Kategori: JLITHENG

Kisah Berkah di Balik Bilik operasi

Dua puluh menit sebelum giliran operasiku, seorang perawat mendekat dan… “Maaf, Pak, izin, ada Ibu yang harus cito dioperasi, karena anaknya pingin segera lahir. Boleh ya, Pak, Ibu itu dulu.” “Silahkan.” Tidak berapa lama sesudah itu masuk ke ruang operasi, seorang Ibu dengan anaknya. Ibu itu terus berurai air...

Berpikir Kritis

Ilmu berpikir kritis itu mengajarkan satu keutamaan, yaitu “makin pintar seseorang itu kian rendah hati dan menginspirasi” (intellectual humility). Memahami, bahwa pengetahuan manusia bersifat terbatas dan sementara, sedangkan kebijaksanaan sejati itu bersifat Ilahi atau abadi. Pengetahuan dipandang sebagai anugerah, bukan pencapaian pribadi semata yang bisa dibanggakan atau digunakan untuk...

Sayap-Sayap Senja

Menyikapi fakta, bahwa banyak pasangan yang di usia senja itu salah satunya melemah. Prinsip “setia sampai akhir, dalam untung dan malang” itu tidak berubah. Suami dan istri adalah dua sayap yang memungkinkan keluarga untuk ‘terbang tinggi’ dan mencapai tujuan pernikahan. Keduanya harus berfungsi dengan baik agar pernikahan dapat berjalan...

Oase Kasih

Jangan berhenti kawan. Tetaplah berbuat baik. Sebab setiap senyuman yang kalian hadirkan, setiap beban yang kalian ringankan, dan setiap harapan yang kalian nyalakan itu telah mendekatkan lagi hati banyak orang yang kalian bantu dengan Tuhan yang selama ini terasa jauh. Aku tahu jalan yang kalian tempuh itu tidak selalu...

Bersujud dan Berserah

Sebagai orang beriman, bersujud adalah penyerahan diri total, simbol ketaatan paling nyata, dan momen terdekat antara hamba dan Tuhan. Dengan sujud, orang beriman menunjukkan kepatuhan, kerendahan hati, dan permohonan kepada Allah. Sikap itu yang ditunjukkan pemungut cukai, ketika berdoa. Ia merasa malu, tidak pantas, dan tidak mempunyai daftar karya...

Telaga Hati nan Bening

Kepada para sahabat yang jadi tempat curhat, sesungguhnya Anda bukanlah ‘tong sampah’, tapi ‘telaga ketenangan’. Di telaga hatimu yang bening, resah banyak orang itu menemukan ketenangan. Di telaga hatimu yang bening itu menyiratkan lubuk hati yang dalam, tenang dan jernih. Dengan bening, tersirat hati yang jujur melihat solusi dari...

Pahlawan Sejati

Akhirnya kegamangan ‘memahlawankan’ Suharto itu berhenti. “Pahlawan itu yang seperti apa dan bagaimana?” Mungkin ‘makna pahlawan’ yang benar itu seperti ungkapan Yohanes, “Biarlah Ia semakin besar, dan aku semakin kecil.” Seorang pahlawan, sebenarnya sejak masa hidupnya sudah meletakkan egonya di bawah kemuliaan bangsanya. Justru hidupnya harus manampakkan kemuliaan bangsa...

Digenggam dengan Hati

“Bapak selalu datang pagi, kalau ke kampus.” “Selain nyaman, saya selalu ingat ‘welingé’ orangtua dulu”, jawab saya. Setiap kali berpamitan, utamanya untuk bertugas, orangtua selalu berpesan:“Sing ati-ati lan gemati anggone nindakake tugas.” ‘Gemati’ itu Bahasa Jawa, akronim dari ‘Digegem nganggo ati’ yang secara harfiah berarti “digenggam dengan hati”. Sebuah...

Filosofi Sebuah Perjalanan

Menjelang kepulangannya ke desa, tempat dia lahir dan tumbuh, untuk menghabiskan hari-hari tuanya, pagi ini kutuliskan kata pendek berikut: “Kawan, nikmatilah segarnya desamu. Terima kasih telah jadi temanku. Darimu saya belajar tentang arti hidup sederhana, rendah hati, apa adanya, dan yang sejati itu bukan dari teori, melainkan dari kenyataan...

Merayakan Empati di Senja Usia

Sebagai sesama yang berusia lanjut, saya dapat merasakan yang dirasakan oleh sahabatku ini. Uluran tangan nyata itu lebih bermakna daripada penghiburan verbal. Sahabatku ini usianya sudah 70, sedikit lebih muda dariku. Istrinya tidak jauh berbeda. Pasangan tua yang sama-sama ‘sèkèng’, karena usia dan keterbatasan banyak hal. Ketika saya datang,...

Ikhlas

Pernyataan di bawah ini ke luar dari mulut seorang sopir grab, yang Kamis pagi lalu mengantar saya ke kampus. Seturut pengakuannya, dia adalah Guru, masih muda, yang terdampak PHK. “Sambil nunggu panggilan (lamaran), saya ikhlas menerima kondisi dan menjalani kerjaan ini. Saya berserah diri sepenuhnya pada pimpinan Tuhan, dan...

Harmoni Kehidupan

Hidup, cinta, dan kebahagiaan adalah tiga tanda dari Surga yang menyatu tidak terpisahkan. Hidup tanpa cinta ibarat pohon tidak berbuah. Cinta tanpa kebahagiaan ibarat kembang tanpa ‘aroma’ mewangi Kebahagiaan adalah ‘aroma’ cinta sejati. Tidak terlihat, tapi dapat dirasakan. Aroma bisa menyebar dan menyelimuti suatu tempat. Demikian pula, cinta sejati...

Tego Larane, Ojo Tego Patine

Alkisah, Budi – Hendra, dua saudara kandung di Cilengsi, di Paroki yang sama, sudah 20 tahun ‘neng-nengan’, tidak bicara. Gara-gara rumah orangtua, yang ditinggali Budi, yang merawat orangtua sampai meninggal. Hendra, si sulung, merasa mempunyai hak juga. “Dijual saja, diparo,” usulnya. Tak ada kata sepakat dan tidak ada yang...

Bahagia, karena Bermakna

Hiduplah dengan bahagia, sebahagia-bahagianya. Carilah yang membuat kita bermakna, dan hargai setiap detiknya. Kebahagiaan itu bisa datang dari hal-hal yang berbeda bagi setiap orang. Bahagia, karena puas batinnya, merasa tenang, dan damai dengan kondisi hidup saat ini. Bahagia itu juga bisa dirasakan saat hidup bermakna, bukan sekadar menyenangkan. Bahagia...

Saksi Nikah

Dalam perspektif Katolik, jadi saksi nikah itu adalah kehormatan dan tanggung jawab dan bukan kewajiban yang berbatas waktu. Mengapa?Karena peran saksi itu adalah mendampingi dan memberi teladan kepada pasangan yang baru menikah itu seumur hidup mereka. Saksi nikah memiliki tanggung jawab spiritual dan moral untuk membantu pasangan baru menghidupi...