Jangan berhenti kawan. Tetaplah berbuat baik. Sebab setiap senyuman yang kalian hadirkan, setiap beban yang kalian ringankan, dan setiap harapan yang kalian nyalakan itu telah mendekatkan lagi hati banyak orang yang kalian bantu dengan Tuhan yang selama ini terasa jauh. Aku tahu jalan yang kalian tempuh itu tidak selalu mudah. Pasti ada lelah, jenuh, dan…
Kategori: JLITHENG
Bersujud dan Berserah
Sebagai orang beriman, bersujud adalah penyerahan diri total, simbol ketaatan paling nyata, dan momen terdekat antara hamba dan Tuhan. Dengan sujud, orang beriman menunjukkan kepatuhan, kerendahan hati, dan permohonan kepada Allah. Sikap itu yang ditunjukkan pemungut cukai, ketika berdoa. Ia merasa malu, tidak pantas, dan tidak mempunyai daftar karya pelayanan, apalagi sudah dicap sebagai orang…
Telaga Hati nan Bening
Kepada para sahabat yang jadi tempat curhat, sesungguhnya Anda bukanlah ‘tong sampah’, tapi ‘telaga ketenangan’. Di telaga hatimu yang bening, resah banyak orang itu menemukan ketenangan. Di telaga hatimu yang bening itu menyiratkan lubuk hati yang dalam, tenang dan jernih. Dengan bening, tersirat hati yang jujur melihat solusi dari perspektif baru. Sehingga keresahan banyak orang…
Pahlawan Sejati
Akhirnya kegamangan ‘memahlawankan’ Suharto itu berhenti. “Pahlawan itu yang seperti apa dan bagaimana?” Mungkin ‘makna pahlawan’ yang benar itu seperti ungkapan Yohanes, “Biarlah Ia semakin besar, dan aku semakin kecil.” Seorang pahlawan, sebenarnya sejak masa hidupnya sudah meletakkan egonya di bawah kemuliaan bangsanya. Justru hidupnya harus manampakkan kemuliaan bangsa yang diabdinya . Dengab begitu, gelar…
Digenggam dengan Hati
“Bapak selalu datang pagi, kalau ke kampus.” “Selain nyaman, saya selalu ingat ‘welingé’ orangtua dulu”, jawab saya. Setiap kali berpamitan, utamanya untuk bertugas, orangtua selalu berpesan:“Sing ati-ati lan gemati anggone nindakake tugas.” ‘Gemati’ itu Bahasa Jawa, akronim dari ‘Digegem nganggo ati’ yang secara harfiah berarti “digenggam dengan hati”. Sebuah interpretasi yang sangat pas untuk menjelaskan…
Filosofi Sebuah Perjalanan
Menjelang kepulangannya ke desa, tempat dia lahir dan tumbuh, untuk menghabiskan hari-hari tuanya, pagi ini kutuliskan kata pendek berikut: “Kawan, nikmatilah segarnya desamu. Terima kasih telah jadi temanku. Darimu saya belajar tentang arti hidup sederhana, rendah hati, apa adanya, dan yang sejati itu bukan dari teori, melainkan dari kenyataan dan perjalanan hidupmu.” Jawabnya: “Kangmas, terima…
Merayakan Empati di Senja Usia
Sebagai sesama yang berusia lanjut, saya dapat merasakan yang dirasakan oleh sahabatku ini. Uluran tangan nyata itu lebih bermakna daripada penghiburan verbal. Sahabatku ini usianya sudah 70, sedikit lebih muda dariku. Istrinya tidak jauh berbeda. Pasangan tua yang sama-sama ‘sèkèng’, karena usia dan keterbatasan banyak hal. Ketika saya datang, saya mengekang kata-kata. Dorongan memberikan uluran…







