1.Keadilan terkapar di mana-manaentah di kota hingga dusun dan hutan rimbaTerluka parah sekuyur tubuhpenuh nanah bahkan berulatbau busuk penuh nanah dan darahNafas tersengal nyawa sekarattanpa harapan bagi jutaan para korban malangPemilik kekuasaan, senjata dan modalmelakukan apa saja kehendaknyademi meraih kepuasan dan kesombongan merekaTidak ada keadilan dalam pikiran, nurani dan jiwanya 2.Nasib perdamaian pun hampir tak…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Secercah Cahaya Semesta -34
Secercah Cahaya Semesta -33
Bocah Angin-545
Melati, Purnama dan Malam
1.Langkahku menyusuri jalanan kompleksSunyi, sepi menemani lelah seharianNamunsekejab terpana pemandangan ajaibcahaya purnama membelai ratusan kembang melatiaroma wanginya menyibak wajah gulitaLangkahku terhenti mengagumi panoramaInikah misteri alam terpenuhyang selalu terjadiApakah ini sabda semesta yang selalu menggema? 2.Jiwa ragaku larut dalam pesonaseperti saksikan sebuah ritual sakralRatusan kembang putih melatilantunkan syair pujian ke angkasaCahaya purnama menyambut dengan senyum kagumSemerbak…
Secercah Cahaya Semesta -32
Bocah Angin-545
Berkelana ke Alam Arwah
1.Ombak berdebat siang malamBuihnya membelai pasir pantaiLalu lenyap hilang seketikaentah ke mana tinggalkan basahSilih berganti tak pernah usaiMungkin seperti kisah manusiaLahir, hidup, matiterus terjadi tanpa hentiBerputar antara fakta dan tanya lestaridalam sejarah peradaban insani 2.Semua yang terlahir pasti kembaliEntah mengalami metamorfosaEntah kembali dalam moksaEntah berubah ajaib berinkarnasiEntah pergi penuh misteriEntah berubah rupa dan matiBahasa manusia…
Secercah Cahaya Semesta -31
Bocah Angin-545
Merayu Relung Kesadaran
1.Kepulan asap rokok berlari pergisetelah tinggalkan semangkuk nikmat di nafaskuPercik bara kretek bergurau dengan kelip bintang-bintangLangit cerah setelah seharian hujan mengguyurbanyak kisah cerita nasibketika angkasa menangis curahkan perasaanAku teguk energi kopi pahitkudari penjual bersepeda mengayuh nasibDi wajah metropolitan yang pandai bersolekseperti perempuan cantik berdandanan menorditerpa gemerlap cahaya inovasi milenial 2.Udara terasa sejuk dihembus sepi anginAsyiknya…
Secercah Cahaya Semesta -30
Bocah Angin-545
Meretas Harmoni di Zaman Milenial
1.Gemerlap kreasi digital mempesonaEntah di layar gadget dan komputerEntah di tampilan televisi dan panggungEntah di papan iklan kendaraanEntah di halaman iklan jalan dan dinding gedungBerbagai inovasi iptek ditampilkanagar mata terpuaskan dan rasa dimanjakanagar pikiran terpana dan dijeratagar hati nurani terpikatagar sanubari jiwa terus melekatBermacam ragam keindahan diciptakandemi menjawab rindu damba manusia 2.Ketika menelisik kreasi digitalyang…
Secercah Cahaya Semesta -29
Bocah Angin-545
Iman dan Gemerlap Digital
1.Pada wajah ada aneka warnasetiap pribadi melukis harapanPada mulut ada kisah ceritasetiap diri menulis sanubari jiwanyaPada jemari tangan dan kakipilihan tindakan pribadi patrikan amalApa dan siapa sujud sembahkuJadi apa dan siapakah aku inidi hadapan sesama dan Sang Maha IlahiZaman kreasikan beragam inovasiyang bisa membuat galau dilemaakan semua warisan tradisi keluargadan tawaran pesona informasi digitalyang jadi…
Secercah Cahaya Semesta -28
Bocah Angin-545
Di Hadapan Pancaroba Musim
1.Duduk di pondok ladang sepiditemani asap kayu basahSaksikan hujan sepanjang haridisertai angin yang tak ramahTak ada nyanyian burung pipitTak ada senandung ayam bekisarSenja pergi tanpa jejak langkahGulita pun tiba tak terdugakarena alam diselimuti awan hitam dan guyuran hujanApakah sudah tiba musim hujanHaruskah bermalam di pondok inisedangkan di rumah keluarga menanti rezeki? 2.Tertahan dalam kebingunganKail pancing…







