Kategori: JLITHENG

Keluarga Ideal

Memang tidak mudah membangun keluarga ideal. Membangun sebuah ‘rumah’ itu memakai tangan, tapi sebuah ‘keluarga’ itu dibangun dengan hati dan empati yang tidak henti-henti. Setiap orang bisa saja terpeleset dari mimpi membangun keluarga ideal ke keluarga etalase, di mana energi habis untuk memoles tampilan luar agar terlihat sempurna di...

Percik Natal

Lewat Inkarnasi, Natal mengajarkan kita arti empati yang utuh hadir menemani, merasakan pedih, dan berbuat nyata tanpa pamrih. Natal bukan sekadar tontonan, melainkan inspirasi yang menuntun kita jadi manusia bagi sesama. Seperti kasih yang dibagikan oleh anak muda dengan 2 karung sarung dan selimut untuk pengungsi yang secara pribadi...

Buah-buah Natal

Sang Sabda telah jadi Sahaya. Merangkul dunia yang angkuh, acuh, rakus, dan senang memanipulasi kebenaran jadi rendah makna, karena kepentingan. Hanya gembala dan kaum bijak yang berhati terbuka, yang membawa persembahan untuk Sang Putra. Mereka hadir membawa hati. “Ya, Yesus, saya tidak pantas Tuhan datang pada saya. Tapi masuklah...

Tim Saling Menolong

Saya mempunyai beberapa sahabat muda di kampus, ada yang dosen dan ada dari bagian lain. ‘Tim saling menolong’, namanya. Salah satu dari mereka pagi ini akan ke rumah, karena sore akan mudik. Dia teman Moslem muda yang ingin silaturahmi ke seniornya. Hadir langsung! Dahulu, Tuhan hadir dalam rupa manusia,...

Makna Natal

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yg bijaksana” (Maz 90: 12). Bagiku, Natal adalah Tuhan hadir dalam hidup kita, memberi daya kekuatan baru untuk menjalani masa yang sulit ini. Dia adalah Imanuel yang selalu hadir beserta kita. Kita terpanggil untuk meneruskannya dengan cara hadir bagi...

Cinta Tanpa Syarat

Cinta terbesar adalah tindakan penyerahan diri yang utuh bagi kehidupan orang lain. Kasih ini terwujud dalam dua momen sakral yang saling terkait yakni Natal dan Paskah Dari palungan hingga salib itu terpancar satu makna abadi: “Cinta terbesar bukan tentang memiliki, melainkan tentang kerelaan total untuk memberikan diri seutuhnya bagi...

Kejujuran Radikal

Sambil berjalan balik ke kampus, sahabatku bertanya, “Bagaimana tangannya, Pak?” Jujur, saya mencoba untuk dapat terus bertahan, tapi kadang rasa ngilu itu melampaui dayaku. Saat itu terjadi, saya mengeluhnya pada Tuhan. Pada-Nya saya tidak berpura-pura kuat, sebab di hadapan-Nya saya hanya manusia biasa yang rapuh, dan Tuhan paham itu. Jadi,...

Memaafkan adalah Puncak Iman

Di mana-mana, sesaat sebelum “O Holy Night” digemakan, rekonsiliasi dengan Hyang Suci diserukan. Memaafkan sesama adalah ‘porta sancta’ dari Surga. Puncak kekuatan iman adalah memaafkan sebagai wujud nyata cinta. Hati yang benar-benar kuat adalah hati yang tetap rela memaafkan sesama, bahkan ketika ia menyadari penuh, bahwa orang yang dimaafkan...

Rindu Sang Juru Selamat

Di tengah hiruk pikuk dunia, kita sering merasa harus kuat sendirian, seolah ketangguhan adalah segalanya. Namun, lihatlah pohon paling kokoh di hutan sana. Ia menjulang tinggi, menantang angin, tapi ia tahu satu kebenaran mutlak: akarnya butuh bumi untuk berpijak. Tanpa bumi yang memberinya nutrisi, tanpa tanah yang memeluknya erat,...

Memaknai Waktu

Untuk partner hidupku dan sahabat-sahabat yang berulang tahun hari ini. Dengan ulang tahun, usia pasti makin senja. Di usia senja, saat tirai kehidupan perlahan menutup, jangan biarkan waktu berlalu tanpa makna. Dengan iman yang hidup dan harapan yang tetap bernyala, kita pilih untuk lebih terpesona pada keindahan yang nyata,...

Tuntunan Sang Guru Agung

Beruntung sekali kita ini ya, hidup dengan tuntunan agama yang menekankan sikap asih, kelembutan, dan kesantunan. Betapa tidak! Jika kita tengok di jagad medsos, seolah tidak ada hentinya dan entek amek kurang golek dalam istilah Jawa. Tiap hari seperti tidak lelah dengan serang menyerang kata nyinyir dan fitnah, menambah...

Tak Ada Jalan Lain

Hidup beriman itu harus berbuah. Kita menghidupinya dengan karya dan pelayanan nyata, hingga Allah yang tidak nampak itu dapat dirasakann kehadiran-Nya oleh sesama kita sebagai Allah yang peduli. Karena itu karya atau pelayanan kita harus nyata, tidak ada cara lain dan tidak meragukan. Patokanya adalah: N – sesuatu yang...

Makin Jarang Minta ‘Maaf’

Di sekitar rumah kami, setiap sore sering ramai dengan anak-anak kecil. Usai main bola kaki atau yang lainnya, ada juga anak yang usil melempar sandal, batu kecil, atau kain kotor ke atap. Kalau berhasil … lantas lari terkekeh-kekeh. Serba salah memang, kalau kita marah pada mereka cenderung akan dijawab:...

Allah Pengasih dan Penyayang

Di hadapan cermin kehidupan, aku tatap setiap kerutan di wajahku. Dalam kerendahan hati, aku memaknainya bukan sebagai tanda rapuh, melainkan sebagai sebuah peta suci yang terukir indah oleh tangan-Mu. Setiap garis adalah babak perjuangan, setiap lipatan adalah doa yang terbisik dalam diam, setiap lekukan adalah kesabaran yang Engkau anugerahkan...

Dengan Adven, Kita Menanti Damai Sejati

Adven bukan sekadar hitung mundur menuju Natal, tapi merupakan undangan lembut bagi kita untuk berhenti sejenak dan membuka hati bagi kunjungan Allah. Yesus selalu datang dalam berbagai cara: melalui Sabda, sesama, dan melalui peristiwa hidup sehari-hari. Tapi faktanya, kita sering terlalu sibuk untuk menyadarinya. Di dunia yang sering kacau...