Alam pun Bungkam!
“Ketika bangun, saya seperti berada di tempat asing. Udara diam, sepi, dan gelap mencekam serasa tiada kehidupan.“ -Mas Redjo Ada di mana saya? Perlahan tapi pasti, kesadaran saya mulai utuh, dan normal. Saya di ranjang, dan tampak samar-samar, istri sedang tertidur lelap. Apakah mati lampu? Saya meraba mencari hp...
Mimpi di Siang Bolong
“Banyak orang ingin jadi pahlawan kesiangan, karena mereka senang tidur di siang bolong.” -Mas Redjo Jujur, saya tidak mau disamakan seperti mereka yang bermimpi jadi pahlawan kesiangan dan kerjanya tidur di siang bolong. Karena siang hari itu waktunya orang bekerja untuk mengais rezeki. Saya juga tidak mau bermimpi di...
Budaya Malu dan Mandiri
“Menghidupi budaya malu dan bertanggung jawab agar hidup ini menghasilkan buah-buah kebaikan.” -Mas Redjo … Awalnya adalah saya diminta Mbak untuk mencuci pakaian sendiri. Gara-garanya, saya bermain hujan, dan pakaian seragam jadi kotor. Saya harus bertanggung jawab! Mbak tidak kompromi, meski saat itu saya kelas 1 smp. Tujuan Mbak...
Maaf, Saya Bukan Perampok
“Pengalaman paling menegangkan dan konyol adalah, ketika kami nyaris diteriaki pedagang roti dikira hendak merampoknya.” -Mas Redjo … Biasanya, sebelum survei ke umkm, industri rumahan, saya mencari info ke tukang ojek, nongkrong di pasar tradisional, dan sidak ke warung-warung yang dititipi kerupuk, roti, atau agen makanan ringan. Lalu merunutnya...
Menghidupi Doa agar Jadi Nyata
“Orang yang lari dari kenyataan pahit itu hidupnya tidak tentram. Tapi yang menyukuri ikhlas hati dilimpahi hikmat Tuhan.” -Mas Redjo YS menunduk lesu, hatinya serasa diaduk-aduk mendengar wejangan Guru Bijak. Semula tekadnya untuk menyepi itu agar hidupnya tenang dan ia mantap hati jadi pendoa bagi kebahagian keluarga. Apalagi, setelah...
Pengalaman Paling Berkesan
“Mengantar naskah novel ke penerbit dengan naik sepeda ontel itu pengalaman paling asyik dan berkesan.” -Mas Redjo Karena tidak mempunyai uang atau ingin sehat? Jawaban dua-duanya itu benar. Saya ingin irit dan sehat. Ide awal saya mengantar naskah novel, karena ingin berolahraga sepeda santai, melihat keadaan Jakarta, dan sehat....
Hidup Bakti, karena Peduli dan Mengasihi
“Sesukses-suksesnya anak yang mencapai puncak prestasi, lebih sukses itu mereka yang berbakti pada orangtuanya.” -Mas Redjo Jika bakti pada orangtua itu identik tinggal bersama dan mengopeni mereka, saya tidak sependapat. Alangkah bijak, jika kita jeli melihat fakta itu secara proposional dan berimbang. Kita tidak berasumi, apalagi mudah menghakimi orang...
Gaduh, karena Tidak Becus Bekerja
“Bekerja untuk meraih sukses itu tidak dengan mulut, tapi dengan hati.” -Mas Redjo Saya tidak komplain, protes, dan apalagi menyalahkan orang lain, ketika teman yang kerjanya banyak bicara, tapi mampu menyenangkan hati Bos (ABS) itu diberi fasilitas dari kantor, ketimbang mereka yang kompeten dan kinerjanya baik. Saya tidak iri,...
Pemaknaan dan Tujuan Hidup
“Memberikan yang terbaik untuk mencapai target itu biasa. Yang luar biasa itu kita berani memberikan yang terbaik untuk melayani Tuhan.” -Mas Redjo Awalnya adalah, saya membaca tulisan seorang sahabat, Pak Wid dalam grup renungan Katolik, “Pewartaan lebih dari 175 tag website ini bukanlah sekadar bisnis maupun lomba pengikut semata....
Mencari Masalah itu Sulit, tapi Mencari Solusi itu Mudah
“Berani untuk membuka hati dan merendah di hadapan Tuhan agar hidup kita makin dimudahkan-Nya.” -Mas Redjo Hidup ini berat atau sulit, dan ringan atau mudah itu pilihan, karena kita yang memilih dan memutuskan hal itu serta menjalaninya. Ketika malas membaca, belajar, dan malas bekerja, saya mudah sekali menemukan, dan...
Lagi-lagi… Uang!
“Akar segala kejahatan ialah cinta uang. Tapi dengan mengasihi kita menyembuhkan segala luka itu.” -Mas Redjo Gara-gara cinta uang, banyak orang khilaf, lupa diri, dan bahkan menjual nama baik, hingga kehormatan diri itu tiada berharga lagi! Untuk kesekian kali pengalaman pahit itu terjadi tanpa dikehendaki. Bisa jadi saya ini...
Jadilah Saluran Berkat Tuhan
“Bersyukur itu tidak sekadar ucapan, tapi ungkapan nyata untuk menanggapi belas kasih Tuhan.” -Mas Redjo Saya harus bertanggung jawab atas hidup ini. Caranya, saya harus memperbarui pola pikir saya agar hidup ini tidak membosankan dan monoton, tapi berguna bagi sesama dan bermakna. Berpikir seperti kebanyakan orang, setelah pensiun enaknya...
Tuhan yang Murah Hati
“Melihat kemurahan hati Tuhan dari hal-hal baik, karena anugerah-Nya luar biasa.” -Mas Redjo Resepnya adalah, kita berani untuk memercayakan dan menyerahkan hidup kita sepenuhnya pada Tuhan. Selalu untuk melihat kemurahan hati Tuhan dari hal-hal baik, dan ainul yakin. Karena sesungguhnya peristiwa yang terjadi di dunia ini adalah ketetapan-Nya. Saya...
Arahkan, Ingatkan, dan Doa yang Terbaik
“Serapi-rapinya orang menyembunyikan dan menyimpan kebohongan, cepat atau lambat pasti terungkap.” -Mas Redjo Seorang Bapak curhat pada saya tentang anak bontotnya yang sulit diarahkan, padahal yang diminta adalah bersikap terbuka dan jujur. Hingga akhirnya kebohongan itu tanpa sengaja terkuak lewat IG. “Ternyata AI, anak saya yang selalu mengaku kurang...
Topeng Monyet
*Aneh, tapi nyata! Ketika saya nonton hiburan ‘Topeng Monyet’ di lapangan, tiba-tiba saya seperti monyet yang diikat itu.” -Mas Redjo … Darah saya terkesiap, dan leher ini serasa diikat. Saya sulit untuk melepaskan ikatan itu. Dalam pikiran, saya madah saja dipaksa menuruti kemauan pemilik yang bertindak sebagai sutradara itu....