Kategori: SIMPLY DA FLORES

Secercah Sajak Semesta – 25
Dalam Galau Kebodohanku

Simply da Flores Desah nafasku bersujud mencium debu tanahtumpahkan galau dengan seribu tanyaApa dan siapakah Engkau Ibu Bumi?Desir darahku tengadah takjubkebodohanku menatap sinar cahaya dan kabut gemawanLepaskan sejuta rindu damba doaApa dan siapakah Engkau Bapa Langit Angkasa? Debu tanah terbiasa diam bisuKadang diterbangkan angin badaiSelalu terima semua dalam hening...

Secercah Sajak Semesta – 24
Membaca Warna-warni Potret-ku

Simply da Flores 1.Jemariku menari gesitLangkah anganku terbang bersama anginmenjelajahi padang dan rimba rayatelusuri halaman album potret kisah ceritakuAku temukan potret masa kecilsaat orangtua menulis aneka tradisi dalam pengalamankuDalam rumah ada Ayah Ibu dan kakak adikaku tak pernah minta ada bersama merekaAku dikenalkan dengan sanak saudarakeluarga dari Ayah dan...

Secercah Sajak Semesta – 23
Menulis Pesona Pelangi Perjumpaan

Simply da Flores 1.Kemarin…ruang pertemukan aku dan kau jadi kitaSeribu kisah tertulis dalam jiwa ragaKita sahabat mengejar mimpi-mimpiKita hanya anak-anak rindu dambayang mengemis waktu merenda esokAgar bisa jadi apa dan siapadengan sebakul kisah tradisidengan segenggam cita untuk bertemu esok 2.Aku dan engkau melukis takdirAda yang sudah selesai mengembaraKita masih...

Secercah Sajak Semesta – 22
Sang Gadis Merayu Angin

Simply da Flores Butir-butir pasir di hamparan pantaimengukir kembara telapak anganyang menari gesit di pelataran rindu dambaseorang gadis cantik berbusana cahayaMungkin dia Putri Mentari dan Ratu Rembulanyang tersesat di belantata zaman Gadis itu telah menelusuri gunung, bukit, dan lembahsudah menjumpai aneka sosok di dusun, kampung, dan kotaIa mengembara ke...

Secercah Sajak Semesta -21
Menjadi ‘Bocah Angin’

Simply da Flores Aku selalu berkelanakarena itulah takdir pribadikuAku tidak tahu dari mana aku datangAku tidak paham ke mana akan pergiEntah siapa yang menggerakan diriku Aku selalu mengembaramungkin sekejab berhenti bercandatetapi pasti melangkah pergi lagiPondok, gubuk, tenda aku tak punyaapalagi istana megah jadi milikAku mampu singgah di mana puntapi...

Secercah Sajak Semesta – 20
Batu-batu Ritual Bicara

Simply da Flores Berkali sudah sesajen di persembahkanPada batu ritual adatDi rumah keluargaDi rumah adat sukuDi pelataran kampungDi kebun ladang pusakaDi tempat keramatBatu-batu merekam sejarahManusia menyembah bumi tanahManusia memuja matahariManusia hormati alam semestaMelalui arwah leluhurDi berbagai adat budayaMasyarakat yang sahaja sederhana Batu-batu ritual adatMencatat doa jiwa manusiaCurahkan suka dukaPasrahkan...

Secercah Sajak Semesta -19
Menyibak Hakikat Pribadi

Simply da Flores Lahir…aku tak pernah memintaapalagi ikut kompromiHidup…Aku tak pernah tuntas berjuang danselalu berkelana dalam tanyaMati…selalu fakta keharusan pastidengan waktu dan cara tak pasti Manusia…LahirManusia…Hidup beranak pinakManusia…pasti mati dibatasi umur Setiap InsanDikandung dan diperanakan misteriBerlari dalam energi udaraSetiap pribadiMengembara dalam perubahan waktuSemua dijawab dalam cahayaEntah siang atau pun...

Secercah Sajak Semesta -18
Di Balik Tabir Panca Indra

Simply da Flores 1.Tradisi mewariskan aneka ritual sakraldalam adat budaya, keyakinan, dan agamaAlam tampilkan pelangi pada panca indradengan pesona aneka warna-warniSamudra pentaskan tarian ombak dan nyanyian gelombangDaratan pamerkan syair padang, lembah ngarai, bukit, dan gunungAir daraskan ayat syair selokan, kolam, sungai, danau, dan bengawanLangit tampilkan aneka planet, cahaya, awan,...

Secercah Sajak Semesta – 16
Menggugat Rindu Damba, Mimpi, dan Imajinasiku

Simply da Flores Berhenti dalam kelanaaku bertemu sepimencoba diam dan rehat sejenak menyapa heningRebahkan imajinasi yang lara nestapa Di tepi pantai langkah mengembarasejenak kulepaskan lelah langkah mimpiBiarkan ombak membelai galau nuranidan gelombang mengurai penat sanubari Aku coba bersahabat dengan diamcoba merajut helai rindu bersemiAku mengajak berteman sunyi sepiMenenun damba...

Secercah Sajak Semesta -15
Madah Kelana Anak-anak Angin

Simply da Flores 1.Sudah cukup banyak kisah cerita manusiatercatat dalam sejarah peradabanSiapakah dan apakah manusia ituAda kapling batas nama adat budayaAda batas sesuai asal usulAda sekat menurut keyakinan dan agamaAda identitas berdasarkan wilayah tempat tinggalAda kartu menurut bangsa negaraAda juga pengelompokan sesuai profesiAda lagi menurut status sosial ekonomiDanmasih banyak...

Secercah Sajak Semesta 14
Membangun Istana di Awan

Simply da Flores … 1.Ada pondok kardus berjejer di sepanjang area rel keretaPemiliknya bercanda ria dengan perjuangan merajut nafas menenun rindudengan usaha memintal desir darah menenun dambaBukan saja mendapat rezeki hari initetapi…nanti mempunyai pondok kecil dan sawah di kampungatau membeli rumah sederhana di pinggir kota dengan tempat usahaTidak harus...

Secercah Sajak Semesta 13
Nada Melodi Gelombang

Simply da Flores … 1.Alunan nada-nada melodi itumenggema siang dan malammungkin ribuan genre dan jutaan partiturTelah tercatat dalam buku harian semestaTak peduli didengarkan nelayan atau tidakTak peduli disadari penghuni pesisir pantai atau tidakTak peduli ditonton mereka yang berlayar atau tidakTak peduli manusia memahami dan menikmati atau tidakSiang malam terus...

Secercah Sajak Semesta 12
Berguru pada Debu Tanah

Simply da Flores … 1.Lelah berkelana merajut mimpiterbang mengepak sayap anganCoba merajut helai angin di kanvas anganDambakan membangun istana di pelataran awanPadahal…telapak kaki menginjak debu tanahdiberi nafas dan makan minum“Aku masih ada dan jadi di sini” 2.Aku berhenti dan berteduh di sinidi sudut sepi makna bersandar galauterkapar di hamparan...

Secercah Sajak Semesta 11
Berkelana Menemukan Aku

Simply da Flores … Kudengar ada banyak suara sumbangMempertanyakan, mencemooh, dan mencaci maki dirikuTapi tak kulihat pembicaranyaLalu terasa menyerah rasa sanubariKulihat wajahku pucat lelahtak seperti kemarin dan biasanyaMengapa demikian sikap mereka? Aku coba membasuh mukalalu rapikan rambut dan hiasi diriagar tidak terlihat kotor menjijikanNamun,aura wajahku masih kusam letihredup tak...

Secercah Sajak Semesta 10
Tarian Sang Maha Cahaya

Simply da Flores … 1.Musik semesta merdu bergemaAlunan irama lagu jagat rayamenyebar dibawa angin ke delapan penjuru semestaNamun…tidak banyak telinga peduli mendengarkarena dianggap biasa-biasa sajatidak banyak rasa tergoda menikmatientah apa saja alasannyaSedangkan gerakan pesona Sang Penari Agungpenuh energi memancar dalam sinar cahayaMembuai derap energi waktu berlaripenuh misteri dan lestari...