“Mengapa kita mencari Yesus? Karena cinta, kebutuhan, rindu akan Dia… atau rindu akan berkat-Nya?”
Allah yang Maharahim, Engkau menyingkapkan isi hati kami. Orang banyak mencari Yesus itu bukan karena mereka mengerti tanda, melainkan karena mereka sudah dikenyangkan perutnya.
Tuhan, kami juga sering seperti itu. Kami datang kepada-Mu bukan karena mengasihi-Mu, melainkan karena membutuhkan sesuatu.
“Ampuni kami, ya, Bapa.”
Yesus berkata: “Janganlah kamu bekerja untuk makanan yang akan binasa, Tapi untuk makanan yang bertahan sampai hidup kekal.”
Bapa, ubahlah hati kami. Ajar kami lapar akan yang kekal, bukan hanya yang sementara. Karena roti dunia hanya memuaskan sesaat, melainkan Engkau, ya, Yesus, adalah Roti Hidup yang memuaskan jiwa untuk selamanya.
Engkau tidak hanya memberi. Tapi mengubah hidup kami, menarik kami masuk ke dalam hidup-Mu sendiri.
Tuhan, kami sering sulit memahami ini. Engkau hanya meminta satu hal: “Percayalah kepada Dia yang diutus Allah.”
Percaya itu bukan sekadar tahu
dan kagum, melainkan percaya sepenuhnya: masuk dalam hubungan pribadi dengan-Mu. Hubungan itu menuntut segalanya.
Ampuni kami, kalau lebih memilih jarak daripada kedekatan dengan-Mu. Kami lebih suka ajaran-Mu daripada hidup bersama-Mu.
Engkau tidak hanya ingin diikuti, Engkau ingin jadi Sahabat.
Bapa, tanamkan kami dalam Sabda-Mu. Biarlah Sabda-Mu jadi sukacita kami, dan pegangan hidup setiap hari.
Jauhkan kami dari gangguan-gangguan dunia, kedagingan, dan si jahat yang mencoba menjauhkan kami dari Engkau.
Ajar kami setia, untuk terus tinggal dalam Sabda-Mu, dalam segala situasi.
Saat kami takut, ingatkan kami akan sabda-Mu: “Ini Aku, jangan takut.”
Bapa terima kasih, karena bahkan iman kami pun adalah karya-Mu dalam diri ini. Kami mau berkata lagi: kami percaya dan memilih Engkau, ya, Yesus. Bukan hanya karena berkat-Mu, melainkan karena Engkau sendiri.
Yesus, Roti Hidup, puaskanlah kerinduan terdalam jiwa kami. Tarik kami masuk dalam persahabatan sejati dengan-Mu, dan mampukan kami untuk setia tinggal di dalam-Mu.
“Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

