Jejak Kelana Nafas-58
Bocah Angin-545
Di bawah Kilau Khatulistiwa

1.
Irama Jeritan Generasi Bangsa

Ada syair yang ganas membara
dikemas dalam melodi penuh gelora
Iramanya penuh mantra dan dinamika
bergema di seluruh pelosok Indonesia
Antara kata dan tindakan tidak sejalan
Antara janji dan fakta saling bertentangan
Antara pejabat dan rakyat tidak searah
Sedikit yang tersiar di media sosial
jauh berbeda dengan kenyataan di lapangan
dari kota hingga ke pelosok negeri
Rakyat galau, lara nestapa
tanpa suara dan daya sejuta tanya

Inilah syair fakta zaman edan – Pancagila
Keuangan yang maha esa
Kerakusan korupsi yang adil dan berbudaya
Kehancuran dan lara derita rakyat Indonesia
Kejahatan yang dipimpin oleh gengsi dan ketamakan dalam menindas rakyat dan menguras sumber daya alam
Kagalauan nasib dan problema sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Merah Putih tersobek dan berubah warna
Pancasila terus dibantai dan dimutilasi
Hukum jadi sandiwara di tangan penguasa
Lagu pembangunan jadi ajang balas jasa dan ladang korupsi
Masihkah cita-cita Proklamasi bermakna
Ke manakah nasib bangsa dan negara ini
Untuk siapakah anggaran dan kekayaan sumber daya alam di negeri ini?

2.
Balada Anak Negeri

Dengar lagu kami
Anak-anak negeri
Lihat nasib kami
Putra-putri Ibu Pertiwi
Inilah fakta nasib yang terjadi
tetapi sering diabaikan tak peduli

Yang merana didera derita
yang tak bertepi
Yang merintih dirundung lara nestapa
penuh tanya gelap gulita

Ke mana lagi kami harus mengadu
Di mana lagi kami harus mencari
Apakah kami harus sirna dan mati
Sampai kapankah berakhir balada ini

Hanya ombak gelombang
yang mungkin mendengar
Hanya angin dan taufan
yang mungkin peduli
Balada Anak-anak Negeri
Indonesia yang tercinta ini