Dalam suatu pengembaraan di Negeri Dongeng, Guru Bijak bertemu dengan seorang muridnya. “Guru, apa yang mesti kita lakukan, jika dua hati tidak menemukan kecocokan lagi?” tanyanya. Guru Bijak tidak segera menjawab. Ia mengamati muridnya itu dengan saksama, lalu tersenyum renyah. “Apa yang kau maksudkan dengan tidak cocok lagi?” Murid itu menunduk, tidak berani balas menatap….
Kategori: MAS REDJO
Relawan itu Rela Berkorban
“Bekerja cerdas dengan hati. Ikhlas itu berkualitas dan tuntas.” -Mas Redjo Ketika hendak aktif menekuni karya sosial sebagai relawan, yang pertama dan utama adalah saya menyiapkan hati untuk komitmen, konsekuen, konsisten, dan totalitas. Saya sadar-sesadarnya, bekerja dalam karya sosial itu sumbernya dari hati: panggilan untuk melayani dan ikhlas. Jika tidak, kita mudah mengeluh, kecewa, terluka,…
Seni Berkomunikasi Membangun Kualitas Diri
“Perubahan itu abadi agar terus menerus kita memperbaiki diri dan hidup makin baik.” -Mas Redjo Jika hidup ini tidak bertambah baik, saatnya kita refleksi diri dan segera mereformasinya! Caranya adalah, dengan intens kita berkomunikasi dengan diri sendiri agar hidup kita terarah dan fokus pada tujuan hakiki. Tidak untuk ditunda, tapi agar kita segera membuang kemalasan…
Mengolah Rasa di Dalam Rasa
Seorang Guru Bijak mengamati muridnya yang meminta pencerahan soal rasa. Rasa dalam secangkir kopi pahit yang disajikan di kaki lima dan di resto. “Menurutmu?!” Guru Bijak itu balik bertanya. Murid itu terdiam. Ia mencoba mencerna makna ‘rasa’. Sejatinya hakikat rasa kopi itu sama. Tapi yang membedakan adalah racikan, aroma, dan suasana hati. Tidak didasari oleh…
Membangun Iman Keluarga
“Membangun keluarga itu mudah, tapi yang sulit itu menghidupinya dengan cinta kasih.” “Membangun gedung bertingkat itu juga mudah, tapi yang sulit adalah membangun iman keluarga.” Dua buah nasihat Guru Bijak itu disampaikan pada saya, ketika saya mohon restu untuk menikah. Nasihat Guru Bijak itu tampak sulit dicerna dan dipahami, tapi sangat membahagiakan jiwa, jika kita…
Jangan Alergi Kasih
“Kebosanan itu muncul, ketika kita kehilangan kasih untuk selalu mengucap syukur atas anugerah Tuhan.” -Mas Redjo Saya sangat bersyukur dianugerahi seorang istri yang senang masak memasak dan hasil olahannya itu tidak membosankan. Selain enak, juga disenangi oleh anak-anak. Sebagai contoh, bahan dasar yang digunakan tempe, tapi dapat diolah jadi tempe goreng, bacem, kering, atau bergedel….
Ah, Teori …!
“Ah, Teori…!” Kata yang tidak asing bagi telinga kita. Mungkin kita atau teman yang melontarkannya. Bagaimana reaksi kita, ketika tengah serius berbincang, seorang teman melontarkan kata itu? Apakah kita lantas responsif, tersinggung, atau marah?! Eit, tunggu dulu! Jangan sensian, ah. Pandang wajahnya, cermati intonasi kata-katanya, gestur gerak tubuhnya. Apakah ia meremehkan, mengejek, atau hanya sekadar…







