“Mengantar naskah novel ke penerbit dengan naik sepeda ontel itu pengalaman paling asyik dan berkesan.” -Mas Redjo Karena tidak mempunyai uang atau ingin sehat? Jawaban dua-duanya itu benar. Saya ingin irit dan sehat. Ide awal saya mengantar naskah novel, karena ingin berolahraga sepeda santai, melihat keadaan Jakarta, dan sehat. Kebetulan sebelumnya, tetangga depan rumah itu…
Kategori: MAS REDJO
Hidup Bakti, karena Peduli dan Mengasihi
“Sesukses-suksesnya anak yang mencapai puncak prestasi, lebih sukses itu mereka yang berbakti pada orangtuanya.” -Mas Redjo Jika bakti pada orangtua itu identik tinggal bersama dan mengopeni mereka, saya tidak sependapat. Alangkah bijak, jika kita jeli melihat fakta itu secara proposional dan berimbang. Kita tidak berasumi, apalagi mudah menghakimi orang lain. Saya melihat fakta itu dari…
Gaduh, karena Tidak Becus Bekerja
“Bekerja untuk meraih sukses itu tidak dengan mulut, tapi dengan hati.” -Mas Redjo Saya tidak komplain, protes, dan apalagi menyalahkan orang lain, ketika teman yang kerjanya banyak bicara, tapi mampu menyenangkan hati Bos (ABS) itu diberi fasilitas dari kantor, ketimbang mereka yang kompeten dan kinerjanya baik. Saya tidak iri, merasa lebih baik dan lebih senior…
Pemaknaan dan Tujuan Hidup
“Memberikan yang terbaik untuk mencapai target itu biasa. Yang luar biasa itu kita berani memberikan yang terbaik untuk melayani Tuhan.” -Mas Redjo Awalnya adalah, saya membaca tulisan seorang sahabat, Pak Wid dalam grup renungan Katolik, “Pewartaan lebih dari 175 tag website ini bukanlah sekadar bisnis maupun lomba pengikut semata. Banyak di antara mereka yang tidak…
Mencari Masalah itu Sulit, tapi Mencari Solusi itu Mudah
“Berani untuk membuka hati dan merendah di hadapan Tuhan agar hidup kita makin dimudahkan-Nya.” -Mas Redjo Hidup ini berat atau sulit, dan ringan atau mudah itu pilihan, karena kita yang memilih dan memutuskan hal itu serta menjalaninya. Ketika malas membaca, belajar, dan malas bekerja, saya mudah sekali menemukan, dan bahkan membuat masalah. Tidak sekali dua…
Lagi-lagi… Uang!
“Akar segala kejahatan ialah cinta uang. Tapi dengan mengasihi kita menyembuhkan segala luka itu.” -Mas Redjo Gara-gara cinta uang, banyak orang khilaf, lupa diri, dan bahkan menjual nama baik, hingga kehormatan diri itu tiada berharga lagi! Untuk kesekian kali pengalaman pahit itu terjadi tanpa dikehendaki. Bisa jadi saya ini ceroboh, lengah, dan bodoh, sehingga sering…
Jadilah Saluran Berkat Tuhan
“Bersyukur itu tidak sekadar ucapan, tapi ungkapan nyata untuk menanggapi belas kasih Tuhan.” -Mas Redjo Saya harus bertanggung jawab atas hidup ini. Caranya, saya harus memperbarui pola pikir saya agar hidup ini tidak membosankan dan monoton, tapi berguna bagi sesama dan bermakna. Berpikir seperti kebanyakan orang, setelah pensiun enaknya menikmati hidup sambil momong cucu itu…







