman Kristianifakta misteri Karya Keselamatan Ilahidalam diri seorang lelakiYesus Kristus dari NazarethLahir dalam kandang hina dinaWafat dan dikuburkan dalam makam nestapakarena bukan milik keluarganyaTetapihingga zaman digital...

Secercah Sajak Semesta – 53
Serpihan Makna ‘Laudato Si’

Simply da Flores … 1.“Hai kau manusia, sekarang aku tanyakan padamumengapa engkau acuh dan sombong padakuPadahal setiap saat aku bersamamuAku mendukung alat pernafasanmusehingga engkau mampu lakukan berbagai halHidupmu berjalan karena akuMengapa untuk menyapa pun jarangapalagi kau berterima kasih padaku?”Aku kaget dan terdiamseperti disambar petir siang bolongKetika angin menghentak aku...

Secercah Sajak Semesta – 52
Berhembus Syair Malam

Simply da Flores … Berhembus angin di nafas waktuAku tak sadari siapa akumeskipun kaki angan masih berlarimengejar rindu yang tak bertepiPada hamparan belantara faktaharapkan jawaban dari seribu tanyayang selalu menemani jiwa ragaselama berkelana berziarah di dunia Malam…Engkau pasti datang kembalisetelah sehari aku menaridalam irama rutinitas pribadiTetapisering hal tak terduga...

Secercah Sajak Semesta – 51
Konklaf: Antara Film dan Fakta Iman

Simply da Flores … 1.Tahun 2024 film Conclave ditayangkanSang Penulis Skenario menggores gagasanSang Produser dan Sutradara mengukir peranPara pemain dan awak melukis gayaMereka mau sampaikan pesan maknaberdasarkan fakta kejadian tradisi Conclavedalam sebuah karya senitentang sejarah tradisi iman KatolikAntara upaya insani menjawab misteri IlahiAntara kreasi seniman dan ungkapan prinsip imanAntara...

Secercah Sajak Semesta – 50
Ketika Wajah Kemaluan Hilang

Simply da Flores … 1.Banjir tsunami informasi digitalhempaskan ombak gelombang di jiwa ragaMenyerbu setiap pribadi siang malamtak peduli umur dan suku bangsaapalagi jabatan dan agamanyaKisah cerita yang ditabuhkan moral etika budaya dan agamakini jadi sarana hiburan dan bisnisdalam bentuk gambar, film dan komunikasi onlineAlat kelamin dan ragam perilaku seksual...

Secercah Sajak Semesta – 49
Masih Ingatkah Siapa Ibu-ku?

Simply da Flores … 1.Orang-orang bisa iri dengkilalu mampu bermusuhan dan kelahiBahkan bisa membunuh dan kobarkan perangsambil tertawa terbahak melihat korbankarena gengsinya terpuaskan dan bisnis senjata menguntungkanPerang masih berkobar di mana-manaPabrik senjata terus dikembangkan“Siapa ingin damai, siapkan perang”Pernahkah mereka terlahir dan menyusu dari Ibunya?Apakah mereka dikandung dalam perangdan dibesarkan...

Secercah Sajak Semesta – 48
Samudra Pribadi Manusia

Simply da Flores Raga itumungkin hamparan pasir pantaiEmosi itumungkin hempasan ombak gelombangPikiran itumungkin arus di lautan luasHati nurani itumungkin asinnya air lautJiwa sanubari itumungkin isi samudra yang kaya dan misteriPribadiku, dirimu dan kita manusiamungkin seperti samudra Wajah manusia menyimpan berjuta pesonaMulai pagi hingga malam haridari Senin hingga bertemu Senin...

Secercah Sajak Semesta – 47
Senandung Nafas Melodi Pagi

Simply da Flores Burung-burung bernyanyi merdudiiringi melodi embun memeluk dedaunandihiasi gemulai tarian sepoi anginMembelai kabut dan gerimisyang menutupi senyum mentari pagiPanorama hijau di pelataran taman proklamasi jiwa Masih terlihat jejak-jejak mimpiperlahan tinggalkan lagu langkah kakiYang terus aku dengarkan syahdudari relung desah nafasdan desir darah detak jantungWaktu tak tertahan berpacu...

Secercah Sajak Semesta -46
Dalam Arus Pencobaan & Fitnah Iman

Simply da Flores Perjamuan Malam Terakhir Yesus Aneh didengar …saat Engkau katakan sambil memegang roti“Inilah tubuh-Ku, ambil dan makanlah untuk kehidupan kekal”Dan semakin ajaib mengherankan,ketika Engkau memegang piala berisi anggur dan berkata“Inilah darah-Ku, darah Perjanjian Baru dan kekalyang akan ditumpahkan demi pengampunan dosaAmbil dan minumlah”Benarkah itu nyata dan mujizat-Mu?...

Secercah Sajak Semesta -45
Belajar Tabah dan Diam saat Musibah

Simply da Flores Musibah ini datang tak terdugadantak ada yang berpesta mengalami hal merugikanSakitTerlukaBerdarahLara menderitaSering dialami meskipun tidak diinginkanBiasa dihindari namun datang sendiriBanyak pengalaman terjadi di luar harapan diri pribadiApalagi musibah, celaka, dan problema Aku terpentalditabrak mobil pribadisaat menyeberang di remang senjaSopir mobil itu melaju mengejar agendanyaSaya melangkah menyeberangi...

Secercah Sajak Semesta – 44
Jaran Kepang di Stasiun Kereta

Simply da Flores Kudengar bising derik roda keretaberpacu dengan langkah seribu nafas berlaridalam sosok Jaran Kepangyang terus berjibakumengalahkan waktuHari-hari mencatat kisah ceritahidup adalah derik roda ziarah damba Jaran Kepang sudah seperti usanglantaran hadir kereta, pesawat dan roketyang juga hampir tergusurkarena ada mobil terbangPada halaman digital dunia mayayang merangkul waktu...

Secercah Sajak Semesta – 43
Kami Semua Sesama Saudara

Simply da FloresDoa untuk Bangsa dan NKRI Ya YesusSang Raja Semesta Alamterima kasih atas anugerah kemerdekaan bagi bangsa dan negara kamiNegara Republik IndonesiaTerima kasih atas tanah air inidengan segala kekayaan alamnyauntuk kami suku bangsa dan bahasa yang beraneka ragamSyukur atas keagungan misteri-Mu, ya Allahyang ada di Nusantara iniDengarkalah doaku...

Secercah Sajak Semesta – 42
Memiliki Syukur dan Kasih Sejati

Simply da Flores Syukur kepada-Mu, ya Allahatas kasih-Mu yang tak bertepiatas cinta-Mu yang abadiyang saya terima dan alami setiap saatdalam seluruh jiwa ragakudalam diri sesama saudarakudalam seluruh isi alam jagat raya iniTerima kasih dan syukur, ya Allahkarena sekarang aku bisa bersyukur kepada-Mu Dalam dirikumengalir kasih-Mu melalui nafas yang jadi...

Secercah Sajak Semesta -41
Antara Kota Renya dan Kota Roma

Simply da Flores Merpati putih sahaja itutak pernah ingkar janji kodrati IlahiAda di halaman Basilika St. Petrus Kota Roma – VaticanAda juga di Kota Renya Larantuka – IndonesiaAda di berbagai kota duniaMerpati itu terbang jauh ke delapan penjuru buanaKepakkan sayap sepanjang peradaban zamanmenyapa hati sanubari insan Roh Kudus –...