“Lain ladang lain belalang, beda orangtua dulu dengan sekarang. Ketika orangtua sekarang hilang kepeduliannya pada anak.” -Mas Redjo Saya tidak mau berpolemik, atau terseret ke dalam perdebatan pro dan kontra mengenai siswa yang ditampar oleh Kepsek, hingga berujung Kepsek itu dinonaktifkan. Alasannya, saya pernah bersekolah dan saya adalah Ayah dari tiga anak laki-laki. Dulu, ketika…
Kategori: MAS REDJO
Gengsi itu Sumber Penyakit
“Gengsi itu makanan berkolesterol tinggi yang harus dijauhi agar kita tidak sakit dan stroke.” -Mas Redjo Saya sungguh bersyukur, karena tumbuh dan besar di lingkungan keluarga yang sederhana, meski sejatinya mereka cukup kaya. Dari tampilan rumah bagian luar dan hidup keseharian, mereka itu sederhana. Tapi, ketika kita masuk ke dalam rumah, kita dibuat takjub dengan…
Membangun Pasar Sendiri
“Memenuhi permintaan pasar itu kuno dan ketinggalan zaman. Tapi menciptakan dan membangun pasar sendiri itu untuk menjawab tantangan masa depan.” -Mas Redjo Resepnya adalah kita harus berani mendobrak kemalasan untuk ke luar dari zona kenyamanan diri ini. Tidak mudah, tapi tantangan dari Bos itu rugi besar, jika dilewatkan dan berlalu sia-sia. Persoalannya adalah, Bos meminta…
Kau Tercipta Untukku
Ah, yang benar! Rayuan maut, nih … Hati ini langsung ‘klepek-klepek’. Kita jadi salah tingkah, hingga terbius ke negeri dongeng. Ya, kita tentu kenal dengan lagu “Kau Tercipta Untukku” yang pernah ngehit dekade 80an itu, dan dinyanyikan oleh Betharia Sonata yang ayu melankonis. Lirik lagunya mampu mengharu-birukan hati kita yang tengah kasmaran. Konon, masa bercinta…
Mengikuti Rencana Tuhan
“Mewujudkan rencana masa depan cerah itu tantangan. Tapi mengikuti rencana Tuhan adalah kebijaksanaan dan anugerah-Nya.” -Mas Redjo Untuk mewujudkan cita-cita masa depan jadi nyata kita dituntut guna memberikan yang terbaik dari diri ini, baik talenta dan kemampuan agar hasil yang dicapai maksimal. “Apakah kita bahagia dengan hasil pencapaian itu dan memaknainya?” Karena sejatinya, kebahagiaan tiap…
Ikatan Hati
*Meski tidak mempunyai ikatan darah, tapi hati yang saling mengasihi dan bahagia.” -Mas Redjo… “Putrinya, Mbak?” tanya saya pada Mbak A yang membuka kantin di pujasera GMKA itu, ragu. Mbak A tersenyum tipis, lalu menggeleng pelan. “Maaf…! Tapi manggilnya kok Ibu, bahkan gadis itu tampak sedih, ketika pamit dengan Mbak.” “Sanes! Tapi seperti anak sendiri….
Wasiat Kasih
Mendung kedukaan itu langsung sirna, ketika saya mendengar wasiat kasih yang diwariskan oleh almahum Mas AT: “Jika nanti saya mati, kembali pada Tuhan, tolong untuk dikuburkan secara Katolik.” Wasiat kasih almarhum AT pada ponakan DT itu menggedor nurani ini, membuat saya tersungkur untuk sujud dan menyembah-Nya. Karena hal itu yang jadi kerisauan hati saya selama…







