Allah Sejauh Doa, Sedekat Realita
“Allah serasa jauh dan menjauh, karena tiada rasa bersyukur. Allah makin dekat dan menyatu dengan kita, ketika hidup ini disyukuri sebagai anugerah-Nya.” -Mas Redjo Allah sejauh doa? Faktanya, Allah bertahta di hati ini, dan hembusan nafas-Nya adalah udara yang kita hirup. Bagi saya pribadi, doa adalah nafas hidup orang...
Orang Jujur Dipimpin oleh Ketulusannya,
Pengkhianat Dirusak oleh Kecurangannya
“Ketika mencurangi orang lain, kita persulit diri sendiri dan menutup pintu anugerah-Nya.” -Mas Redjo … Saya diam, tidak menanggapi atau mengomentari cerita LP tentang DK yang usahanya lancar. Mobilnya selalu baru dan gonta ganti. Begitu pula cerita SR tentang TH yang sedang sakit itu memaksakan diri bertandang ke rumahnya,...
Kenakalan Anak
“Jangan memaklumi kenakalan anak. Alasannya, karena mereka masih kecil agar kelak kita tidak merasa bersalah dan menyesal sendiri.” –Mas Redjo Umumnya, anak kecil yang nakal itu dianggap wajar dan cerdas. Jika mereka dibiarkan dan diumbar, kita yang bakal repot sendiri. Atau bisa jadi, kita telah hilang kepeduliannya pada mereka?...
Setia dengan Profesi
“Menekuni profesi dengan hati, karena sesungguhnya kita ini bukan siapa-siapa.” -Mas Redjo Yohanes Pembaptis berseru-seru di padang gurun mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Ia berkhotbah tentang pertobatan, bahwa “Kerajaan Surga sudah dekat.” Sedang saya bergumam lirih di kesunyian diri. Saya bergumam dalam keheningan, karena sadar, saya ini bukan siapa-siapa, sehingga...
Kasih-Nya Menyehatkan Jiwa
“Harta yang paling bernilai di dunia ini adalah hidup saling mengasihi dan bahagia.” -Mas Redjo … Tidak dipungkiri, bahwa hidup saling mengasihi dan bahagia itu idaman kita semua. Faktanya, banyak dari kita yang sekadar kepengin, tapi berat dan sulit untuk mewujudkannya. Saya ingin hidup untuk mengasihi dan bahagia, karena...
Nilai Pertanggungjawaban
“Hidup ini pilihan. Jalan menuju sukses dalam hidup ini mudah atau sulit adalah kita yang memutuskan untuk menjalaninya.” –Mas Redjo Nasihat bijak Guru Agung terpatri dalam hidup saya: “Kenali talenta dan bakat kita lalu fokuslah untuk mewujudkannya.” Apa talenta dan bakatmu? Banyak di antara kita yang sekadar bertanya, tapi...
Membangun Rumah Iman Keluarga
“Membangun rumah mewah itu hebat. Tapi membangun hidup beriman dalam keluarga itu yang berkenan bagi Allah.” -Mas Redjo Semula saya berpikir, mempunyai rumah mewah dan seisinya yang serba lux itu keren. Tapi melihat tetangga yang kaya raya, tapi keluarganya berantakan itu membuat saya berefleksi. Saya seperti diingatkan dengan nasihat...
Melayani dengan Hati
“Aturan dibuat supaya jadi mudah dan teratur. Ketika aturan itu untuk menyulitkan orang lain berarti keliru dalam menerapkan atau kita tidak memahaminya.” -Mas Redjo Sederhana, amat sederhana. Tapi prakteknya di lapangan tidak sesederhana itu. Ada pameo, jika bisa mudah, mengapa dipersulit? Atau penerapannya yang kaku dan sesuai SPK, sehingga...
Kasih itu Sumbernya dari Salib Kristus
“Mengasihi murah hati, karena mengimani Kristus.” -Mas Redjo … Berani tampil beda dan sukses itu luar biasa. Tapi berani memberikan yang terbaik dari iman kita akan Kristus itu anugerah-Nya. Mengikuti dan meneladani Tuhan Yesus itu tidak boleh biasa-biasa saja, atau suam-suam kuku. Tapi totalitas! Karena dosa kita ditebus-Nya, dan...
Budaya Saling Mengingatkan
“Orang yang mudah menyalahkan sesamanya adalah mereka yang lupa dengan dirinya sendiri.” -Mas Redjo Ketimbang menyalahkan orang lain, lebih baik kita saling mengingatkan. Kita jadi bijak, jika hidup ini sebagai ungkapan teladan kebaikan dan rendah hati. Faktanya, berjuta orang mudah diguncang dan ditaklukkan ‘flexing’, sehingga tidak berkutik dan keok....
Calon Mempelai
“Kita dikenalkan orangtua dengan calon pasangan itu biasa, tapi dipersatukan dalam kasih Allah itu anugerah terindah.” -Mas Redjo … Ketika dikenalkan dengan calon pilihan orangtua, saya menghargai pilihan dan etiket baik mereka. Hal ini tidak identik saya langsung acc. Karena kecocokan itu soal hati, dan Allah yang menyatukan. Jika...
Bermakna dalam Terang-Nya
“Hidup sebagai ungkapan syukur untuk jadi makin baik dan berkenan bagi Tuhan.” Selalu bertanya pada diri sendiri, “Apakah hidup ini menuju arah yang benar dan makin baik?” Jika kita ragu menjawab dan belum merasa yakin dengan diri ini, berarti kita hidup dalam dunia yang abu-abu, kelam, atau bahkan bisa...
Diribeti oleh Pikiran Sendiri
“Jangan menilai orang dari tampilan luar agar kita tidak dipermalukan oleh realita.” -Mas Redjo … Untuk kedua kali ini saya melihat tetangga rumah, Pak AA memesan nasi goreng memakai nasi sendiri. Istilahnya, nitip menggoreng supaya harga jadi murah? Kasak-kusuk tetangga beberapa hari lalu itu mendenging di telinga saya lagi....
Permohonan Terakhir
“Seandainya menjelang akhir hidup kita diberi kesempatan oleh Allah untuk sebuah permohonan, apa yang mau diminta?” Maaf, jika pertanyaan itu dianggap lancang. Tapi tidak ada salahnya, jika direfleksikan dalam hidup ini. Karena sesungguhnya hidup adalah kesempatan terbaik yang diberikan Allah untuk mewujudkan cita-cita, impian, dan harapan kita. Bagi orang...
Antri? Di-Online saja…
Ada sebagian orang bilang, budaya antri itu kuno dan sudah tidak zamannya. Katanya, mengantri itu membuang-buang waktu dan energi. Lebih keren itu ‘online’. Tidak ribet, cepat, dan praktis. Apa pun barang yang dibutuhkan, di jagat maya itu mudah ditemukan dan diperoleh. Barang yang kita terima itu juga bisa dikomplain...