Tidak mudah mengharapkan dan mendoakan yang terbaik bagi orang lain, terutama yang menyakiti dan jadi musuh kita. Demikianlah yang sering kita lakukan, bila dihina, difitnah, bahkan disakiti. Tapi ada juga pribadi yang tegar nan kuat, meski dalam keadaan sakit, tapi harapan, syukur, dan doa terbaik itu selalu meluap dari hatinya kepada Sang Khalik.
Pantaslah kita bersukacita dan bersyukur, karena Yesus dalam doa-Nya, tidak mengharapkan yang buruk bagi kita, melainkan yang terbaik. Doa Yesus kepada Bapa, “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tapi agar Engkau melindungi mereka daripada yang jahat” (Yoh. 17: 15).
Karena itu:
- 1) Dalam situasi kondisi apa pun, kita tetap mengharapkan dan mendoakan yang terbaik bagi orang lain, terutama mereka yang membenci dan memusuhi kita adalah tindakan jiwa yang terpuji nan mulia;
- 2) Tetap bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan dalam keadaan apa pun yang dialami saat ini, maka Anda akan jadi pribadi yang penuh sukacita dan bahagia.
Akhirnya syukurilah hidup dan semua yang dimiliki saat ini agar hidup kita jadi berkat bagi sesama.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

