Dalam suatu bincang-bincang, seorang cantrik bertanya pada Guru Bijak:“Guru apa arti kebanggaan bagi seseorang? Apakah kebanggan itu harus dicari dan diungkapkan?” Guru Bijak tersenyum renyah. Sebelum ia menanggapi, seorang cantrik yang lain menimpali. “Apakah orang yang awalnya terpuruk lalu meraih sukses itu juga peroleh suatu kebanggaan?” “Orangtua yang pe-en-es berhasil mengantar anak-anaknya meraih gelar Sarjana,…
Kategori: MAS REDJO
Persembahan Hati
“Ya, Allah, terimalah persembahan hati ini, karena hanya ini yang aku punya …,” gumam lelaki tua itu lirih. Dengan tertatih ia melangkah menuju pohon Sono yang rimbun. Dihelanya nafas panjang. Desau angin yang sejuk mengusap wajahnya yang keriput. Ia lalu menyandarkan tubuhnya di pohon. Seorang lelaki muda mengandeng tangan anaknya sambil bercerita entah apa. “Mungkinkah…
Sang Kendali
Malam merangkak menenggelamkan mimpi bocah-bocah. Di suatu padepokan Antahbrantah, Guru Bijak tengah ngobrol dengan para cantrik. Obrolan mengalir dan sesekali ditimpali tawa. “Menurutmu, keheningan itu diperoleh di tempat sepi?” “Tidak selalu…” “Jadi?” “Tempat sepi hanya suatu sarana yang mendukung.” Guru Bijak tersenyum. Cantrik itu sumringah. “Apa yang didapat di tempat sepi, kalau hati kita tertinggal…
Menggali Talenta Anak
“Kenali dan gali potensi anak itu dari barang mainan yang disenangi, lalu diarahkan agar impiannya itu jadi nyata.” -Mas Redjo Cerita dari Ayah sahabat KN itu terpatri dalam pikiran saya. KN bungsu dari enam bersaudara. Lima saudaranya sudah mentas dan mapan. Bahkan tiga di antaranya bermukim di luar negeri. Menurut Ayah KN, setiap anak yang…
Awas… Hutangmu Jatuh Tempo!
“Jika hidup ini ibarat membayar hutang kepada Tuhan, kita harus disiplin mencicilnya agar apa pun yang dikredit itu tidak gagal bayar dan disita.” -Mas Redjo … Maaf, jika kita tidak sependapat!Analogi itu saya terapkan sebagai pengingat agar saya sadar diri dan bertanggung jawab atas hidup ini. Karena dipercaya, saya tidak ingin mengecewakan-Nya. Ketika kredit barang,…
Harap Maklum …!
“Maklum!” Kata itu yang sering meluncur dari Guru Bijak. Salah satu kata sakti yang terekam di kepala seorang cantrik yang sering menemani Guru Bijak jalan-jalan keliling pedesaan. Ketika di simpang jalan, Guru Bijak ditabrak pejalan kaki yang terburu-buru, hingga orang itu nyaris jatuh. “Maaf, nggih …!” kata orang itu menyilangkan tangannya di dada, tersenyum, melambaikan…
Pertahanan yang Efektif itu Menyerang
“Melihat dan menunggu sekadar untuk bertahan itu kesia-siaan. Pertahanan yang efektif itu adalah menyerang secara terukur untuk jadi pemenang.” -Mas Redjo Strategi menyerang itu diterapkan, karena saya tidak mau menunggu dalam ketidakpastian, apalagi di saat ekonomi sedang lesu dan sulit. Caranya adalah, saya harus berani berubah untuk selalu perbarui diri, beradaptasi, dan mencari solusi jitu,…







