“Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Persoalan datang mendera itu biasa. Yang luar biasa adalah, ketika kita berani mensyukuri hal itu sebagai anugerah Tuhan.” -Mas Redjo … Ketika DN didera banyak masalah, ia mudah reaktif dan memprotes Tuhan. “Mengapa harus saya?” Tuhan seperti pilih kasih, dan ia merasa ditinggalkan sendirian. “Tuhan tidak adil!” kata DN emosi….
Kategori: MAS REDJO
Bersaksi Ikhlas Hati
“Ketakutan, kekhawatiran, dan hal-hal negatif itu sumbernya dari si Jahat. Tapi pribadi yang ikhlas hati itu tanpa prasangka, dan melepas tanpa merasa kehilangan.” -Mas Redjo … Untuk kesekian kali pertanyaan yang sama datang dari beberapa teman itu menggedor pikiran ini: “Apakah tidak takut pelanggan saya diserobot pesaing?” Saya tersenyum. Kekhawatiran itu wajar, karena saya menulis…
Bertanya untuk Membuka Cakrawala
“Malu bertanya sesat di jalan. Rajin berinovasi kita menjawab tantangan zaman.” -Mas Redjo … Bagi saya pribadi, bersikap malu bertanya itu tidak pantas dipiara, karena jelas merugikan diri sendiri. Saya juga tidak merasa gengsi, jika harus meminta tolong pada orang lain, ketika mengalami kesulitan, misalnya. Mendisiplinkan kebiasaan hidup jujur adalah teladan Guru spiritual saya yang…
Dipercaya itu Amanah
“Dipercaya itu api jiwa agar kita jadi garam dan terang dunia.” -Mas Redjo … Jangan pernah mengecewakan orang yang mempercayai kita. Tapi tunjukkan, bahwa pilihan mereka itu adalah tepat dan benar. Bagi saya sendiri, dipercaya orang itu komitmen dan harga mati yang harus dijaga dengan kesungguhan hati. Alasan saya sederhana, jika kita dikecewakan orang, hati…
Pemimpin Keluarga
“Jika ingin berhasil jadi pemimpin keluarga, jadilah pemimpin yang baik untuk diri sendiri.” -Mas Redjo … Saya bersyukur, karena lahir dan besar di lingkungan kampung yang warganya guyup rukun. Dalam lingkungan keluarga besar, orangtua memberi teladan agar kami belajar peka, peduli, dan cepat tanggap untuk ringan tangan membantu kerepotan yang lain. Semisal orangtua sibuk beberes…
Konflik itu Berasal dari yang Jahat
Apa pun konfliknya itu selalu menimbulkan ketegangan, ketidakpastian, ketidaktenangan, dan jauh dari rasa kenyamanan. Siapa yang mampu menghindari konflik? Tidak seorang pun sanggup menghindari, karena konflik itu bagian dari hidup keseharian kita. Konflik itu bisa muncul kapan saja, di sembarang tempat, dan dengan alasan apa saja. Bisa konflik individu, suku, golongan, agama, dan bahkan antar…
Ojol Langganan
“Kita harus berani ke luar dari kenyamanan diri untuk berubah jadi makin baik.” -Mas Redjo Semula saya diledek ‘katrok’ oleh anak-anak, karena anti aplikasi dalam satu genggaman hp. Tapi yang benar saya tidak mau dimanja dengan fasilitas dan kemudahan itu yang membuat saya jadi malas bergerak! Begitu pula dengan aplikasi gojek, grab, dan sejenisnya. Jika…







