1.Dengan sisa asa yang meranaKami hanyutkan tanya pada banjirKami lepaskan harap pada lumpurKami pasrahkan nasib pada lahar dan apiKami tumpahkan lara derita pada ombak gelombang“Apa salah dosa kami pada alamApakah tangan kami yang mengundulkan hutan belantaraApakah jemari kami yang mengoyak perut bumiAdakah serakah kami yang memanggil bencanaDi mana mata bijaksanamu, hai, semestaDi mana waras kuasamu…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Secercah Cahaya Semesta -69
Secercah Cahaya Semesta -68
Bocah Angin-545
Kawanan Lalat dan Aneka Parfum
1.Jangan paksa lalat menyukai wangi bungaatau bersahabat dengan kawanan burung pipitJangan ajari lalat menikmati manisnya madudan terbang bersama kawanan lebahMereka sama mempunyai sayapNamun habitat alaminya tetap berbedaLalat suka bangkai dan bau busukhabitatnya di tempat yang kotor 2.Wangi parfum semerbak di jalananbanyak orang berlalu lalangAku mengira itu parfum mahaldan dipakai mereka yang kaya rayaMengapa ada kawanan…
Secercah Cahaya Semesta -67
Bocah Angin-545
Roda Kreasi Deru Imajinasi
1.Malam gemerlap mengantar langkahkulintasi trotoar metropolitanCahaya purnama sinari dambakusaksikan panorama jalan Thamrin SudirmanJelang tengah malam tak terdugaternyata ramai ribuan sepeda motor padati jalananpara generasi muda konvoi berkumpulKusebut roda kreasi deru imajinasi 2.Rupanya ada pertemuan pemilik sepeda motor satu merekmalam sabtu melintasi jalan protokolekspresikan gaya dan identitas“Kami ada dan kami berbeda”Katanya ada yang mengatur koordinasiapalagi dengan…
Secercah Cahaya Semesta -66
Bocah Angin-545
Purnama Awal Desember
1.Wajah purnama merah padamtidak seperti biasanya penuh pesonadatang istimewa di awal DesemberMelerai tabir awan hitam pekatSaksikan bumi yang terluka parahsedang lara menjerit dan merintihkarena harus terima jasad para korban sahajaHarus menampung jenazah pohon pembalakan liarHarus terima lumpur nasib masyarakat korbanHarus membongkar belenggu ketidakadilan yang diderita rakyatWajah sendu pilu purnama tanpa katakarena manusia ahli produksi kata…
Secercah Cahaya Semesta -65
Bocah Angin-545
Bencana Menggugat Harmoni Insani
1.Mengapa terjadi bencana di negeri ini?Banjir longsor dasyat melandamerenggut korban jiwa rakyat sahajamenghancurkan harta dan kampung halamanDerita lara yang tak mampu dibendungdatang sekonyong tak terdugaApakah ini karena musim pancarobaDari manakah kayu gelondongan serta lumpur dan sampah pabrikJawaban penuh galau diterima anak bangsadari para pejabat rakus dan politisi busukjuga dari para pebisnis tamakAda banyak yang diam…
Secercah Cahaya Semesta -64
Bocah Angin-545
HUT Negara Kerajaan Tikus
1.Para Tikus berpesta pora meriahRayakan HUT ke 111.000Mereka bangga bisa menguasai hutan belantara kampung dan kotaTidak ada yang mampu menandingiTermasuk kekuasaan yang dibuat manusiadengan kecanggihan ilmu dan teknologiMereka tunjukkan bukti bukan janjiMereka taat pada cita-cita proklamasiMereka setia teguh pada ideologi 2.Mereka taat pada Proklamasi Kerajaan TikusMereka yakin pada demokrasi TikusMereka menjunjung prinsip menghalalkan segala cara…
Secercah Cahaya Semesta -63
Bocah Angin-545
Rintihan Bulan dan Tiga Kucing
1.Tengah malam sunyi sepiBulan lirih merintih sendiriTernyata awan mencengkram dan menyiksaWajah bulan dibalur arang nodaagar angkasa bisa dipaksamenangis sirami gulita bumi yang mirisdengan mantra kebijaksanaan semestauntuk perilaku insan yang butaManusia terus mengejar seleramenabur benih sirami bencanadengan gengsi dan nafsu kuasa 2.Dari pelataran gubuk bambuAku pandangi tiga kucing galauyang berdiri diatas batu nestapaMemandang nanar jeritan bulanyang…







