1.Detik-detik harapan menikam jejak kakimenusuk seluruh bagian tubuhagar berlari meraih kebutuhanmeskipun tidak semua bisa digapaiMenit-menit jarum menjahit desah nafasseakan bisa menahan derap roda waktuAku tertipu bunyi, kata dan angkaseolah-olah pasti bisa mengurung laju mentariuntuk menulis seluruh isi jagat semestadengan penampilan cahaya misterijadi jutaan halaman buku sabda abadi 2.Jarum jam angka dan kataterus yakin menyekat ruangdalam…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Secercah Cahaya Semesta -89
In Memoriam:
Rm. FX Mudji Sutrisno, SJ
Sebagai satu ungkapan terima kasih, dan pamit kepada Romo Mudji, berikut saya goreskan ayat kagum dan syair bangga pada ‘Sketsa Nafas’ beliau Sketsa Ziarah NafasRIP Rm. FX Mudji, SJ Pada mulanya tanya menjelma nafasLangkah bersemi semaikan benihdi hamparan sawah ladangTumbuh abadi bersama ombak gelombangMenyulam rindu di lembaran pasirdicatat angin dengan pena cahayaterbang ke delapan penjuru…
Secercah Cahaya Semesta -88
Bocah Angin-545
Suara Sumbang Para Gembala
1.Sudah sekian kali aku saksikan kandang NatalSelain ada patung bayi mungil Yesusdidampingi Ibu Maria dan Yosefada juga Malaikat dan bintang tergantungPasti ada para gembalayang kagum, galau dan penuh tanyasaksikan peristiwa ajaib maha dasyatSeperti mendengar dongeng atau mimpipadahal nyata diliihat, didengar dan dialamimeski tak mampu mengatakan apa punMemang mereka hanya gembala ternak 2.Aku coba merayu dan…
Secercah Cahaya Semesta -87
Bocah Angin-545
Membaca Catatan Palungan
1.Bukan air yang dituangkanuntuk minuman bagi domba-dombaBukan rumput yang ditempatkanuntuk makanan hewan-hewanTetapiTangan seorang perempuan sahajaLembut membersihkan dan membalut lampinlalu membaringkan seorang bayi mungilEntah siapa yang memberitakanEntah siapa yang kemudian menulisEntah siapa yang pandai berkhotbahbahkan menjelaskan dengan aneka teori dan bukuPadahal tidak mengalami dan menyaksikan peristiwanyaNatal terus dirayakan beragam gaya dan kreasi 2.Aku palungan berubah fungsijadi…
Secercah Cahaya Semesta -86
Bocah Angin-545
Menantikan Datangnya Para Raja
Bencana ini telah lahirdatang menerjang dan merenggut korbanDuka lara derita ini terus datang meradangterlantar, dibiarkan dan galauDi manakah para Raja itumembawa emas, dupa dan murKapankah datang para Raja itumembawa solidaritas, bantuan dan pertolongan? Lapar dan haus tak bisa ditundaHujan terus mengguyur, karena musimTetapi lara derita itu bukan karena musimKami menanti di kandang kepapaanKami menunggu di…
Secercah Cahaya Semesta -85
Bocah Angin-545
Laskar Hujan dan Roda Kereta
1.Anganku terbang gelora berpacuantara menangkap guyuran literasi hujandan derap roda kereta menggilas rel nafasKemarin aku telah mencatat seribu jejakSekarang coba kubaca dalam memoarada perjumpaan dan perpisahanAda harapan dan kenyataanAda suka duka dalam kisah ceritaAku ada dalam gerbongKereta terus berlari bergeloraHujan terus mengguyur kata 2.Pada lembaran almanak nafaskutak mampu berdusta pada dirikutercatat rapi rindu dambatertulis apik…
Secercah Cahaya Semesta -84
Bocah Angin-545
Remah Puing Makna Kelahiran
1.Di Kandang Hewan Itu Malam sunyi senyap sepimisteri mengembara dan berhentiMimpi jadi kisah cerita abadidalam inkarnasi kreasi dan inovasi insaniRibuan sosok wajah silih bergantijutaan makna arti terus bersemiantara yang Ilahi dan insaniantara kandang hewan dan derap zaman ini Kandang hewan jadi saksiepisode kreasi Revolusi IlahiHanya seorang perempuan jadi saksiperistiwa kelahiran Maha Suciyang sudah dirayakan berkali-kaliDengan…







