Kalimat ini tidak bermaksud untuk menunjukkan pekerjaan yang dilakukan Tuhan di dalam Surga. Tapi yang dimaksudkan ialah perintah atau kehendak yang paling pertama itu harus dilakukan oleh manusia.
Ketika ribuan orang puas dengan makanan dan terus mencari kebutuhan ragawi ini kepada Yesus, mereka ditegur oleh Yesus, karena salah pilih atau salah langkah.
Mereka diingatkan untuk datang kepada-Nya dan memilih yang paling pertama dari-Nya, ialah suatu pekerjaan, dan bukan makanan. Tuhan sangat bijaksana, karena mengajarkan manusia untuk bekerja lebih dahulu sebelum makan. Pekerjaan yang pertama itu ialah percaya dan taqwa kepada Bapa yang mengutus Yesus Kristus untuk jadi penebus dunia. Melalui percaya dan taqwa kepada Bapa, makanan yang pertama didapatkan ialah Firman-Nya yang telah jadi manusia, yaitu Yesus Kristus dari Nazaret.
Pekerjaan pertama ini telah dilakukan oleh semua yang ditunjukkan di dalam kitab suci, mulai dengan Yesus Kristus yang menegaskan, bahwa Ia datang untuk melakukan kehendak Bapa yang mengutus-Nya. Bunda Maria dan Santo Yosef memusatkan hidupnya untuk percaya dan melakukan kehendak Tuhan. Para Rasul yang semula masih tampak labil imannya kepada Tuhan, akhirnya membuktikan dirinya sebagai pelaku firman Tuhan. Abraham dikenal sebagai Bapak orang-orang yang percaya. Moses terkenal dengan hukum Tauratnya dan para Nabi memiliki kualitas imannya tidak bisa diragukan.
Sosok yang jadi contoh kita pada hari ini ialah Stefanus, seorang murid Tuhan dan saksi kebangkitan Kristus. Ia dipenuhi rahmat dan kekuatan Allah yang Mahakuasa sebagai tanda kualitas imannya, sehingga ia berani berhadapan dengan tantangan orang-orang Yahudi yang melawan dia. Melalui pekerjaan ini, makanan pertama yang dinikmati oleh Stefanus ialah meminum piala penderitaan bersama Yesus Kristus.
Mengikuti Kristus merupakan panggilan dasar kita yang harus diisi dengan pekerjaan pertama, yaitu iman dan ketaqwaan kepada Tuhan. Alasan yang diminta kepada setiap orang saat hendak dibaptis ialah iman, dan bukan harta benda, posisi, kenikmatan dunia atau nama baik. Setelah pembaptisan barulah Sakramen lain diterima. Doa-doa, devosi dan aneka pelayanan di dalam Gereja sangat ditopang oleh fondasi iman ini. Keutamaan iman dan ketaatan merupakan kriteria pertama untuk proses menyatakan seorang beriman resmi sebagai Santo atau Santa oleh Gereja. Jadi pekerjaan pertama kita dari Tuhan ialah rohani, bukan jasmani. Susah atau senang sebagai pengikut Kristus sangat diukur oleh kualitas iman yang diakui dan dihidupi setiap hari.
“Ya, Yesus Kristus, Guru yang baik. Ajarkanlah dan tunjukkanlah kami bagaimana menjadi sempurna berkat iman dan ketaqwaan yang ada pada kami. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

