1.Di tepi malam sunyi sepiAngin semilir mendatangi pikiranmembawa karung besar kata-katayang terkumpul dari ucapanku waktu yang laluEntah di mana dan kepada siapaEntah saat serius dan santaiEntah saat waras gembira dan waktu emosi amarahAku perlahan melihat satu per satusambil tersenyum lucu dan malukarena rupanya angin nafasku setia merekamnyaDan debu tanah serta angkasa melihatnyasehingga aku tak bisa…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Secercah Cahaya Semesta -18
Secercah Cahaya Semesta -17
Bocah Angin-545
Parade Kata-kata
1.Sumpah ini berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esadiucapkan dengan lantang khidmatdidampingi tokoh agama oknum yang bersumpahdi atas Kitab Suci agama pemiliknyaEntah dalam urusan kenegaraanEntah dalam organisasi sosialEntah dalam partai politikEntah dalam lembaga agamaBahkan dibuat dengan berita acaraditandatangani juga surat keputusanDanZaman sekarang ada sarana digitalnya 2.Sering jadi ironi dan tanda tanyaMengapa ada budaya korupsi dalam kehidupan bangsa…
Secercah Cahaya Semesta -16
Bocah Angin-545
Dasyatnya Energi Tanya
1.Aku, engkau, dia, merekaKita semua adalah putra-putri Sang Maha Tanyaatau entah apa nama-NyaKarena bahasa manusia tak cukup katauntuk merumuskan kepastian nama-NyaMungkin kumpulan semua namadalam bahasa umat manusiaMungkin kumpulan semua tanyayang pernah dimiliki semua manusiaAtau tak ada satu pun bahasa manusia yang mampuuntuk merangkul sebuah jawabantentang apa dan siapa Sang Maha TanyaDanAku, engkau, kita semuaTerlahir dari…
Secercah Cahaya Semesta -15
Bocah Angin-545
Tarian Pelangi Sang Pelukis
1.Pesona indah lukisan semestabisa terlihat ketika ada pelangiAda perpaduan aneka warna indahentah siapa yang jadi pelukisnyaKetika hadir bias cahaya matahariSaat ada rintik air mata angkasaWaktu hadir telapak awan berkelanaAda angin melangkah berhembus dan bersenandungNamun semuanya ajaib dan mengagumkankarena bukan kreasi pikiran manusiaSehingga tidak semua saat terjadi pelangijuga bukan di segala tempat hadir terjadiDan tidak semua…
Secercah Cahaya Semesta -14
Bocah Angin-545
Mantra Diam Sang Pemahat
1.Saksikan publikasi seorang Seniman pemahat kayuentah langsung di bengkel kreasinyaentah lewat publikasi di sosial mediaSungguh mengagumkan dan menarik keinginan tahuJiwa raga yang sedang berkelanadalam diam sedikit suaratetapi mengatakan banyak pesanbagi setiap pribadi yang peduliuntuk melihat dengan jiwa raganya Sang pemahat berkata dalam diamTentang rindu damba jiwa sanubarinyaTentang kolam nilai hati nuraninyaTentang pesona sungai inovasi pikirannyaTentang…
Secercah Cahaya Semesta -13
Bocah Angin-545
Syair Penenun Kain Adat
Aku seorang penerus tradisi budayadalam menghasil aneka kain adatdengan beragam ukuran dan motifdengan aneka warna dan gaya hiasanEntah apa nama keterampilankuEntah disebut apa hasil karyaku Pada mataku terlukis mata Ibukusaat aku kecil hingga dewasaketika melihat kapas diubah jadi benangsaat saksikan benang ditata dan diikat motifKetika diwarnai hingga menenunhasilkan aneka kain tradisi adat Pada wajah dan…
Secercah Cahaya Semesta -12
Bocah Angin-545
Kreasi dan Imajinasi Wajah
1.Teringat ramalan seorang tokoh leluhuryang dibagikan dalam cerita lisanBahwa nanti ada zaman terbolak-balikPerempuan ingin jadi lelakidan lelaki jadi seperti perempuanitu terlihat dari cara berbicara dan berperilakudari cara berpakaian dan penampilan diriPara orangtua seperti anak remaja dan balitaAnak remaja dan balita seperti orangtuaAda banyak yang tertawa sendiridan lebih mencintai sepotong besiAda besi besar yang terbang di…







